
"Baiklah kalau begitu." jawab pasrah Arthur.
Di tempat lain terlihat William terus mencari Siapa orang yang sudah membuat Margaretha terluka, pria itu ingin melakukannya. namun sayangnya Arthur sudah mendapatkan orang yang suka mencoba untuk mencelakai Margaretha.
"Ya sudah kalau begitu, kamu berangkat saja sayang." Margaretha yang tiba-tiba mengatakan hal itu. perkataan yang diucapkan oleh Margaretha seolah wanita itu sedang mengusir suaminya.
"Oh ya Sayang, kalau begitu nanti malam aku pulang agak malam ya. karena aku sudah memberitahu mengenai sesuatu yang aku katakan tadi." ucap Arthur.
"Hati-hati ya Sayang." jawab Margaretha yang kemudian memeluk sang suami.
"Kabari aku juga kamu mendapatkan orang itu." ucap Margaretha.
"Tenang saja aku akan memberikan kabar." jawab Arthur yang kemudian pergi dan berpamitan kepada ayahnya.
Margaretha benar-benar bahagia dengan semua yang sudah dikatakan oleh suaminya, itu artinya dia bisa belajar dan lain sebagainya. Arthur pergi untuk menemui tuan Lim.
"Pria itu harus mempertanggungjawabkan atas apa yang dia lakukan kepada orang tuamu." pria itu pergi bersama salah satu anak buahnya. sekitar berapa jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah tempat.
Frans yang sudah menyambut Arthur.
"Di mana pria itu, Frans?" tanya Arthur.
"Dia ada di dalam, Tuan." jawab Frans.
Langkah kaki Arthur memasuki bangunan tersebut, tatapan matanya menatap Tuan Lim yang sudah diikat oleh anak buah Frans.
"Apa yang akan terjadi, Tuan? Apakah kita akan membunuh pria itu?" tanya Frans.
"Tentu saja kita akan memberikan dia hukuman, tapi untuk membunuh dia jangan dahulu." jawab Arthur yang kemudian meminta Frans untuk membawakan dia kursi.
"Tuan Arthur." ucap Tuan Lim.
"Halo Tuan Lim, Bagaimana kabarmu?" tanya Arthur yang sudah duduk di depan Tuan Lim.
"Tuan, Kenapa anda melakukan hal ini?" tanya Tuan Lim kepada tuan Arthur.
"Aku, memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Arthur sembari tersenyum.
"Kenapa Tuan menangkap saya? apa yang sudah saya lakukan?" tanya Tuan Lin.
"Entahlah, Memangnya apa yang sudah kamu lakukan." jawab Arthur.
"Aku tidak melakukan apapun, Tuan. lepaskan saya, saya mohon." Tuan Liem yang memohon kepada Arthur untuk melepaskannya.
"Maafkan aku, Tuan Lim. aku tidak akan bisa melepaskanmu, karena kamu sudah melakukan suatu kesalahan yang sangat besar." jawab Arthur.
"Memangnya apa yang sudah saya lakukan? Saya tidak melakukan apapun, saya tidak pernah mencoba untuk mengganggu seluruh bisnis Anda." jawab Tuan Lim.
"Bukan itu maksud saya, tapi secara tidak sengaja kamu menggangguku. Karena kamu telah mencelakai orang tua dari istriku." jawab Arthur yang membuat Tuan Lim langsung terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.
"Kenapa kamu diam seperti itu, Tuan Lim. Apakah kamu sudah menyadari apa kesalahanmu?" tanya Arthur yang membuat Tuan Lim kembali terdiam.
"Saya tidak melakukan apapun, Tuan. saya mohon lepaskan saya." pinta Tuan Lim.
"Maafkan aku, aku sudah bilang Kan aku tidak akan bisa melepaskanmu karena kamu sudah membuat istriku sangat menderita." jawab Arthur yang kemudian menatap Tuan Lim dengan tatapan mata yang begitu menakutkan.
"Apapun akan saya lakukan, Tuan. Apapun akan saya berikan, tolong lepaskan Saya." minta Tuan Lim yang membuat Arthur tidak bisa melakukan apa yang dia minta.
"Ampuni saya." ucap tuan Lim.
"Maafkan aku, aku tidak akan bisa memaafkanmu. tapi rasa sakit yang begitu luar biasa itu benar-benar membuatku begitu terluka. kamu sudah menyakiti Istriku itu sama saja kamu sudah menyakitiku, Jika kamu menyakiti wanita yang kucintai maka nyawamu tidak akan bertahan lama di ragamu." jawab Arthur yang berbicara masih dalam kondisi tenang.
Tuan Lim yang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Arthur, nampak pria itu begitu ketakutan. seluruh pengusaha tahu bagaimana watak dari keluarga Rayen
"Jika kamu ingin terlepas dari semua yang aku lakukan, maka kamu harus melakukan apa yang aku minta." ucap Arthur.
"Memangnya apa yang anda inginkan, Tuan? akan saya lakukan apapun itu asalkan Anda membebaskan saya." jawab Tuan Lim.
"Benarkah?" tanya Arthur.
"Benar Tuan, akan saya lakukan Apapun untuk Anda. saya akan menjadi pesuruh Anda." tuan Lim yang benar-benar berusaha untuk mencari kepercayaan Arthur agar dirinya bisa terbebas dari semua yang dilakukan selama ini.
"Kamu tahu kan siapa wanita yang kamu Serang beberapa hari yang lalu?" tanya Arthur yang membuat jantung Tuan Lim serasa Berhenti berdetak. dia adalah istriku, Dia adalah wanita yang sangat aku cintai. berani sekali kamu melakukan hal itu kepada istriku, berani sekali kamu berusaha untuk membunuhnya." jawab Arthur yang berbicara tanpa kemarahan sama sekali.
Raut wajah Arthur begitu santai namun kata-kata yang diucapkan itu seolah langsung menghunus mengenai jantung Tuan Lim.
"Kenapa kamu sangat terkejut seperti itu? apakah kata-kata yang aku katakan itu benar? berani sekali kamu berusaha untuk membunuh istriku, berani sekali berusaha untuk melenyapkan wanita yang aku cintai." kemarahan Arthur nampak muncul ketika pria itu menatap Tuan Lim yang seperti seseorang yang tidak punya rasa bersalah sama sekali.
"Baiklah kalau begitu, Kamu ingin aku memaafkanmu, maka kamu harus mempertanggungjawabkan semua yang kamu lakukan. jika kamu tidak mau melakukannya maka hukum yang aku miliki akan berjalan." jawab Arthur.
Hukum yang akan diterapkan oleh Arthur adalah hukum yang sangat menakutkan, Siapa yang melakukan kesalahan maka dia harus berani mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia lakukan.
"Aku benar-benar tidak mengerti Bagaimana Jalan pikiranmu, Kamu sudah tahu kalau wanita itu adalah istriku. namun kamu masih berusaha untuk membunuhnya, kamu sudah membuat ayah dari istriku melakukan bunuh diri agar semua kelakuan busuk kalian itu tidak tercium. maafkan aku, karena kalian sudah melakukan kejahatan. maka kamu memiliki dua jalan mengaku kepada polisi atau Aku yang akan bertindak." ucap Arthur yang membuat Tuan Lim nampak kebingungan.
Karena begitu kesal akhirnya Arthur menembak kaki Tuan Lim.
"Aku tidak akan bermain-main dengan semua yang aku katakan, kamu sudah membuat istriku sangat ketakutan." ucap Arthur yang kemudian meminta anak buahnya untuk menyelesaikan tugas mereka.
Tuan Lim yang melihat perintah dari Arthur tentu saja pria itu tidak akan pernah berpikir dia akan hidup. pastinya mereka akan mati mengenaskan di tangan seorang pria yang sangat dikenal kejam tersebut.
"Habisi mereka, jika mereka tidak mau mengikuti perintahku." perintah Arthur yang membuat Tuan Lim dan anak buahnya benar-benar tidak bisa membuka mulut mereka. satu perintah akan membuat kematian mereka benar-benar datang menjemput.
** Bersambung **
Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
-Gairah cinta isteri muda
-One night stand with mister William
-Mantra cinta gadis pemikat