ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.48



"Aku akan memberikanmu kesempatan untuk membesarkan anak-anakmu, bawalah dia pergi dari sini jangan biarkan dia mereka berdua menjadi orang tidak bertanggung jawab. besarkan mereka dengan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh suamimu, Aku tidak akan mengambil sepeser uang ini dan aku tidak akan mengambil apapun dari tempat ini." ucap Margaretha yang kemudian mengajak seluruh anak buahnya untuk pergi dari tempat itu.


Frans yang melihat hal itu jantungnya terasa terhenti, tatapan mata Frans menatap Margaretha yang benar-benar sudah berubah drastis. wanita itu sekarang menjadi wanita kejam tidak berperasaan bahkan dia adalah wanita dengan semua keangkuhan yang sangat luar biasa.


"Lihatlah, Tuan. istrimu benar-benar menjadi wanita yang sangat menakutkan, dia sekarang berubah bahkan dia sudah berubah total. Tak Ada Yang Bisa aku katakan aku hanya akan menjaganya untukmu." guman Frans dalam hati yang kemudian pergi bersama dengan Margaretha.


"Oh ya, Frans. Tolong kamu persiapkan kepergian wanita itu dan alihkan seluruh aset-aset kekayaan pria itu kepada istri dan anak-anaknya. aku yakin jika teman-temannya tahu kalau dia sudah meninggal mereka akan merampas harta itu." ucap Margaretha.


Tanpa sengaja istri dari pembunuh orang tua Margaretha, si wanita yang mendengarnya dia sangat kebingungan. Walaupun dia sudah membunuh suaminya tapi dia masih memikirkan dirinya dan anak-anaknya.


"Aku tidak akan membiarkan kedua anakku menjadi seperti suamiku, aku tidak akan membiarkan anak-anakku berjalan di jalan yang gelap." si wanita yang Kemudian mengemas beberapa pakaiannya dan akan pergi dari tempat itu.


"Kenapa kamu harus menolongnya, Jika kamu ingin membalas dendam kepada pria itu, Margaretha?" tanya Frans.


"Aku ingin membalas dendam kepada pria itu, tapi aku tidak akan melakukan kesalahan kepada anak dan istrinya." jawab Margaretha.


"Bagaimana jika dia sudah dewasa dia akan mencarimu dan dia akan membalas dendam kepadamu?" tanya Frans.


"Itu tidak akan terjadi, Frans. karena aku yakin wanita itu tidak akan membiarkan anak-anaknya seperti Ayahnya. aku yakin wanita itu akan membesarkan anaknya dengan semua kebaikan yang dia miliki." jawab Margaretha.


"Apa kamu yakin?" tanya Frans


"Tentu aku yakin karena aku sangat tahu betul wanita seperti dia tidak akan mau tersakiti untuk yang kedua kalinya, dia sudah cukup disakiti oleh suaminya sekarang dia akan mencari jalan untuk menyelamatkan anak-anaknya." jawab Margaretha yang kemudian meminta Frans untuk menyingkirkan anak buah pria tersebut.


"Beberapa proyek yang ada di perusahaan kelihatannya mengalami kendala." ucap Frans.


"Kendala apalagi, Frans? Bukankah kamu sudah menangani semua itu?" tanya Margaretha.


"Aku memang sudah menangani semua permasalahan itu, namun beberapa permasalahan itu kembali lagi. Aku ingin kamu melihatnya." jawab Frans.


"Ini sudah malam, Frans. Besok pagi saja aku mau beristirahat hari ini, lagi pula ini adalah Prancis aku tidak ingin banyak orang yang mengetahui siapa diriku." jawab Margaretha yang kemudian masuk ke dalam mobil. rumah besar dan menawan milik pembunuh dari orang tua Margaretha sekarang terlihat begitu sunyi.


Ketika berada di dalam mobil Margaretha mulai mengingat suaminya, kehidupannya yang bahagia itu sudah hancur. semuanya tidak seperti dulu lagi hingga membuat air mata yang sudah kering itu tidak akan bisa keluar lagi.


"Lebih baik kamu istirahat dulu, Margaretha. Aku ingin kamu menenangkan pikiranmu itu." pinta Frans.


"Baiklah kalau begitu." jawab Margaretha yang kemudian memejamkan matanya.


Tak berselang lama Viona istri dari Frans sudah menelpon nampak wanita itu, dia mencari tahu mengenai kondisi dari Margaretha.


"Halo sayang." Viona yang menelpon Frans.


"Ada apa Sayang." jawab Frans.


"Bagaimana kondisi Retha?" tanya Viona.


"Dia sudah baik-baik saja kamu jangan khawatir." jawab Frans.


"Aku mohon kamu jaga dia, suamiku. seperti dia menjaga kita." pinta Viona yang membuat Frans menyetujui apa yang dikatakan oleh istrinya tersebut.


Ponsel itu telah dimatikan, Frans membiarkan Margaretha terlelap di kursi mobil itu Sedangkan Frans duduk di depan bersama dengan sopir.


"Kelihatannya Nyonya benar-benar sangat capek, Tuan Frans." ucap sopir.


"Kamu tahu sendiri kan seperti apa Nyonya kita itu, dia sekarang sudah berubah rasa sakit itu benar-benar sudah merubahnya sedemikian rupa." jawab Frans.


"Siapa yang tidak akan sakit dan siapa yang tidak akan hancur, Tuan Frans. Jika dia mengalami hal seperti ini." jawab Pak sopir.


"Oh ya Kalau begitu lajukan mobilnya hati-hati." Frans yang memperingatkan sopir. mobil berwarna hitam yang kebal dengan senjata itu sudah meninggalkan pembunuh orang tua Margaretha. tubuh yang benar-benar kelelahan dan semua aktivitas yang tidak ada habisnya.


"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Lukas." ucap William.


"Apa yang ingin anda lakukan, Tuan?" tanya Lukas kembali.


"Aku ingin menemuinya, Aku ingin berbicara dengannya." jawab William.


"Sepertinya itu tidak akan bisa terjadi, Tuan. karena yang Saya dengar Nyonya Margaretha yang sekarang sangat berbeda dengan Nyonya Margaretha yang dahulu. dia sudah berubah dengan semua kondisinya." jawab Lukas.


"Hati ini masih mencintainya, Lukas. hati ini masih memikirkannya." ucap William yang kemudian memejamkan matanya.


Pria itu nampak berada di salah satu diskotik yang ada di tempatnya, tatapan matanya menatap suara riuh di tempat tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mengerti kenapa takdir ini seolah mempermainkan kami." ucap William.


"Tapi Tuan, Apakah dalam 5 tahun ini nyonya Margaretha ingatannya sudah kembali?" tanya Frans yang membuat William seketika frustasi.


"Aku tidak tahu Frans, Aku tidak tahu bagaimana jika wanita itu tidak pernah mengingat kembali diriku. Bagaimana jika dia benar-benar melupakanku?" tanya William.


"Anda harus berpikir secara positif, tuan. semoga saja Nyonya Margaretha sudah mengingat anda." ucap Frans yang kemudian meminta majikannya untuk menghadapi wanita itu.


Malam itu sudah mulai bergulir, Malam yang begitu panjang dengan semua masa lalu yang sudah mereka lalui. masa yang selalu diingat oleh William namun pria itu selalu menyakiti Margaretha,


KEDIAMAN MAXWELL


Sekarang nama Margaretha menjadi Margaretha Maxwell, wanita itu nampak selalu menjadi pusat perhatian para pengusaha. di rumah besar itu Margaretha menatap kekosongan yang begitu terasa, tak ada sapaan dari pria yang dia cintai. Tak ada suara teriakan dari kedua mertuanya.


"Kamu sudah pulang, Retha?" tanya Fiona.


"Iya, aku sudah pulang." jawab Margaretha.


"Kalau kamu mencari Leon dia sudah tidur, bocah itu benar-benar begitu capek setelah pulang sekolah sore tadi." ucap Viona.


"Terima kasih ya Viona karena kamu selalu menjaga Leon ketika aku tidak ada di rumah." ucap Margaretha.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat