ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.35



ARTHUR


Beberapa hari kemudian


"Tuan." panggil Frans.


"Ya, ada apa?" tanya Arthur.


"Tuan, kelihatannya tuan William terus mencari tahu tentang nyonya Margaretha." jawab Arthur.


"Apapun yang dilakukan oleh pria itu Aku tidak akan membiarkannya, wanita itu adalah istriku tidak akan kubiarkan dia berusaha untuk mengambilnya." Arthur meminta Frans untuk mencari tahu mengenai William.


"Kamu cari tahu apapun mengenai pria itu, kalau dari masa lalu istriku pria itu adalah pria brengsek cobalah Cari tahu mengenai dia. aku yakin dia sering menyakiti wanita untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." ucap Arthur.


"Baik, Tuan." jawab Frans yang kemudian pergi meninggalkan rumah majikannya.


Arthur terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Frans, Jika benar William terus mencari keberadaan Margaretha dan mencari tahu mengenai Leon. Arthur tidak akan membiarkan hal itu, Margaretha adalah istrinya dia tidak akan pernah melepaskan wanita itu.


Apapun yang terjadi. foto pernikahan Arthur dan Margaretta nampak terpampang begitu menawan, seorang bocah kecil berdiri di antara mereka.


"Ini adalah kebahagiaanku, Aku tidak akan pernah melepaskannya apapun yang terjadi." ucap Arthur.


Semua berjalan dengan begitu perlahan namun sangat menyakitkan bagi William, melihat wanita yang dia cintai bersama dengan pria lain. bersama dengan cinta yang sudah dia yakini, sekarang wanita itu bersama pria yang sudah menikahi dirinya.


Arthur berdiri sembari menetap kantor tempatnya berada, sebuah perusahaan yang sudah didirikan dengan jerih payahnya. Arthur tidak akan membiarkan apa yang dia miliki diambil orang, tekadnya begitu kuat prinsipnya begitu kokoh. Hal itu membuat pria itu benar-benar begitu spesial.


Sesaat kemudian Arthur menelpon Margaretha yang sedang berbelanja tidak jauh dari perusahaan, wanita itu nampak membeli beberapa makanan untuk dia makan di perusahaan.


"Iya sayang." Margaretha yang sudah menjawab panggilan telepon sang suami.


"Apakah kamu sudah selesai, Sayang?" tanya Arthur.


"Sebentar lagi, Memangnya ada apa? Apakah kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Margaretha.


"Tidak, aku hanya ingin tahu kamu sudah selesai atau belum, jika sudah selesai Aku akan menjemputmu." jawab Arthur.


"Tidak usah, sayang. ini juga mau kembali." jawab Margaretha yang kemudian membayar makanan dan minuman yang sudah dia beli.


Tatapan mata seorang wanita nampak menatap Margaretha yang tersenyum begitu menawan, wanita itu tidak suka menggunakan banyak perhiasan yang melekat di dirinya. hanya sebuah cincin berlian yang tidak terlalu besar menempel di jari jemarinya. cincin itu adalah cincin pernikahan yang diberikan oleh Arthur.


"Terima kasih, Nyonya." ucap kasir toko.


"Sama-sama." jawab Margaretha.


Sesaat kemudian seorang pemuda nampak menatap Margaretha. "Bukankah dia adalah istri dari pengusaha Max Arthur?" tanya pelayan toko laki-laki.


"Benarkah?" tanya kasir toko makanan.


"Iya, yang aku tahu istri dari tuan Arthur itu sangat sopan bahkan dia suka sekali berbicara dengan para pelayan dan pekerja yang ada di perusahaan suaminya." jawab si pria.


"Kalau begitu dia bukan tipe wanita sombong, seperti para wanita yang mendekati Tuan Arthur." ucap si wanita.


"Tidak, yang aku dengar Wanita itu sangat baik." jawab si pria.


"Beruntung sekali Tuan Arthur mendapatkan wanita seperti itu, apalagi dia cantik." ucap si wanita.


"Sudah-sudah kalau begitu kita kerja, kalau sampai bos kita tahu maka kita akan diomelin." jawab si pria yang kemudian kembali bekerja.


Seorang wanita terus menatap Margaretha yang keluar dari toko kue tersebut.


"Tidak apa-apa kamu sekarang mendapatkan Arthur, lihat saja sebentar lagi aku akan merebutnya darimu." ucap Celine yang terus memantau apa yang dilakukan oleh Margaretha.


"Nona, lebih baik kita segera kembali nanti Tuan marah." ucap salah satu pengawal Celine.


"Apa kamu tidak tahu kalau aku ini masih ada pekerjaan, Kalau kalian mau pulang mau pulang saja. aku mau menyelesaikan tugasku." jawab Celine.


2 pengawal Celine itu kelihatannya tahu apa yang dipikirkan oleh wanita muda tersebut.


"Jika sampai Nona Celine berani melakukan sesuatu kepada wanita itu bisa-bisa kita akan mati seketika, kau lihat sendiri kan Kalau tuan Arthur itu adalah orang yang kejam. dia tidak akan melepaskan siapapun yang berani mencari masalah kepadanya." ucap salah satu pengawal.


Di luar perusahaan Margaretha sudah melangkahkan kakinya untuk memasuki tempat itu, wanita itu menyapa beberapa pegawai yang ada di sana.


"Pak," Panggil Margaretha kepada salah satu petugas kebersihan yang sudah berusia tua.


"Iya, Nyonya." jawab pria tua.


"Pak, ini nanti bawa pulang." ucap Margaretha yang memberikan sesuatu kepada pria tua tersebut.


"Tapi Nyonya." ucap pria tua.


"Sudah, tidak apa-apa ini untukmu. berikan ini kepada anak istri dan cucumu." pinta Margaretha yang membuat pria tua itu nampak sangat bersyukur.


Baru kali ini seorang wanita yang dekat dengan Arthur memberikan dia sesuatu. beberapa pegawai yang melihat hal itu mereka nampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Margaretha. wanita cantik baik hati dan selalu membantu mereka.


Margaretha nampak masuk ke dalam perusahaan, wanita itu menatap suaminya yang sedang membaca beberapa berkas perusahaan.


"Istirahat dulu, Sayang. ayo kita makan." minta Margaretha.


"Kenapa kamu membeli makanan? Kenapa tidak menyuruh para pegawai saja?" tanya Arthur yang kemudian berjalan dan mendekati sang istri.


"Mereka itu mempunyai pekerjaan sendiri, Sayang. jika kita membebankan apapun kepada mereka nanti pekerjaan mereka terbengkalai, Kamu tidak akan suka seperti itu, bukan?" tanya Margaretha yang membuat Arthur nampak tersenyum.


Di tempat lain terlihat Seorang pria sudah memerintahkan anak buahnya untuk melakukan sesuatu kepada Arthur.


Bagaimanapun caranya dia hanya ingin mengambil wanita yang dia cintai, namun jalan yang ditempuh oleh William benar-benar salah langkah. ketika dia mengambil jalan itu maka sesuatu yang dia inginkan itu akan membencinya selamanya.


"Bunuh dia." perintah seorang pria yang sudah berada di tempat tersebut.


"Apakah saya harus melenyapkan pria itu, Tuan?" tanya si pria.


"Kalian harus membunuh pria itu, celakai dia jika bisa bunuh dia." pintar William.


Entah apa yang terjadi, William mempunyai pemikiran untuk membunuh Arthur. pria itu sudah bersikeras untuk memiliki Margaretha seutuhnya.


"Kenapa kita harus membunuh, Tuan Arthur. bagaimana jika Nyonya Margaretha tahu mengenai hal ini?" tanya Lukas.


"Jika aku tidak membunuh pria itu, Aku tidak akan mendapatkan wanita itu." jawab William.


"Ini semuanya akan membuat Anda terluka, Tuan." ucap Lukas.


"Sudahlah Lukas, Aku tidak mau tahu aku menginginkan wanita itu kembali ke pelukanku. Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mendapatkannya." jawab William.


Lukas tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia yakin kalau William melakukan hal itu. kebencian yang dimiliki oleh Margaretha akan berlipat ganda.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat