ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM

ONE NIGHT STAND WITH MISTER WILLIAM
BAB.46



Di Prancis terlihat seorang pengusaha yang benar-benar ditakuti di negara tersebut, Seorang pria yang mempunyai julukan pengusaha berantai. langkah kaki William memasuki perusahaannya.


"Lukas." Panggil William.


"Ya tuan." jawab Lukas.


"Singkirkan perusahaan emperor sekarang juga, aku tidak mau perusahaan itu tetap berdiri dengan semua kebusukan yang telah dia lakukan." perintah William.


"Baik Tuan." jawab Lukas yang kemudian pergi.


William yang sekarang begitu berbeda dengan William yang dahulu, William yang sekarang begitu anti dengan seorang wanita. hatinya sudah membeku cinta yang selalu Dia tebar untuk seluruh wanita juga sudah membeku. dia tidak ingin mengenal seorang wanita pun, dia tidak pernah membiarkan para wanita itu berusaha untuk mendekatinya.


"Tuan." Panggil seorang wanita yang sudah masuk ke dalam perusahaan William.


Nampak William menatap seorang wanita yang memakai pakaian begitu seksi, pakaian atasnya seolah menunjukkan bagian dada yang begitu terbuka sedangkan pakaian bagian bawah begitu minim.


"Keluarlah dari kantorku sebelum aku melemparmu dari kantorku, cepat keluar dari perusahaanku." perintah William yang membuat wanita itu terdiam.


Sesaat kemudian langkah kaki si wanita nampak mendekati William, wanita itu ingin menggoda William. dia tidak percaya dengan rumor pengusaha berantai yang dikatakan oleh beberapa pengusaha.


"Tuan, aku kemari karena aku ingin mengajukan beberapa proposal kerjasama kita." ucap si wanita.


William tidak akan mengatakan sesuatu sebanyak dua kali, pria itu nampak mendekati wanita itu kemudian tersenyum padanya.


"Aku tidak suka bermain kasar dengan wanita manapun, tapi jika kamu tidak segera keluar dari kantorku maka benda padat ini akan melukai wajahmu yang kamu anggap cantik itu." ancam William yang membuat tubuh wanita itu langsung gemetar.


Salah satu tangan William nampak sudah mencengkram leher wanita itu, Suara William yang begitu berat menunjukkan pria itu adalah seorang pria yang begitu menakutkan.


"Keluar dari sini atau aku akan menggunakan kekerasan." kemarahan William nampak keluar hingga membuat wanita itu nafasnya terasa tercekat di leher. kedua bola matanya seketika berkaca-kaca, tatapan mata William menunjukkan ketidaksukaan yang begitu luar biasa.


"Pergilah dari sini jika tidak aku akan melukai wajahmu yang kamu anggap cantik itu dengan pisau yang selalu menemaniku." setelah mendengar apa yang dikatakan oleh William seketika wanita itu langsung keluar dari kantor William dengan terburu-buru.


Niat hati ingin menggoda pria itu malah dia sendiri yang sudah lari terbirit-birit, Lukas yang baru memasuki kantor Bosnya itu nampak dia sangat terkejut saat melihat seorang wanita yang sudah keluar dengan wajah pucat bahkan langkah kakinya sedikit sempoyongan.


"Maaf tuan, apa yang terjadi dengan wanita itu?" tanya Lukas.


"Dia mencoba untuk bunuh diri, Lukas. kelihatannya dia mempunyai banyak nyawa." jawab William yang kemudian duduk di kursi kebesarannya.


"Bagaimana Lukas?" tanya William.


"Sudah tuan, besok perusahaan itu tidak akan bisa buka kembali." jawab Lukas.


"Baiklah kalau begitu, Lukas. Aku ingin menenangkan diriku Sebentar aku ingin keluar perusahaan untuk mencari udara." William yang kemudian keluar dari perusahaan bersama dengan Lukas.


Langkah kaki William terlihat begitu berirama, langkah kaki yang menunjukkan siapapun yang mendengar langkah kakinya harus bersiap-siap dengan semua yang akan dia lakukan.


"Tuan." Panggil Lukas.


"Iya Lukas." jawab William.


"Tuan, saya baru mendapatkan sebuah informasi yang menurut saya entah Anda suka atau tidak." ucap Lukas.


"Memangnya ada apa?" tanya William.


"Ini mengenai Nyonya Margaretha." jawab Lukas.


"Sudahlah Lukas, jangan membicarakan mengenai wanita itu. aku benar-benar merasakan sesak yang sangat besar saat mendengar namanya, cintaku hanya untuk wanita itu namun dia sudah berbahagia dengan pria pilihannya." jawab William yang kemudian tidak menghiraukan perkataan dari orang kepercayaannya.


"Tuan." Panggil Lukas kembali.


"Seandainya Anda mengetahui kalau Nyonya Margaretha sekarang sudah menjadi janda, apa yang akan terjadi, Tuan? wanita yang begitu anda cintai itu sekarang berdiri sendiri tanpa ada yang melindunginya." guman Lukas dalam hati.


Hari ini William ingin berjalan-jalan di sekitar perusahaan saja, pria itu masuk ke sebuah restoran sederhana namun begitu khas.


"Dulu aku sering ke restoran seperti ini kan, Lukas? aku sering ke restoran seperti ini untuk menemui wanita itu." ucap William yang kemudian mengingat masa lalunya.


Lucas ingin memberitahu William berulang kali namun sayangnya pria itu tidak pernah mau mendengarkannya, sebuah tabloid sudah berada di meja itu. terlihat William yang biasanya tidak suka kabar apapun nampak pria itu membuka majalah tersebut, beberapa lembar dibuka oleh William tanpa membaca isi dari majalah tersebut, saat berada di pertengahan lembar majalah tatapan mata pria itu menatap sebuah foto wanita bersama dengan putranya.


Seketika kedua tangan William menyentuh foto Margaretha dan Leon, pria itu nampak tersenyum saat melihat foto dari wanita yang begitu dia cintai. setelah melihat foto Margaretha Entah mengapa pria itu tiba-tiba ingin meneliti kehidupan wanita itu bersama dengan suami dan putranya. tatapan mata William nampak menatap sebuah tulisan yang benar-benar membuatnya terkejut, William tidak yakin dengan apa yang dia lihat.


Seketika pria itu meminta Lukas untuk membaca tulisan yang ada di majalah tersebut, majalah bisnis dari beberapa pengusaha yang ada di dunia.


"Lukas, coba kamu baca ini apakah penglihatanku atau aku yang agak bingung?" tanya William.


Seketika Lucas melihat foto Margaretha yang ada di majalah tersebut, Lukas membaca tulisan yang ada di majalah itu. tatapan mata Lukas menatap atasannya tersebut.


"Coba kamu baca itu Lukas." pinta William.


"Sebenarnya ini yang akan saya katakan kepada Anda, tuan." jawab Lukas.


"Maksudmu?" tanya William kepada Lukas.


"Saya baru mengetahui dari rekan bisnis kita yang berada di Korea, katanya Tuan Arthur sudah meninggal 2 tahun yang lalu." Lukas yang membuat William benar-benar terkejut luar biasa.


"Apa maksudmu, Lukas?" tanya William.


"Iya tuan, kata rekan bisnis kita kalau pria itu meninggal 2 tahun yang lalu. karena penyakit yang selama ini tidak dia katakan kepada Nyonya Margaretha." jawab Lukas yang membuat William benar-benar terkejut dengan semua yang dikatakan oleh Lukas.


William seketika terdiam dengan semua keterkejutannya, pria itu tidak akan menyangka kalau pria seperti atur meninggal dengan cara mengenaskan. dia tidak pernah menyangka kalau pria itu mempunyai penyakit hingga merenggut nyawanya, mertua Margaretha meninggal karena ada seseorang yang sudah membuat mereka kehilangan nyawa.


"Apakah wanita itu masih berada di Korea, Lukas?" tanya William.


"Yang saya tahu kalau sekarang nyonya Margaretha berada di Paris, wanita itu mengembangkan beberapa bisnis mertuanya semenjak 3 tahun yang lalu." jawab Lukas yang membuat William menghela nafasnya begitu dalam.


** Bersambung **


Mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan


-Isteri simpanan bos kejam


-Gairah cinta isteri muda


-One night stand with mister William


-Mantra cinta gadis pemikat