Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 49



Hesti dan Dimas benar-benar tidak memiliki rasa malu sedikitpun. Dengan wajah tebal mereka bertamu ke rumah Gaga. Entah dapat dari mana alamat rumah Gaga, tapi yang jelas sekarang Hesti dan Dimas sudah duduk di ruang tamu menunggu Nirmala dan Gaga keluar.


"Mas, besar dan mewah banget rumah ini. Aku jadi pengen," ucap Hesti berbisik.


"Iya. Bisa-bisanya Nirmala tidak memberitahu kita kalau suaminya orang kaya."


"Apa ku bilang, kita bisa memanfaatkan suami Nirmala." Ujar Hesti.


Bisikan mereka terhenti saat melihat Nirmala menghampiri mereka bersama dengan Shaka.


"Hai keponakan tante yang ganteng,...!" Ujar Hesti yang sok baik. Wanita ini mencoba menggendong Shaka namun Shaka menolak.


"Ini om Dimas, kakak dari mamah kamu." Ujar Dimas yang juga sok baik.


"Tahu dari mana kalian jika aku tinggal di sini?" Tanya Nirmala tidak suka.


"Nir, kamu ini tega banget sama kakak. Punya suami kaya raya tapi kok tidak memberitahu kami," ujar Dimas tak tahu malu.


"Iya, kamu jahat banget!" Timpal Hesti.


"Lelucon seperti apa yang sedang kalian perankan ini?" Tanya Nirmala dengan senyum sinisnya. "Apa kalian lupa jika kalian telah membuang ku layaknya sampah dan aib bagi kalian?"


Dimas dan Hesti saling toleh lalu tertawa masam.


"Lupakan hal itu Nir, kakak minta maaf," ucap Dimas.


"Kakak juga minta maaf Nir," ucap Hesti.


"Katakan saja, apa maksud kalian datang ke sini?" Tanya Nirmala langsung pada intinya.


"Begini Nir, usaha kakak bangkrut. Kalau bisa kakak mau pinjam modal sama suami kamu. Lima ratus juta pasti jumlah yang kecil untuk suami kamu. Bisakan?"


Nirmala tertawa mendengar permintaan kakaknya yang tidak tahu malu ini.


"Jadi, kedatangan kalian ke sini hanya untuk uang?" Tanya Nirmala.


"Tolonglah kami Nir, apa kamu tega melihat kakak mu jatuh seperti ini?" Dimas memohon.


"Saat aku jatuh bahkan terpuruk, kalian kemana?" Tanya Nirmala membuat Hesti dan Dimas terdiam.


"Semua uang ku memang di pegang oleh Nirmala, istri ku. Nirmala bebas menghabiskan semua uang ku tapi bukan untuk kalian," ucap Gaga yang ternyata menguping pembicaraan mereka.


"Loh, ini toh suami Nirmala. Perkenalkan, aku Hesti. Kakak ipar Nirmala," ucap Hesti yang tak bermuka.


"Apa kalian lupa jika kalian pernah mengusir aku dan Nirmala?" Tanya Gaga kesal. "Pergi dari rumah ku sekarang juga!" Usir lelaki ini.


"Nir, tolonglah kakak." Mohon Dimas.


"Pergilah, kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Kalian sudah membuang ku layaknya sampah dan kalian sudah tidak menganggap aku saudara. Pergilah!" Usir Nirmala lalu mengajak Shaka masuk ke dalam.


Gaga memanggil penjaga rumahnya, memberi perintah untuk mengusir Dimas dan Hesti.


"Benar kata orang, hanya uang yang bisa membuat seseorang menganggap kita menjadi saudara terbaiknya," ucap Gaga seraya menggelengkan kepala.


Hesti dan Dimas sama mengumpat, mereka tidak terima di perlakuan seperti ini oleh Nirmala.


"Adik mu itu sombong sekali. Saudara lagi jatuh bukannya di bantu malah menghina," ucap Hesti kesal.


"Kita harus mencari cara untuk mendekati Nirmala kembali," ujar Dimas langsung di iya kan oleh istrinya.


Hilang Dimas dan Hesti, gantian Medina yang datang ke rumah Gaga. Gaga yang belum masuk ke dalam merasa sial telah bertemu dengan Medina.


"Mau apa kau?" Tanya Gaga kesal.


"Gaga, akhirnya aku bertemu dengan mu juga," ucap Medina senang.


"Katakan saja apa mau mu?"


"Kenapa kau tega menikah dengan perempuan lain?" Tanya Medina dengan wajah sedih. "Aku sudah menunggu mu sekian tahun, tapi kenapa kau membalas ku seperti ini?"


"Kau masih memiliki muka bertemu dengan ku dan menanyakan hal seperti ini. Pergilah, jika kau masih ingin hidup tenang." Usir Gaga juga mengancam.


"Gaga, aku.....!!"


"Kau,....!!" Medina menunjuk ke arah Nirmala. "Seharusnya kau tidak hadir dalam hidup Gaga."


"Turunkan tangan mu!" Titah Gaga tidak suka.


"Gaga, dia sudah merebut mu dari ku!" Ujar Medina bersikeras.


"Nirmala adalah istri idaman ku. Aku mencintai dia, mau apa kau?"


"Angkatlah derajat mu, jangan kau jatuhkan harga diri mu demi kepuasan sesaat. Kebahagiaan hasil merebut tidak akan pernah abadi. Ingatlah, hukum tabur tuai itu ada." Ucap Nirmala yang sebenarnya masih menahan emosi.


"Jangan sok bijak kau!" Seru Medina tidak terima.


"Heh,...pergi sana!" Gaga mengusir Medina.


"Awas kalian," ancam Medina sebelum pergi.


Wanita ini mengumpat, menyumpahi Nirmala habis-habisan. Melihat sikap Medina yang seperti ini, Nirmala yakin jika dulu Gaga benar-benar di jebak olehnya.


"Aku suka gaya mu," ucap Gaga yang bangga pada Nirmala.


"Jangan pernah membiarkan pintu rumah ini terbuka untuk perempuan lain atau aku yang akan menutupnya dengan kepergian ku," ucap Nirmala kemudian pergi begitu saja.


Gaga hanya bisa tertawa masam, melihat sorot mata Nirmala saja ia sudah merasa ketakutan.


"Sayang,....mana berani aku menduakan kamu," ucap Gaga menyusul istrinya.


"Gak ke kantor?" Tanya Nirmala.


"Kamu marah ya sama aku?" Gaga bertanya balik.


"Aku tidak marah sama kamu mas. Hanya memperingati kamu aja. Aku sudah mempercayai kamu, sekali saja kau berani membohongi ku. Akan ku pastikan kau menyesal di sisa umur mu ini," ucap Nirmala membuat Gaga menelan ludahnya kasar.


"Kejam amat deh istri ku," sahut Gaga.


"Kejam demi menjaga harga diri rumah tangga itu perlu. Berani mendua itu artinya kalian para lelaki harus siap kehilangan segalanya."


"Tidak semua laki-laki, perempuan juga ada seperti itu." Gaga membela diri.


"Intinya sama aja, kita harus saling menjaga." Sahut Nirmala.


"Makin cinta makin sayang sama kamu," ucap Gaga yang langsung memeluk Nirmala.


"Papah,....!!"


Gaga langsung melepaskan pelukannya saat Shaka masuk ke dalam kamar mereka. Gaga lupa menutup pintu sesudah masuk kedalam kamar tadi.


"Sayangnya papah, ada apa sayang?" Tanya Gaga.


"Shaka mau ikut kakek pergi. Boleh gak pah?" Izin Shaka.


"Boleh dong sayang. Cium papah dulu."


Shaka mencium pipi kanan kiri papahnya.


"Mamah kok gak di cium?" Protes Nirmala.


"Mamah di cium sama papah aja!" Celetuk Shaka membuat Nirmala tercengang.


"Shaka, siapa yang ngajarin ngomong gitu sayang?" Tanya Nirmala lembut.


"Papah yang ngajarin mah." Jawab Shaka membuat Gaga langsung menepuk jidatnya.


Huft,.....


Nirmala membuang nafas kasarnya.


"Ngajarin anak itu yang baik-baik. Iiiiiiih.....!!" Nirmala yang geram menjewer telinga suaminya.


Shaka yang melihat hal tersebut langsung tertawa lucu melihat kelakuan kedua orang tuanya.