Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 11



"Gaga,....Gaga,.....!" Wajah Randi panik, ia terus berteriak memanggil Gaga.


"Rumah ku bukan hutan, kenapa kau teriak-teriak hah?" Sentak Gaga dari lantai dua rumahnya.


Bergegas Randi menaiki tangga menghampiri Gaga.


"Apa om Tirta ada di rumah?" Tanya Randi.


"Gak ada. Ada apa memangnya?" Tanya Gaga benar-benar penasaran.


"Mari kita bicara di ruang kerja mu!"


Tanpa di iyakan oleh Gaga, Randi langsung pergi menuju ruang kerja Gaga.


"Aku sudah mendapatkan informasi latar belakang Dania," ujar Randi memberitahu.


"Bukan dia yang ku maksud, tapi Shaka!"


"Dengar dulu cerita ku!" Seru Randi kesal, "Shaka bukanlah keponakan kandung Dania melainkan anak dari temannya. Namanya Nirmala, dan asal kau tahu, Nirmala berasal dari kota di seberang sana!" ujar Randi memberitahu.


Deg,.....


Seketika jantung Gaga berdebar.


"Apa dia sudah menikah?" Tanya Gaga dengan suara bergetar.


"Anak buah kita sudah pergi ke sana untuk mencari tahu. Nirmala korban perkosaan, hamil lalu di usir sama kakak laki-lakinya."


"Apa informasi yang kau dapat ini benar?" Tanya Gaga masih tidak percaya.


"Aku dapat sumber dari orang terpercaya. Kakak ipar Nirmala, dia bilang jika adik iparnya itu pernah di perkosa di dermaga."


Deg,......


Kaki Gaga seketika lemas.


"Foto yang ku berikan pada anak buah kita, di antara Dania dan Nirmala, orang-orang hanya mengenal Nirmala. Dari sini lah mereka menyusuri latar belakang siapa Nirmala."


"Apa kau tahu kapan kejadian perempuan itu di perkosa?" Tanya Gaga penasaran.


"Tahunnya sama persis dengan kejadian yang kau alami dulu. Demi informasi ini, anak buah ku membayar mahal kakak ipar Nirmala. Dia berkata jika kejadian keji ini tidak ada orang yang tahu selain Nirmala, kakak laki-lakinya dan kakak iparnya."


Gaga menarik nafas panjang, mengacak rambutnya frustasi. Ia sendiri tidak ingat bagaimana rupa wajah dari perempuan yang ia nodai beberapa tahun yang lalu.


"Ganti uang ku!" Seru Randi, "perempuan sialan itu meminta bayaran mahal untuk informasi tentang Nirmala. Dia rela menjual aib adik iparnya demi uang!"


"Apa hubungannya dengan Dania? karyawan ku di kantor."


"Dania lah yang menolong Nirmala di saat Nirmala di usir oleh kakaknya. Kehamilan Nirmala tidak di inginkan, dia adalah aib bagi keluarganya. Gaga, jika benar Nirmala adalah perempuan yang kau nodai malam itu, apa yang akan kau lakukan?"


Gaga terdiam, pikirannya semakin runyam.


"Bocah yang bernama Shaka itu sangat mirip dengan mu. Kita hanya bertemu dengannya dua kali tapi aku merasa ada sesuatu di bocah itu."


"Shaka adalah bocah yang selama ini ada di dalam mimpi ku," ujar Gaga memberitahu, "Ran, tidak mungkin perempuan itu hamil sedangkan aku hanya melakukannya sekali. Semua ini tidak mungkin!" Gaga berkilah.


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Tuhan pertemukan kau dengan Shaka dengan cara yang biasa bahkan dia hadir dalam mimpi mu. Kau harus mencaritahu tentang Nirmala dan Shaka. Semoga saja dia bukan perempuan yang kau nodai."


"Jika itu benar, aku pun tidak mungkin mengakui Shaka sebagai anak ku. Papah bisa marah besar pada ku Ran."


Tiba-tiba saja lemari putar yang ada di ruangan tersebut berputar. Tirta berdiri dengan wajah merah menahan amarah dengan tatapan tajam ingin menghajar Gaga.


"Papah tidak pernah mendidik mu menjadi laki-laki pecundang seperti ini Gaga!" Ucap Tirta marah besar.


"Pah, bukannya papah pergi?" Gaga memberanikan diri bertanya.


Plak,....Plak,....


Tirta melangkah lalu memukul wajah anaknya dua kali.


"Siapa perempuan yang sudah kau perkosa itu Gaga? katakan pada papah!" Tirta mencengkram leher anaknya sendiri.


"Om, tenang om. Jangan seperti ini om...!" Randi mencoba menengahi.


"Gaga juga gak tahu pah. Malam itu Gaga gak sadar!"


"Melakukan perbuatan tercela kau bilang tidak sadar? mamah mu pasti menangis di atas sana melihat kelakuan mu Gaga."


"Gaga di jebak sama Medina om!" Seru Randi membuat Tirta melepaskan cengkramannya.


"Medina? di jebak Medina?" Tirta bingung.


"Acara reuni beberapa tahun yang lalu ternyata sudah di atur oleh Medina. Dia memberi obat pada minuman ku. Medina ingin tidur dengan ku agar aku menikahnya. Tapi, pada malam itu aku berhasil kabur dari hotel. Sialnya malam itu ketika aku tidak bisa menahan hasrat ku. Pada saat itu, aku melihat seorang perempuan yang sedang duduk sendirian lalu aku menodainya pah. Tapi, aku benar-benar tidak tahu siapa perempuan itu." Tutur Gaga panjang lebar menjelaskan pada sang papah.


"Sudah tahu kau berbuat salah, kenapa kau tidak bertanggung jawab hah? apa gunanya kau sekolah tinggi-tinggi?"


"Gaga panik pah, Gaga yakin papah pasti marah besar karena Gaga sudah mencoreng nama baik keluarga kita."


"Pemikiran bodoh!" Seru Tirta, "Sekarang, di mana perempuan itu?"


"Gaga belum pernah melihatnya lagi pah."


"Aku juga om, aku belum pernah melihatnya." Timpal Randi.


"Kalian sama-sama bajingan!"


Tirta yang masih marah langsung memberikan satu pukulan untuk Gaga dan satu pukulan untuk Randi.


Tirta mengusap wajahnya kasar, nafasnya naik turun merasakan kekecewaan.


"Sejak kau menceritakan mimpi mu itu, papah sudah curiga pada mu. Oh Gaga, kau adalah laki-laki Gagal!" Tirta lemas, kecewa pada anaknya.


"Apapun caranya, kau harus bisa membawa perempuan itu masuk ke rumah ini. Dapat atau tidaknya maaf dari perempuan itu sudah menjadi resiko mu. Sekalipun dia melaporkan mu pada polisi, kau tidak berhak melakukan perlawanan." Tirta yang masih langsung keluar setelah mengucapkan kata-kata tersebut.


"Gaga bodoh!" Umpat Randi kesal, "kau bilang papah mu pergi. Sekarang lihat, apa yang harus kita lakukan? bagaimana kita mendekati perempuan yang bernama Nirmala itu? Jika bukan Nirmala korban mu, akan semakin sulit kita mencaritahu siapa korban mu itu."


Randi benar-benar kesal, gara-gara kesalahan Gaga, ia harus ikut menanggung masalahnya.


Tirta langsung meminum obat darah tingginya, sungguh Tirta kecewa pada Gaga yang begitu jahat.


"Siapa anak yang kau bicarakan dengan Randi tadi?" Tanya Tirta yang sempat menguping.


"Aku juga tidak tahu pah. Tapi, Randi bilang dia sangat mirip dengan ku. Bahkan dia sangat mirip dengan anak kecil yang ada di mimpi ku."


Pyaaaar,......


Tirta yang marah tiba-tiba saja melempar gelas ke arah Gaga.


"Dasar bodoh!" Umpat Tirta, "di mana otak mu Gaga? Mimpi itu adalah sebuah pertanda. Kau harus mencaritahu siapa ayah dari anak itu!"


Tirta pusing, pada akhirnya ia memutuskan masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat sedangkan Gaga hanya bisa diam bergelut dengan pemikirannya sendiri.