Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 26



"Gaga,...Gaga,...tunggu aku!"


Medina berteriak sambil mengejar Gaga yang acuh saat memasuki kantor.


Medina yang berhasil mengejar langsung menarik tangan Gaga.


"Apa?" tanya Gaga kesal.


"Gaga. Malam ini kau harus pergi dengan ku ke acara pesta ulang tahun teman ku. Aku tidak butuh penolakan!"


Gaga tertawa sini, pria ini menarik nafas panjang.


"Memangnya siapa kau yang berani mengatur ku?" tanya Gaga mengejutkan Medina.


"Kau calon suami mu Gaga. Kenapa kau tidak pernah mengerti perasaan ku hah?"


"Jangan melupakan ulah mu dulu Med. Jika aku mau, aku bisa melempar mu ke penjara. Lagian, jika aku menikah, aku akan menikah dengan perempuan lain."


"Jangan bilang kau mau menikah dengan......?" Medina tidak melanjutkan ucapannya.


"Ya. Perempuan yang sudah melahirkan anak ku!" jawab Gaga kemudian masuk kedalam lift.


Medina mengumpat kesal, ia kembali teringat pada perempuan yang di ceritakan oleh Sofia.


"Bertahun-tahun aku menunggu dan mengejar Gaga. Tidak akan mungkin aku membiarkan perempuan lain menikah dengan Gaga sekalipun dia adalah ibu dari anaknya Gaga."


Medina pergi, tanpa ia sadari ucapannya di dengar oleh Randi. Randi bergeleng kepala mendengar hal tersebut.


"Bisa-bisanya dia sangat jahat. Anak dan ibu sama saja!"


Randi masuk kedalam lift, menyusul Gaga yang sudah lebih dahulu.


Sedangkan Nirmala dan Dania sudah kembali bekerja seperti biasa. Shaka di asuh oleh sang Kakek, Tirta pun akhirnya betah berada di rumah.


"Hati-hati dengan Medina. Dia berniat untuk mencelakai Nirmala dan anaknya," ujar Randi memberitahu Gaga.


"Tahu dari mana kau?" tanya Gaga tidak percaya.


"Sebelum dia pergi, aku tanpa sengaja mendengar dia bicara sendiri."


"Ran, aku bingung. Bagaimana caranya aku bisa menikahi Nirmala?"


"Menikahlah dengan cinta, bukan karena adanya anak di antara kalian," ucap Randi membuat Gaga terdiam sejenak, "tanpa menikah dengan mu, aku yakin jika Nirmala bisa membesarkan Shaka sendiri."


"Aku menyukai Nirmala. Tapi dia sangat dingin pada ku!"


"Kau saja kurang merayu. Kau harus lebih menempel lagi pada Nirmala," ujar Randi memberi saran.


"Lalu aku harus apa sekarang?" tanya Gaga yang sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam merayu perempuan.


Randi melirik jam yang melingkar di tangannya, lalu berkata pada Gaga.


"Mana mungkin dia mau. Kau tahu sendiri si Dania selalu menempel sama Nirmala."


Randi membuang nafas kasar, mengumpat kesal pada Gaga.


"Aku akan mengajak Dania. Kau urus saja Nirmala!"


"Dania juga lumayan cantik. Jangan-jangan kau.....!" Gaga menebak.


"Bukan selera ku. Dia terlalu banyak omong!"


"Hati-hati kalau bicara Ran. Mana tahu dia juga jodoh mu!"


"Banyak omong memang. Ayo cepat pergi," ajak Randi kesal.


Mereka pergi ke ruang istirahat, di sana ada Nirmala dan Dania yang sedang beristirahat sambil mengobrol dengan karyawan yang lain.


Semua karyawan yang berada di dalam ruangan tersebut langsung berdiri kaget saat melihat kedatangan Gaga dan Randi.


"Nir, ikut saya!" ujar Gaga dengan wajah dingin.


"Kamu Dania, ayo ikut saya!" ujar Randi.


"Saya pak?" Dania menunjuk dirinya sendiri.


Randi mengangguk kecil, "cepatlah!"


"Nir, ayo cepat!" Gaga mendesak.


Nirmala sebenarnya ingin menolak tapi ia tidak bisa menolak keinginan Gaga.


Mereka berempat pergi, tapi menggunakan mobil masing-masing.


"Kita mau kemana?" tanya Nirmala penasaran.


"Makan siang!" jawab Gaga singkat.


"Jika aku kembali ke kantor nanti, apa kata karyawan lain? Mereka pasti bertanya-tanya ada hubungan apa aku dan kau?"


"Katakan saja jika kau adalah istri ku!"


"Dalam mimpi mu!" Seru Nirmala kesal.


"Ayo putar balik. Aku bisa makan siang di kantin," ajak Nirmala.


"Aku menolak dan kau tidak boleh menolak!"


"Dasar burung Gagak. Jika menurutkan hati ku ini, sudah ku hajar kau!" Ucap Nirmala kesal.


Gaga tertawa, pria ini lebih senang melihat Nirmala mengomel dari pada melihat Nirmala berdiam diri.