Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 40



Huuuh,.......


Gaga membuang nafas kasar setelah ia melihat Nirmala yang baru saja terlelap tidur. Di pandangnya sekali lagi wajah Nirmala yang sembab. Ada rasa kelegaan setelah mereka saling menumpahkan isi hati.


Gaga kembali ke sofa, merebahkan diri lalu merenungi apa yang sudah terjadi. Malam semakin larut, pada akhirnya Gaga terlelap juga.


Hening malam dalam kegelapan, Nirmala bangun karena merasa kehausan. Tanpa sengaja matanya tertuju ke arah Gaga yang tidur tanpa menggunakan selimut.


Nirmala juga punya hati, wanita ini menghampiri Gaga lalu membangunkannya.


"Gaga bangun,...Gaga bangun....!" Nirmala menggoyangkan lengan Gaga. Berulang kali sampai Gaga terbangun.


"Ada apa?" tanya Gaga dengan suara serak mengantuk.


"Dingin, tidur di sana aja!" Nirmala menunjuk ke arah tempat tidur.


Gaga mengikuti arah tangan Nirmala.


"Ah, gak lah. Aku tidur di sini aja," tolak Gaga.


"Di hujan dan cuaca sangat dingin. Kamu tidur di sana aja." Nirmala memaksa.


"Kalau aku tidur di sana, kamu pasti akan tidur di sofa ini. Gak ah, biar aku aja tidur di sini."


"Hiidiiih,.....siapa juga yang mau tidur di sini?" tanya Nirmala membuat Gaga bingung.


"Maksud mu kita tidur berdua gitu?" Gaga bertanya balik.


Nirmala hanya diam saja.


"Kamu ngelantur kali. Gak ah, besok pagi kalau kamu lihat aku bisa-bisa kamu tonjok wajah ku!"


"Gak gitu juga maksudnya!"


"Lalu bagaimana?"


"Di luar hujan dan dingin. Jika kau tidur di sini kau bisa masuk angin."


"Berarti kau dalam keadaan sadar menyuruh ku tidur di sana?"


"Gaga, aku serius. Kalau gak mau ya udah!"


Sheeeeet,........


"Gak usah protes. Sudah malam, ayo tidur!" Bisik Gaga membuat Nirmala tak jadi protes.


Bisa-bisa Nirmala tidak marah saat Gaga memeluk dirinya.


"Aku ini kenapa?" tanya Nirmala dalam hati, "kenapa pelukan ini begitu hangat dan nyaman. Aku merasa diri ku yang kosong kini berisi."


Kalut pikiran Nirmala hingga membuatnya terlelap begitu saja di dalam pelukan Gaga. Hembusan nafas lembut sedikit dengkuran membuat Gaga yakin jika Nirmala sudah tidur.


Pria ini mendongakkan wajahnya ke depan untuk melihat wajah Nirmala.


"Akhirnya tidur berdua juga," ucap Gaga dalam hati. Pria ini tersenyum senang, semakin erat pelukannya hingga terlelap begitu saja.


Malam yang gelap telah berganti pagi yang cerah. Kilauan mentari pagi masuk menembus ventilasi udara. Nirmala yang terkejut langsung bangun dan duduk.


"Aku kesiangan," ucapnya pelan.


Nirmala melihat ke arah perutnya, ternyata lengan Gaga masih memeluk erat dirinya. Pelan-pelan Nirmala menyingkirkan tangan Gaga.


"Mau kemana hemmm?" tanya Gaga dengan mata yang masih terpejam.


"Gaga,...!" Nirmala mendadak gugup, "kau sudah bangun?"


"Tidurlah sebentar lagi. Aku masih mengantuk!"


"Ini sudah pagi. Jam enam!" Sahut Nirmala.


Tak menjawab, Gaga malah menarik Nirmala ke dalam pelukannya.


"Tidur sebentar lagi. Kita di sini liburan, kenapa juga kau harus bangun pagi?"


Nirmala tak menanggapi, entah kenapa wanita ini menjadi linglung dan menurut pada Gaga. Lagi-lagi Nirmala tertidur di dalam pelukan Gaga.


"Maunya gini ternyata. Harus di paksa!" Batin Gaga lalu ia tersenyum senang karena sekarang ia bisa tidur di samping Nirmala.


"Sekarang cuma tidur, nanti malam bisa dong ehem....ehem......!!" Gaga kembali berkhayal.