
"Papah kok bobo di situ, kenapa gak bobo di sini?" tanya Shaka dengan polosnya.
"Papah bobo di sini aja sayang. bobo gih, sudah malam."
"Gak mau!" rajuk Shaka, "Shaka mau bobo sama mamah dan papah."
Gaga menoleh ke arah Nirmala yang sejak tadi hanya diam saja.
"Papah gak sayang sama Shaka," ucap bocah itu dengan mata berkaca-kaca tak berapa lama keluar air mata.
Shaka menangis tak bersuara, hanya air matanya saja yang membasahi pipi.
Melihat anaknya menangis, Gaga langsung menghampiri Shaka lalu menggendongnya.
"Kenapa nangis hemmm?" tanya Gaga sambil mengusap air mata anaknya, "papah sayang sama Shaka. Kita bobo bareng kok!"
"Shaka jangan nangis ya nak, semua sayang Shaka termasuk papah," ucap Nirmala.
Hanya lewat kode mata, Gaga mengisyaratkan pada Nirmala agar ia mau menuruti permintaan Shaka.
Mereka naik ke atas tempat tidur, Shaka berada tengah antara Gaga dan Nirmala.
Shaka memeluk Gaga, membuat Nirmala merasa cemburu.
"Mamahnya di cuekin. Shaka mah gak adil, masa cuma papah yang di peluk!" protes Nirmala.
"Dari pada di peluk Shaka, mending di peluk sama papah Shaka aja!" Celetuk Gaga.
Nirmala mencubit tangan Gaga yang sedikit nakal.
"Galak bener!" seru Gaga.
"Bisa diam gak?, biarkan Shaka tidur!"
"Shaka sudah tidur, selanjutnya kita mau ngapain?" tanya Gaga.
"Kembali ke sofa!" usir Nirmala.
"Gimana mau bergerak, lihat anak mu!''
Shaka memeluk Gaga dengan erat.
"Alasan aja!"
Nirmala memejamkan mata, tak berapa lama ia terlelap begitu saja.
"Sekarang aku tidur di samping Shaka, besok-besok aku tidur di atas Nirmala," ucap Gaga di dalam hatinya.
Gaga yang asyik berkhayal pada akhirnya terlelap juga. Malam yang semakin larut, tapi Shaka masih memeluk sang papah seakan takut di tinggalkan.
Untuk beberapa saat Nirmala melamun sambil menatap wajah Gaga dan Shaka yang sangat mirip. Sungguh Nirmala terpesona melihat wajah tampan Gaga, ada rasa yang entah tidak bisa di jelaskan.
"Kalau di lihat-lihat si Gagak ini ganteng juga. Gak heran kalau Shaka sangat tampan," batin Nirmala.
Asyik memandang Nirmala sadar juga. Wanita ini bergegas menguncir rambutnya kemudian keluar dari kamar.
"Masak apa Nir?" tanya Dania yang baru saja bangun.
"Yang simple. Nasi goreng aja!"
"Oh,.....Shaka mana?" tanya Dania lagi.
"Masih tidur sama Gaga," jawab Nirmala.
"Gimana Nir, amankah hati mu tadi malam?"
"Gak aman. Tapi kenapa tidur ku nyenyak ya?" Nirmala bertanya balik.
"Itu artinya kau merasa aman karena tidur mu ada yang menjaga."
"Ada-ada aja. Udah, mandi sana setelah itu sarapan."
"Iya,....!" Dania kembali ke kamarnya sedangkan Nirmala melanjutkan acara masaknya.
Pukul enam pagi, Gaga sudah bangun. Pria ini keluar dari kamar sambil menggendong Shaka yang masih mengantuk.
"Astaga, kenapa dia tampan sekali padahal belum mandi." Batin Nirmala sibuk bicara.
Gaga melihat meja makan yang sudah siap dengan makanan dan susu juga kopi.
"Kopi ini, apa untuk ku?" tanya Gaga untuk memastikan.
"Bukan, itu untuk Shaka!" canda Nirmala.
"Serius Nir?"
"Buat kamu. Kenapa?"
"Terimakasih istriku," ucap Gaga sambil menurunkan Shaka di kursi.
Nyeeeessss.......
Seketika dada Nirmala berdebar kencang mendengar ucapan Gaga. Wajahnya memerah, gugup dan salah tingkah.
"Minum kopi mu dan jangan banyak bicara!"