
Nirmala terkejut saat ia membuka mata dirinya berada di atas tempat tidur yang empuk dan selimut hangat.
Bergegas Nirmala beranjak dari tempat tidur Gaga. Tanpa sengaja Nirmala melihat Gaga yang masih terlelap di atas sofa.
"Dasar burung gagak. Beraninya dia menyentuh ku!"
Nirmala yang kesal langsung membangunkan Gaga.
"Gagak bangun,....gagak banguuuuun.....!" Nirmala meninggikan suaranya, membuat Gaga terkejut.
"Kau,.....!" Gaga mengusap telinganya, "kenapa, ada apa?"
"Apa kau yang memindahkan aku tadi malam?" tanya Nirmala tidak terima.
"Ya. Kenapa memangnya, apa kau tidak terima?"
"Dasar burung gagak, ku sembelih juga kau!"
"Kau sudah halal untuk ku sentuh," ucap Gaga semakin membuat Nirmala kesal.
Huft,.....
Nirmala membuang nafas kasar, wanita ini mengambil tasnya kemudian pergi ke kamar tamu.
"Bi, dimana Dania?" tanya Nirmala pada seorang asisten rumah tangga.
"Mbak Dania sudah pergi sejak pagi. Kalau pak Tirta pergi sama mas Shaka," ujar bi Rum.
"Pergi kemana bi?" tanya Nirmala.
"Maaf mbak, bibi gak tahu juga!"
Sungguh menyebalkan manusia yang ada di rumah ini. Nirmala yang benar-benar kesal bergegas pergi, kembali ke apartemen tanpa pamit dengan Gaga.
"Bisa-bisanya dia pergi tanpa meminta izin pada ku," ucap Gaga yang langsung pergi menyusul Nirmala.
Belum juga Nirmala mendapatkan nafas segar, ia sudah harus melihat Gaga lagi.
"Kau benar-benar menyebalkan. Kenapa mengikuti ku hah?"
"Aku suami mu sekarang, jadi aku berhak mengikuti mu," jawab Gaga semakin membuat Nirmala kesal.
"Pergilah. Aku akan berangkat bekerja!" usir Nirmala.
"Aku tidak mengizinkan kau untuk bekerja. Ayo pulang bersama ku!"
"Aku mau kerja!"
"Kau di pecat!" seru Gaga.
"Sudah berapa kali aku katakan jika aku sangat membenci mu. Hanya demi Shaka lah aku mau melihat wajah mu itu."
"Jangan terlalu benci pada ku, nanti kau benar-benar cinta mati pada ku," ucap Gaga sambil menggoda.
Huuuueeek,.....Nirmala meniru gaya hendak muntah.
"Dalam mimpi mu!" seru Nirmala.
"Telpon papah mu, di mana dia membawa anak ku?"
"Anak ku juga!"
"Gagak......!"
Nirmala yang kesal mencubit lengan Gaga.
Aaaaaaaw........
Gaga merintih perih karena cubitan Nirmala benar-benar panas dan sakit.
"Nir, kau mau kemana?" tanya Gaga sambil menyusul Nirmala yang berjalan keluar.
"Bisakah kau meninggalkan aku sendiri?" Nirmala menatap wajah Gaga, "aku lelah!"
"Tapi kau mau kemana?"
"Ku mohon Gaga. Jangan mengganggu ku hari ini saja!"
"Aku tahu kau masih muak pada ku, kau masih marah pada ku. Tapi, jangan bersikap seperti ini Nir. Ku mohon!"
"Kau tidak tahu bagaimana perasaan ku Gaga. Tolonglah mengerti."
Nirmala berlalu begitu saja, meninggalkan Gaga yang terdiam di tempatnya.
"Aku benar-benar bingung. Perempuan itu sebenarnya minta di perlakukan seperti apa sih?, minta maaf salah, gak minta maaf lebih salah."
Gaga benar-benar bingung sekarang. Lebih bingung lagi ketika Gaga tidak tahu hendak kemana. Pak Tirta sendiri tak bisa di hubungi sedangkan Randi masih sibuk dengan pekerjaannya.
"Semua sibuk dengan diri sendiri. Lalu, aku harus apa sekarang?"
Huft,.....
Gaga yang bingung tidak tahu mau pergi kemana. Menyusul Nirmala pun wanita itu entah pergi kemana.
"Mending tidur aja!" batin Gaga yang kembali ke apartemen Nirmala dan Dania.