Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 44



Klek,......


Gaga mematikan lampu utama, tersisalah lampu remang-remang sebagai penerang kamar. Gaga memeluk Nirmala lembut, membenamkan wajahnya di leher jenjang milik istrinya.


Kali ini Gaga tidak peduli, ia akan tetap melakukannya meskipun Nirmala kembali berubah pikiran. Mereka saling bercumbu, Nirmala yang masih agak canggung hanya bisa mengikuti permainan Gaga.


Gaga sudah berhasil melepas semua pakaian istrinya. Menindih tubuh wanita yang sempat menolaknya tadi. Bulu kuduk Nirmala kembali merinding saat Gaga mengecup lembut lehernya.


Lenguhan manja yang keluar dari bibir manis Nirmala membuat urat Gaga semakin naik ke ubun-ubun.


Tanpa aba-aba dan basa basi lagi, Gaga berusaha menancapkan patoknya ke dalam lubang. Sempit sudah pasti, Nirmala meremas alas tempat tidur.


Berulang kali berusaha menerobos masuk, pada akhirnya.....


Jleeeb......


Batang keras berdenyut akhirnya menacap juga. Nirmala tak bisa mengelak, mau tidak mau ia harus menikmati permainan malam ini.


Sama-sama kurang berpengalaman, Gaga hanya main sealakadarnya. Goyang sana goyang sini yang penting jadi.


Remas sana, remas sini, kecup sana kecup sini yang penting membuat Nirmala hanyut dalam kenikmatan.


Gerakan turun naik menjadi pelajaran pertama, kulit mereka saling bertemu membentuk irama.


Cepak....cepak...cepak....


Irama tidak begitu indah, karena Gaga belum berpengalaman. Batang keras berukuran cukup besar, mulai nakal mengobrak abrik pembaringan.


Gaga menyesap di buah kacang di atas bukit, membuat Nirmala meremas rambut Gaga.


Aaaaaaah,........


Tanpa memberitahu suaminya, Nirmala berada di puncaknya. Gaga terkejut saat burung gagaknya di jepit oleh lapis legit istrinya.


Terus memompa, pada akhirnya Gaga merasakan juga puncak kenikmatan dalam cinta.


Suara erangan pria ini menggema, membuat Nirmala sedikit merintih karena perih. Burung Gagak milik Gaga begitu besar.


Gaga jatuh di samping istrinya, nafas keduanya tak beraturan. Tanpa sengaja Gaga dan Nirmala saling memandang. Dengan cepat Nirmala nutup wajahnya dengan bantal.


"Aku malu," ucap Nirmala dari bawa bantal.


Dengan santainya Gaga pergi ke kamar mandi tanpa mengenakan sehelai benang pun. Nirmala yang mengintip buru-buru menutup matanya.


Tak berapa lama Gaga keluar dengan membawa handuk untuk Nirmala.


"Ayo bersihkan diri mu sebelum tidur. Mau bersih-bersih sendiri atau aku yang membersihkannya?"


Nirmala langsung mengambil handuk tersebut lalu menutupi tubuhnya.


"Aku bisa sendiri," ucap Nirmala kesal.


Nirmala bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Area bawah sendikit perih tapi Nirmala malu untuk bilang pada Gaga.


Saat Nirmala keluar dari kamar mandi, tempat tidur yang semula berantakan sudah kembali rapi.


"Siapa yang merapikan tempat tidur ini?" Tanya Nirmala.


"Suami mu ini serba bisa. Ayo tidur, sudah malam!"


Nirmala naik ke atas tempat tidur, merebahkan diri berbantalkan lengan Gaga. Tubuh yang lelah dan mata yang mengantuk membuat Nirmala cepat terlelap.


Malam semakin larut, Nirmala hangat tidur dalam dekapan Suaminya.


Kilauan cahaya matahari masuk menembus ventilasi, Nirmala mulai mengerjapkan matanya. Nirmala berusaha mengingat kejadian tadi malam, wanita ini tiba-tiba panik.


"Aku di sini," ucap Gaga lembut, "aku tidak akan meninggalkan mu seperti dulu lagi."


Huft,......


Nirmala menghembuskan nafas lega. Ia kembalikan tubuhnya menghadap Gaga.


"Jika kau melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Akan ku pastikan kau akan mati ku bunuh!" Ancam Nirmala.


Gaga memainkan rambut yang menutupi wajah istrinya. Pria ini tersenyum tipis lalu memeluk Nirmala erat.


"Tidak akan. Sungguh aku mencintaimu Nirmala ku. Masa lalu biarkan pada tempatnya. Kita berhak memperbaiki kesalahan dan bahagia di masa depan," ucap Gaga cukup menenangkan hati Nirmala.