Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 48



"Ku dengar adik mu sudah menikah dengan laki-laki yang sudah menghamili dia. Suaminya orang kaya," ujar Hesti memberitahu suaminya.


"Ah, masa sih?" Tanya Dimas tidak percaya.


"Iya mas, seharusnya kamu bisa memanfaatkan Nirmala. Kamu tahu sendiri usaha kita bangkrut sekarang."


"Tapi aku sudah mengusir Nirmala. Bagaimana kita menemui dia?"


"Ya udah, kalau begitu kita pergi ke kota aja. Kita cari Nirmala." Ajak Hesti.


"Kamu benar, ya udah. Cepat siap-siap." Titah Dimas pada istrinya.


Bergegas Hesti mengemasi pakaian mereka. Sungguh jahat Niat Hesti yang ingin memanfaatkan adik iparnya.


Hesti dan Dimas kemudian pergi, mereka akan mencari Nirmala sesuai alamat yang sudah Hesti dapat.


Ternyata selama ini Hesti mengirim orang untuk memata-matai adik iparnya.


Sementara itu, Nirmala yang sudah berdamai dengan masa lalunya kini memulai kehidupannya bersama Gaga dan Shaka. Sedangkan Dania mulai dekat dengan Randi.


Begitu juga dengan pak Tirta yang lebih menikmati masa tuanya dengan penuh warna. Rumah yang dulu sepi sekarang ramai dengan kehadiran Shaka dan Nirmala. Sedangkan Dania memilih tinggal sendiri di apartemen milik pak Tirta.


Gaga tiba-tiba saja menyemburkan kopinya saat mendengar ucapan sang papah. Nirmala dan Shaka terkejut melihat hal tersebut.


"Pah, dari mana papah memiliki pemikiran ingin menikah lagi?" Tanya Gaga kesal. "Gaga tidak mengizinkan papah untuk menikah lagi."


"Kalau kamu tidak mengizinkan papah menikah lagi, beri papah cucu satu lagi." Pinta pak Tirta. "Shaka sayang, apa kamu mau adik?" Tanya pak Tirta pada cucunya.


"Mau kek, biar Shaka ada teman main bola." Jawab bocah itu girang.


Nirmala membuang wajahnya menahan malu.


"Kalau itu sih, sedang di proses pah. Sabar, kami akan segera memberikan Shaka adik." Ujar Gaga.


"Ah, lama!" Seru pak Tirta. "Shaka sekali di coblos langsung jadi," ujarnya seraya beranjak dari meja makan.


Nirmala tercengang mendengar ucapan mertuanya.


"Papah suka bener kalau ngomong," ucap Nirmala.


"Pah, gak boleh ngomong kakek itu pak tua. Dosa loh!" Celetuk Shaka.


"Tapi, kakek kamu emang udah tua sayang."


"Kakek,....kakek....!!" Shaka berlari memanggil pak Tirta.


Gaga yang tidak mau di marahi oleh papahnya langsung mengajak Nirmala kabur ke dalam kamar.


"Kamu itu loh, kok usil. Kenapa?" Nirmala heran sendiri melihat sikap Gaga.


"Mana ada aku usil." Sahut Gaga. "Eh, siapin kemeja baru, aku harus mengganti pakaian ku." Titah Gaga.


"Ya ampun, noda kopinya nyebar kemana-mana. Bisa hilang gak ya," ujar Nirmala yang khawatir pada kemeja suaminya.


"Kalau gak mau hilang ya udah, beli baru aja." Sahut Gaga dengan santainya.


"Orang kaya enak banget kalau ngomong. Ringan gak ada beban!"


Nirmala pergi ke ruang ganti untuk memilihkan kemeja untuk suaminya. Gaga melamun memperhatikan Nirmala.


"Perlahan-lahan sikap Nirmala mulai bersahabat. Apakah dia sudah mulai berdamai dengan kesalahan di masa lalu?" Batin Gaga bertanya.


"Hai,...kok melamun?" Tegur Nirmala mengejutkan Gaga.


"Gak melamun kok," sahut Gaga.


"Terus, tadi itu ngapain?"


"Sedang mengagumi mu, istri ku cantik banget. Jadi betah di rumah." Puji Gaga.


"Jadi selama ini gak betah di rumah?"


"Baru sekarang aku sibuk di rumah begitu juga dengan papah. Aku sibuk bekerja, papah sibuk pantengin cewek-cewek di lapangan golf." Jawab Gaga membuat Nirmala tertawa.


Sudah kembali rapi, Gaga bergegas pergi ke kantor karena sudah kesiangan. Melihat kemeja putih milik Gaga berwarna hitam akibat tumpahan kopi, Nirmala buru-buru mencucinya.