
Aaaaaa........
Nirmala berteriak kesakitan saat seseorang menjambak rambutnya dari belakang. Dania yang tepat berada di samping Nirmala sangat terkejut melihat kejadian ini. Dengan cepat Dania menarik wanita yang saat ini masih menjambak rambut Nirmala.
"Dasar perempuan aneh. Kenapa kau menarik rambut Nirmala?" Dania bertanya dengan perasaan marah.
"Teman mu ini sudah merebut Gaga dari ku. Aku tidak akan membiarkan dia menghancurkan rencana pernikahan kami," ucap Medina dengan lantang, membuat mereka menjadi bahan tontonan di depan gerbang masuk kantor Gaga.
"Aku tidak pernah merebut Gaga dari mu. Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Gaga. Ambil saja kalau kau mau!" Kata Nirmala yang kesal.
"Jangan ganggu Gaga lagi. Urus saja anak haram mu itu yang tidak memiliki ayah." Medina menghina Nirmala di depan orang banyak.
"Wah, mulut mu ini jahanam juga!" Seru Dania kesal.
"Dia sepupu Sofia. Mereka sama saja!" bisik Nirmala pada Dania.
"Lihat perempuan ini,....!" teriak Medina di depan orang ramai, "perempuan ini punya anak tanpa menikah. Bahkan, dia sendiri pun tidak tahu siapa ayah dari anaknya!"
"Mulut mu ini lama-lama minta di hajar!"
Nirmala menyingsing lengan bajunya lalu bergantian menarik rambut Medina. Mereka saling menarik rambut, Nirmala menang banyak. Wajah Medina rusak di cakar oleh Nirmala.
"Hajar Nir, jangan kasih ampun. Hajar terus....jangan biarkan orang lain menghina kau dan anak mu lagi," ucap Dania terus memberi semangat pada Nirmala.
Tidak ada yang melerai perkelahian mereka, semua orang hanya sibuk menonton.
Buuuukkkk......
Tiba-tiba saja Medina jatuh ketanah. Seseorang mendorong dirinya.
"Gaga,....!" Lirih Medina panik.
"Beraninya kau menyentuh Nirmala. Apa kau sudah bosan hidup?"
"Tapi, dia duluan yang memukul ku. Lihat wajah ku, dia mencakar wajah ku ini," adu Medina.
"Di banding kau. Aku lebih percaya dengan Nirmala," ucap Gaga yang langsung menggendong Nirmala dan membawanya ke mobil.
Semua karyawan Gaga yang menonton di depan gerbang hanya bisa melongo melihat Gaga yang menggendong Nirmala.
"Dan, Dania,...ayo kita pergi." Ajak Randi.
"Calon istri mu itu sama sekali tidak terdidik. Memalukan!" Ujar Nirmala sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
"Dia bukan calon istri ku. Bahkan aku dan dia tidak memiliki hubungan apa pun."
"Merusak pagi indah ku saja!" seru Nirmala.
"Sebab dia aku menodai mu. Kau berhak marah padanya juga," ucap Gaga.
"Kalian sama saja. Kalian berdua pantas ku hajar. Ngomong-ngomong, kemana kau akan mengajak ku hah?"
"Apartemen! lihat pakaian mu, ada yang robek!" ujar Gaga sontak saja membuat Nirmala refleks menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Maafkan aku," ucap Gaga pelan.
Nirmala tersenyum tipis lalu menurunkan kedua tangannya.
"Maafkan aku," ucap Nirmala, "bukan maksud ku menyinggung mu."
"Aku mengerti.Ayo turun!" Ajak Gaga.
Gaga menunggu Nirmala mengganti pakaian sebentar. Setelah itu mereka pergi lagi.
"Aku ingin mengajak mu dan Shaka pergi jalan-jalan," kata Gaga memberitahu.
"Tapi aku harus bekerja. Nanti aku di pecat," ujar Nirmala yang lupa siapa Gaga.
"Aku bosnya. Tidak ada yang akan memecat mu selain diri ku."
"Hidiih,....sombong!" cibir Nirmala.
"Gak sombong loh. Itu semua kenyataan!"
"Iya,...iya,...papahnya Shaka itu kaya dan punya segalanya," ucap Nirmala membuat Gaga merasa malu.
"Gak gitu juga maksudnya!"
"Terserah kau lah burung gagak!"