
"Seharian hujan gak bisa pergi keluar jalan-jalan," ucap Gaga lesu karena ia benar-benar bosan seharian berada di kamar hotel.
"Kau bisa keluar mandi hujan. Gitu aja kok repot!" Sahut Nirmala.
"Nanti bangun bahaya," ucap Gaga membuat kening Nirmala berkerut bingung.
"Apanya yang bangun?" tanya Nirmala polos.
Gaga menoleh ke arah bawah, Nirmala mengikuti arah mata Gaga.
Bug.........
Nirmala melempar bantal ke arah Gaga.
"Memang benar jika otak mu itu mesum. Aku adalah korban mu!"
"Nir, aku hanya bercanda. Kenapa kau menanggapinya serius?"
"Menurut mu kenapa?" tanya Nirmala kesal, "Sebab kau aku begini."
"Aku minta maaf jika bercanda ku keterlaluan," ucap Gaga pelan, "tapi aku serius menyukai mu Nir."
"Aku tidak berniat menjalin hubungan dengan laki-laki. Menikah dengan mu adalah ulah papah mu. Kau harus mentalak ku Gaga."
"Aku tidak akan mentalak mu. Aku akan menunggu mu sampai kau siap menjadi istri ku yang sejati."
"Dasar burung gagak!" Seru Nirmala mulai kesal, "Aku tidak menyukai mu!" bohong Nirmala.
"Aku tampan, semua wanita pasti menyukai ku termasuk kau. Meskipun aku pernah pernah membuat kesalahan dalam hidup mu, tapi aku serius bertanggung jawab pada mu."
"Wah, percaya diri sekali kau ini. Nyatanya aku tidak!"
"Jangan bohong," selidik Gaga, "banyak sedikit kau pasti kagum melihat ketampanan ku ini kan?" Tebak Gaga.
"Gak, gak ada!"
"Shaka saja gantengnya kelewatan, masa kau tidak mau mengakui kegantengan ku ini?"
"Lama-lama kau ini menyebalkan!"
"Jika tidak menyebalkan bukan Gaga namanya."
"Terserah kau Gagak. Aku mau mandi," ujar Nirmala kesal.
"Mandi berdua yuk!" Goda Gaga.
"Jangan memancing emosi ku Gaga."
Huft,......
Nirmala mendengus kesal, wanita berlalu begitu saja ke kamar mandi.
Sore jingga telah berganti malam gelap, Gaga dan Nirmala pergi ke restoran hotel untuk makan malam. Tanpa sengaja Gaga bertemu seorang rekan bisnisnya.
"Pak Gaga, nginap sama siapa nih?" tanya pak Sadam penasaran.
"Oh, perkenalkan ini Nirmala. Istri saya," ucap Gaga yang memperkenalkan Nirmala pada pak Sadam.
Deg nyes.......
Hati Nirmala seketika menghambat saat Gaga mengakuinya sebagai istri di depan rekan bisnisnya.
"Loh, pak Gaga sudah menikah?" tanya pak Sadam kaget.
"Iya pak. Saya sudah menikah."
"Loh,...saya gak tahu loh kalau pak Gaga sudah menikah."
"Ya begitu lah pak. Istri saya ini sangat cantik, jadi saya menyembunyikannya." Canda Gaga.
"Bisa aja pak Gaga ini. Ya sudah, di lanjut." Pak Sadam berlalu pergi sedangkan Gaga dan Nirmala kembali mencari meja kosong.
"Kenapa kau bilang pada orang lain jika aku istri mu hah?"
"Ya karena kau memang istri ku," jawab Gaga santai.
"Menyebalkan!" Seru Nirmala.
Saat Gaga dan Nirmala hendak memesan makanan, ada seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri Gaga.
"Hai Gaga,....apa kabar?, udah lama loh gak ketemu!"
Wanita tersebut dengan santainya mencium pipi kanan dan Kiri Gaga.
Mata Nirmala melotot, entah kenapa ia tidak terima melihat adegan di depannya ini.
"Mbak, ini suami ku. Main nyosor aja. Sopan santunnya di pake dong!" Tegur Nirmala.
"Benar istri kamu Gaga?" tanya wanita itu tidak percaya.
"Iya benar. Dia istri ku. Kenapa?"
"Oh, kalau begitu aku pergi dulu." Wajah wanita tersebut mendadak masam, ia langsung pergi sambil menggerutu di dalam hati.