Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 36



"Kamu kenapa Nir?" tanya Dania yang heran sejak tadi melihat Nirmala selalu memperhatikan gerak gerik Gaga.


"Oh,...tidak. Aku tidak kenapa-kenapa!" Jawab Nirmala gugup.


"Tidak mungkin tidak kenapa-kenapa. Ku perhatikan sejak tadi kau selalu melihat ke arah Gaga dan Shaka. Apa kau mulai menyukai Gaga?"


"Apaan sih?, tidak. Siapa juga yang melihat Gaga, perasaan aku sedang memperhatikan Shaka." Kilah Nirmala mendadak malu.


"Jangan bohong Nir, kalau suka bilang suka. Menurut ku, Gaga itu lumayan juga. Siapa pun pasti akan terpikat padanya."


"Udah ah, bahas dia mulu. Jadi malas!"


Dania hanya bergeleng kepala melihat Nirmala. Ia yakin jika Nirmala sudah mulai menyukai Gaga.


"Mamah,.....!" Shaka berlari ke arah Nirmala, memeluknya erat.


"Iya sayang. Ada apa?" tanya Nirmala lembut.


"Ini dari papah," ujar Shaka sembari mengeluarkan setangkai bunga dari saku celananya.


Nirmala menoleh ke arah Gaga, dengan cepat Gaga membuang wajahnya sambil bersiul.


Nirmala mengambil bunga tersebut lalu berkata pada Shaka, "bilang sama papah. Terimakasih!"


Langkah kecil itu kembali berlari menghampiri sang papah.


"Papah. Mamah bilang terimakasih," ujar Shaka mengadu.


"Iya sayang. Sana, bilang sama mamah kalau papah suka sama mamah."


Shaka kembali berlari ke arah sang mamah dan mengatakan pesan dari sang papah.


"Bilang sama papah kalau berani ngomong sendiri," titah Nirmala pada anaknya.


Bocah itu kembali menghampiri sang papah lalu mengatakan pesan dari mamahnya.


Ketika Shaka hendak kembali menyampaikan pesan dari Gaga untuk Nirmala, Dania tiba-tiba menahan Shaka.


Dania menatap Shaka dan Nirmala bergantian, terlihat jelas sekali wajah Dania tidak terima jika Shaka dijadikan alat oleh mereka.


"Kalian berdua ini benar-benar keterlaluan. Terutama kau Gaga! Dimana nyali mu sebagai seorang laki-laki hah?" Dania bertanya dengan wajah geram dan kesal yang bercampur aduk.


"Ini pak, kelakuan Gaga dan Nirmala. Bisa-bisanya mereka saling bertukar pesan dengan memperalat Shaka. Shaka dari tadi bolak balik hanya untuk mengantar pesan mereka!" Adu Dania.


Huft ........


Pak Tirta menarik nafas panjang lalu menatap Gaga dan Nirmala bergantian.


"Sini kamu Gaga! Sini kamu Nirmala!" Pak Tirta memanggil pasangan suami istri yang tidak jelas tersebut.


Mau tidak mau Gaga dan Nirmala menghampiri pak Tirta.


Aaaaaaw......


Aaaaaaw.....


Pak Tirta menjewer telinga Gaga dan Nirmala.


"Ampun pah,.....!" Gaga meminta ampun, barulah pak Tirta melepaskan mereka berdua.


"Bisa-bisanya kalian memperalat cucu kesayangan ku. Apa maksud kalian berdua hah?, jawab Gaga. Jawab Nirmala!"


"Gaga yang mulai duluan pak," ujar Nirmala.


"Aduh Gaga,.....!" Pak Tirta melepas kacamatanya kemudian duduk dengan lesu, "papah sebagai seorang laki-laki merasa malu melihat kamu yang tidak punya nyali ini."


"Iya, lelaki kok gak punya nyali." Timpal Randi.


"Sebenarnya kalian sudah mulai menyukai. Cuma, gengsi aja yang ketinggian. Sudahlah, masa lalu biarkanlah berlalu. Mungkin saja ini jalan Tuhan untuk menjodohkan kalian." Tutur pak Tirta.


"Kau ini memalukan kaum pria saja. Coba jadi aku, lihat. Dania, apa kau mau jadi kekasih ku?" Randi berlutut sambil menjulurkan tangan kanannya.


"Berhenti melawak!" Seru Dania.


"Aku tidak melawak, aku serius!" Ucap Randi.


"Kau ini kenapa?" tanya Gaga pada Randi.


"Hanya mencontohkannya saja!" Jawab Randi dengan santai.


"Kalian semua ini sama saja! Merusak acara akhir pekan ku saja!" Pak Tirta mengomel.