
"Sudah sore, ayo kita pulang. Apa kau mau tidur di danau ini?"
"Kalau tidurnya sama istri ya gak apa-apa," ujar Gaga lagi-lagi menggoda.
"Gaga, ayolah!"
"Iya sayang,...iya,....!"
"Jangan memanggil ku seperti itu," ujar Nirmala merasa malu.
"Kenapa?" Tanya Gaga, "kau istri ku dan aku berhak memanggil mu seperti itu."
"Jika benar begitu, gendong aku dari sini sampai ke kamar hotel!" Nirmala menantang.
"Oh, begitu. Cepatlah naik ke punggung ku!"
Tak di sangka oleh Nirmala, ia mengira jika Gaga akan menolak tapi ternyata pria ini langsung berjongkok menyuruh Nirmala niak ke punggungnya.
"Aku hanya bercanda loh," ujar Nirmala.
"Tapi aku serius. Cepat naik!"
Mau tidak mau Nirmala naik ke punggung Gaga. Dengan entengnya Gaga berjalan menuruni danau sambil menggendong Nirmala.
"Ini jalanan menurun, jika kita terjatuh bagaimana?"
"Tidak akan!" Seru Gaga.
"Jika kau keberatan dan merasa lelah, turunkan saja aku."
"Diamlah dan nikmati pemandangannya!"
"Tapi jaraknya lumayan jauh!"
"Diamlah Nir," titah Gaga membuat Nirmala diam.
Kurang lebih tiga puluh menit perjalanan akhirnya mereka tiba juga di hotel. Keringat membasahi wajah Gaga, tapi tak mengurangi ketampanannya.
"Minum dulu, kau pasti lelah!" Nirmala mengambilkan segelas air putih.
"Terimakasih," ucap Gaga yang langsung meneguk habis air tersebut. "Aku akan pergi mandi sebentar!"
"Hemm,....aku akan menyiapkan pakaian mu!" Ujar Nirmala sontak saja membuat Gaga terdiam sejenak.
"Seriuskah?" Tanya Gaga.
"Apanya?" Nirmala bertanya balik.
"Ya. Aku serius!"
"Pengen mandi berdua. Yuk....!" Ajak Gaga mendapatkan tatapan tajam dari Nirmala. "Bercanda!"
Bergegas Gaga masuk ke kamar mandi untuk menghindari amukan dari Nirmala.
"Sikap Gaga terlalu manis. Bisa-bisa aku luluh padanya," ucap Nirmala dalam hati sambil menyiapkan pakaian Gaga.
Kurang lebih lima belas menit Gaga keluar dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang membalut tubuh bagian bawah.
Saat melihat dada bidang milik Gaga, Nirmala langsung membuang pandangan. Gaga sangat tampan di tambah lagi rambut basahnya membuat aura pria ini kelihatan.
"Aku sudah menyiapkan pakaian mu di atas tempat tidur. Aku mau mandi dulu," ujar Nirmala yang benar-benar gugup.
"Iya. Terimakasih!" Ucap Gaga dengan tersenyum tipis.
Jarum jam terus berputar tanpa terasa hari telah malam. Selesai makan malam Gaga dan Nirmala tidak pergi kemana-mana. Gaga merasa tubuhnya sangat lelah, pria ini baru saja terlelap tidur di atas sofa.
"Gaga pasti sudah kelelahan saat menggendong ku tadi. Rasanya tidak tega juga melihat dia tidur di sini," batin Nirmala.
Nirmala kemudian membangunkan Gaga. Agak sulit bangun mungkin saja Gaga sangat kelelahan.
"Heeem,....ada apa?" tanya Gaga dengan suara serak mengantuk.
"Jangan tidur di sini. Tidur di sana saja!"
Gaga menatap wajah Nirmala sejenak lalu pria ini bangun dan tiba-tiba saja Gaga menggendong Nirmala lagi.
"Gaga, suka sekali menggendong ku." Protes Nirmala.
''Kau harus bertanggung jawab sudah mengganggu tidur ku!"
"Tanggung jawab apa?" Tanya Nirmala dengan polosnya.
Untuk kedua kalinya Gaga mencium bibir Nirmala. Memagut bibir kenyal yang masih kaku jika di ajak berciuman ini.
"Gaga,....!" Nirmala yang hendak protes lagi-lagi membungkam mulut istrinya.
Terus memagut dan meraba dengan kelembutan yang membuat Nirmala mulai terlena. Perlahan namun pasti, Gaga sudah berhasil melepas kancing piyama milik istrinya.
"Gaga,.....!" Nirmala ingin berontak.
"Aku tidak kabur lagi seperti dulu. Kau istri ku sekarang," bisik Gaga lembut di telinga Nirmala.