Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 21



"Nir.Buatkan saya kopi" titah Gaga.


Nirmala hanya melirik kemudian berlalu begitu saja. Tak berapa lama Nirmala masuk ke dalam ruangan Gaga dengan membawa secangkir kopi.


Selesai meletakan kopi di atas meja, Nirmala berbalik badan ingin keluar.


"Nir. Menikahlah dengan ku!" Ucap Gaga menghentikan langkah Nirmala.


Nirmala berbalik badan, menatap tajam ke arah Gaga.


"Ingin ku antar ke rumah sakit jiwa kah?"


"Aku tidak gila Nir. Aku serius dengan ucapan ku!"


"Jenis laki-laki seperti mu itu tidak bisa di percaya. Melihat mu saja ku sangat amat terpaksa. Apa lagi menikah dengan mu."


"Dari seratus persen kesalahan ku pada mu, tolonglah maafkan beberapa persen saja."


"Setelah hidup ku hancur, segampang ini kah kau meminta maaf?"


"Setiap manusia itu kotor Nir. Hanya saja kita berbeda dalam jalan kesalahan. Aku benar-benar menyesal atas kejadian malam itu, aku benar-benar di jebak."


"Aku akan memaafkan mu lima puluh persen jika kau bisa menjelaskan masalah ini pada kakak ku," tantang Nirmala.


"Kenapa kau masih ingin berhubungan dengan kakak mu itu?"


"Karena dia satu-satunya keluarga yang aku punya!" Jawab Nirmala tegas.


"Kakak mu yang bernama Hesti sangat tidak menyukai mu. Apa yang kau harapkan dari mereka?"


"Wajar jika kakak ku marah. Sebagai seorang adik, aku tidak bisa menjaga diri."


"Iya, terserah kau. Aku akan segera menemui kakak mu," ujar Gaga yang menerima tantangan Nirmala.


"Besok!" Seru Nirmala.


"Baiklah!"


Nirmala keluar, sedangkan Gaga hanya bisa tersenyum tipis karena Nirmala bicara banyak hari ini.


Waktu berlalu, tanpa terasa jam pulang kerja akhirnya tiba juga. Nirmala dan Dania bergegas pulang karena mereka ingin membuktikan ucapan pak Tirta jika sebelum mereka pulang, Shaka sudah ada di apartemen.


Ternyata benar, Shaka ada di dalam sedang bermain bersama kakeknya.


"Mamah,....!!" Shaka berlari memeluk Nirmala, "kakek beliin Shaka mainan anyak loh mah!" Celoteh Shaka dengan bahasnya.


"Iya sayang. Shaka udah bilang makasih belum sama kakek?" tanya Nirmala ikut bahagia melihat sang anak bahagia.


"Shaka sayang. ini mainan dari papah," ujar Gaga yang tiba-tiba masuk tanpa permisi.


Ada rasa seeer di dada Nirmala saat mendengar Gaga menyebut dirinya papah. Begitu juga dengan Shaka, bocah ini terdiam mencoba mencerna ucapan Gaga.


"Shaka gak punya papah. Om mau jadi papah Shaka?" Pinta Shaka dengan mata berkaca-kaca.


Gaga berjongkok, menjajarkan tingginya dengan Shaka.


"Shaka punya papah sayang. Om Gaga, adalah papah Shaka," ucap Gaga pelan agar anaknya bisa mengerti.


Shaka mendongak, menatap wajah mamahnya yang sedang menahan air mata.


"Mamah,...!" Lirih Shaka.


Nirmala tidak tahan lagi, ia memeluk Shaka. Tangisnya pecah tak tertahankan.


Melihat ibu dan anak ini, Gaga semakin merasa bersalah pada Nirmala. Gaga tidak pernah tahu kepedihan apa yang telah Nirmala lewati untuk Shaka.


"Lihatlah dengan kedua biji mata mu itu Gaga, kau adalah laki-laki yang gagal!" Ucap Pak Tirta yang jengkel pada anaknya sendiri.


"Aku tahu aku salah. Setidaknya izinkan aku menebus kesalahan ku," ucap Gaga.


"Shaka punya papah sayang," ucap Nirmala pelan dengan suara seraknya.


"Tapi, kata olang-olang, Shaka gak punya papah!"


Hancur kembali hati Nirmala mendengar ucapan anaknya. Hati yang keras pasti akan luluh juga apalagi semua ini berkaitan dengan masalah anak.


"Shaka jangan ngomong gitu sayang. Shaka punya papah kok!" Dania menimpali.


"Iya sayang, Shaka punya papah. Omongan orang-orang itu gak bener semua," ucap Nirmala.


Gaga menggendong Shaka, kemiripan di wajah anak dan ayah ini semakin nyata terlihat. Nirmala benar-benar tak bisa berkata apa pun sekarang.


"Kalian selesaikan masalah kalian sendiri. Saya pusing!" Ujar pak Tirta kemudian berlalu pergi.


"Papah gak akan pergi. Shaka mandi dulu ya sama tante Dania," ujar Gaga memberi pengertian pada Shaka.


"Ayo mandi dulu sayang," ajak Dania.


Mau tidak mau Shaka menurut, ia pergi bersama Dania untuk mandi. Sedangkan Gaga dan Nirmala hanya duduk diam di ruang tamu.


"Besok jadi kah?" tanya Gaga memulai pembicaraan.


"Kenapa, apa kau takut?" tanya Nirmala, "apa kau ingin kabur lagi?"


"Tidak, demi mendapatkan maaf dan cinta mu. Kamu cantik kalau senyum, tapi kenapa senyum mu sangat mahal untuk ku?"


Deg,....


Nirmala membuang muka, ia bingung ingin bersikap seperti apa karena sebelum ini ia belum pernah di puji seperti ini oleh laki-laki.


"Pulanglah!" Usir Nirmala.


"Kalau Shaka menangis bagaimana?"


"Itu tanggung jawab mu!" Seru Nirmala.


"Pergi salah, gak pergi pun salah. Lalu aku ini harus bersikap seperti apa?"


"Terserah kau. Aku mau mandi,"


Nirmala masuk kedalam Kamarnya, lagi-lagi Gaga terpana melihat Nirmala dari belakang.


"Dia cantik, tidak salah jika aku mulai menyukainya." Batin Gaga.


Tak berapa lama Shaka keluar dengan wajah segar, bocah ini langsung menghampiri Gaga dan langsung memeluknya.


"Shaka ingin bobo sama papah," ucap Shaka membuat Gaga bingung. Ingin bilang iya tapi Gaga takut dengan Nirmala.


"Dan, bagaimana ini?" tanya Gaga pada Dania.


"Ya gak tahu, tanya sama Nirmala."


"Shaka mau bobo sama papah!" Ucap Shaka sekali lagi.


"Nanti ya, kita tanya sama mamah dulu," ujar Gaga sambil mengusap wajah Shaka.


"Nirmala itu penurut, hatinya lembut. Jika dia tidak luluh juga, itu artinya kau yang bodoh tidak bisa merayu dia," ucap Dania dengan kata-kata pedasnya.


"Wah, mulut mu pedas seperti lada. Kalau ngomong sakitnya sampai ginjal," sahut Gaga kesal.


"Kenapa, gak terima? Mau pecat silahkan pecat. Aku tidak takut. Memecat ku sama saja kau akan menjauh dari Nirmala."


"Diamlah, ada Nirmala!" Gaga berbisik.


"Kenapa tidak pulang juga?" tanya Nirmala kesal.


"Shaka ingin bobo sama papah. Mamah, boleh ya?" izin Shaka pada Nirmala.


Huft,.....


Nirmala menghela nafas panjang.


"Shaka bisa bobo sama mamah. Biasanya juga Shaka bobonya sama mamah," ujar Nirmala.


"Gak mau!" Shaka merajuk, "Shaka mau bobo sama papah."


"Jika kau mau, kalian bisa ikut bersama ku pulang ke rumah." Ajak Gaga.


"Tidak. Aku tidak mau!" Tolak Nirmala.


"Mamah,...!" rengek Shaka.


"Nir. Jangan gitulah sama Shaka," ujar Dania.


"Iya,...iya,...terserah kalian." Nirmala mengalah.


Rasanya jantung dan hati Gaga segar mendengar ucapan Nirmala. Sekejamnya mulut Dania tapi dia bisa di andalkan juga.


"Hore...hore... Shaka bobo sama papah!" Teriak Shaka girang.


"Ayo kita pulang ke rumah papah," ajak Gaga langsung menggendong Shaka sedangkan Nirmala dan Dania mengikut di belakang.


Bagaimana bisa Nirmala menolak permintaan Shaka sedang senyum Shaka adalah kebahagiaan untuk Nirmala.