
"Gimana, nyenyak gak bobonya di peluk sama ayang?" Tanya Gaga membuat Nirmala tersedak.
Uhuuuk.....uhuuuuk......
Buru-buru Gaga mengambilkan air minum untuk Nirmala.
Setelah beberapa saat, Nirmala kembali normal.
"Bisakah kalau makan itu jangan bicara?" Nirmala kesal.
"Perasaan itu hanya pertanyaan biasa. Kau saja yang menanggapinya berlebihan!"
"Gaga,....!" Nirmala kembali geram, "ingin rasanya aku mencongkel bola mata mu!"
"Demi ayang. Ambilah bola mata ku ini," ucap Gaga semakin menjadi.
Huuuh.......
Nirmala membuang nafas kasar.
"Aku rindu Shaka," ucap Nirmala seraya meletakan kedua sendoknya. "Sebelum ini aku tidak pernah berpisah dengannya."
"Apa kau ingin menelpon Shaka?" Tanya Gaga.
Nirmala mengangguk, kemudian Gaga mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu menghubungi sang papah.
Mereka melakukan panggilan video, di sana jelas terlihat jika Shaka sedang bermain bersama Dania dan Randi di salah satu wahana permainan yang ada di mall.
Shaka sama sekali tidak mau bicara pada mamahnya karena bocah ini sedang asyik bermain. Setelah beberapa saat panggilan tersebut berakhir.
"Shaka sedang berbahagia. Jadi, apa yang kau pikirkan tentang dia?"
"Nama juga perasaan ibu ke anak. Bagaimana sih kau ini?" Nirmala kesal.
"Ada baiknya sekarang kau lanjutkan makan mu setelah itu kita membuat adik untuk Shaka," ucap Gaga lagi-lagi membuat Nirmala geram.
"Bicara mu itu....!"
"Kau sudah berjanji mau menjalani pernikahan ini dan belajar mencintai ku. Jika tidak ku mulai duluan, mana mungkin kau mau memulai."
"Ya, aku tahu itu. Tapi gak di sini juga membahasnya. Aku malu, lihat. Ramai orang!"
"Biar orang tahu kalau kau istri ku!" Seru Gaga.
"Terserah kau lah Gaga!" Balas Nirmala.
"Ayang,.....!" Gaga menggoda.
"Ayang,....cantiknya istri ku. Cantiknya mamah Shaka!"
"Janji gak ayang-ayang.....! bikin malu aja!"
"Nanti malam bobo berdua lagi ya. Hangat," bisik Gaga.
Sudah tidak tahan mendengar ocehan si burung Gagak. Nirmala mempercepat makannya setelah itu langsung kembali ke kamar.
"Kenapa di kamar terus?" Tanya Gaga, "memancing ku kah?"
Gaga menghampiri Nirmala yang rebahan di atas tempat tidur. Saat Nirmala hendak menghindar, Gaga sudah lebih dahulu mengunci Nirmala dengan ciuman di bibirnya.
Jantung keduanya berdebar kencang, Nirmala tak bisa mengelak.
Tak ada perlawanan dari Nirmala membuat Gaga lanjut mencium bibir istrinya. Terus memagut membuat anu nya si Gaga bangun. Pria ini tiba-tiba saja meraba ke dalam pakaian istrinya hingga membuat Nirmala merinding.
Shhhttt.......
Tiba-tiba saja Nirmala mendorong tubuh Gaga.
"Kenapa?" Tanya Gaga singkat.
"Aku belum siap!" Ujar Nirmala gugup dengan wajah pucat. "Aku takut!" Timpalnya kembali seketika membuat burungnya Gaga kembali menciut.
"Maafkan aku yang sudah memaksa mu," ucap Gaga kemudian beranjak dari sana. "Kita pergi jalan-jalan saja yuk!" Ajak Gaga langsung di iyakan oleh Nirmala.
Nirmala membenarkan pakaian, wanita ini mengambil tas kemudian pergi jalan-jalan bersama suaminya.
Untuk pertama kalinya Nirmala pergi berlibur dan jalan-jalan seperti ini. Entahlah, ada rasa ringan di dada saat Gaga mengajak Nirmala pergi ke sebuah danau yang memiliki pemandangan sangat indah.
"Aku lelah. Kita istirahat dulu ya," ajak Nirmala.
"Aku akan membeli minuman dulu," ujar Gaga kemudian membeli minuman dingin.
Gaga membeli satu botol minuman dingin, hal ini tentu saja membuat Nirmala kaget.
"Kau ini pelit sekali," ucap Nirmala. "Kenapa hanya membeli satu minuman?" Tanyanya.
"Aku bukannya pelit. Jika aku mau, aku bisa membukakan pabriknya untuk mu."
"Lalu?"
"Aku hanya ingin minum sebotol berdua biar romantis," jawab Gaga membuat Nirmala terdiam lalu membuang pandangannya.