
"Shaka bahagia bisa pergi jalan-jalan sama mamah dan papah," ucap bocah tampan itu dengan bahasa bayinya.
"Iya sayang. Maafin papah ya baru sekarang ajak kamu jalan-jalan sama mamah," ujar Gaga yang sebenarnya merasa sangat bersalah sekali.
"Mamah, Shaka boleh main sama papah?" Bocah ini meminta izin pada sang mamah.
Nirmala tersenyum, mengusap pipi lembut anaknya.
"Iya sayang. Shaka boleh main sama papah," jawab Nirmala.
Shaka girang, bocah ini langsung menarik tangan Gaga menuju wahana permainan yang ada di mall tersebut.
Nirmala yang menunggu di kursi tunggu hanya bisa melamun sambil melihat wajah sang anak yang penuh kebahagiaan.
"Bagaimana ini Tuhan?, apa yang harus aku lakukan?" Batin Nirmala.
Wanita ini menghela nafas panjang, memejamkan mata sejenak untuk sekedar melepaskan rasa yang sedikit sesak di dada.
"Aku tidak sampai hati menjauhkan Shaka dari Gaga. Sejak Shaka bertemu Gaga, dia jauh lebih bahagia."
Nirmala mulai bimbang, keras hatinya mulai melunak walaupun belum banyak.
"Nir, Shaka lapar. Kita cari makan dulu yuk," ajak Gaga membuat Nirmala yang sedang melamun terkejut.
"Eh, iya. Bagaimana?" tanya Nirmala bingung.
"Shaka laper mah!" ucap Shaka.
"Shaka lapar Nir. Ayo kita cari makan," ujar Gaga.
"Oh, iya. Ayo sayang....!'' Nirmala bangkit dari duduknya.
"Sayang anaknya apa sayang papahnya?" Goda Gaga.
"Dasar burung gagak. Awas saja kau!"
Gaga tertawa, pria ini langsung menggendong anaknya kemudian mereka pergi mencari makan siang sesuai kemauan Shaka.
"Nirmala,...!"
Tiba-tiba seorang pria Memanggil Nirmala. Tentu saja langkah Nirmala dan Gaga terhenti.
"Lihatlah mas, perempuan yang selalu kau puji-puji ini ternyata sudah punya pengganti diri mu. Mungkin dia mau mencarikan ayah untuk anak haramnya ini," ucap Sofia membuat telinga Gaga panas.
"Mas, dia mengancam kau!" adu Sofia pada Arwan.
"Mas, bisakah kau didik mulut istri mu ini?" Ujar Nirmala.
"Siapa sebenarnya laki-laki ini Nir?" tanya Arwan memandang kecewa pada Nirmala.
"Suami ku!" jawab Nirmala meracau. Gaga yang mendengar hal tersebut mendadak segar.
"Mas tidak percaya Nir," ucap Arwan.
"Lihat wajah Shaka dan suami ku ini. Mereka sangat mirip bukan?"
Arwan terdiam sejenak sambil menilai dua wajah di hadapannya.
Huft,.....
Arwan melengos, ia tampak kecewa sekali.
"Ayo pergi,....!" Gaga menarik tangan Nirmala.
Sofia sebenarnya ingin sekali menyumpahi Nirmala, hanya saja ia takut pada ancaman Gaga. Bergegas Sofia melapor pada Medina apa yang ia lihat hari ini.
"Kenapa, apa kau masih menyukai perempuan tidak tahu diri itu?" tanya Sofia kesal.
"Jika iya. Kenapa memangnya?" Arwan bertanya balik.
"Mas, kau anggap apa aku ini?"
Arwan tidak menjawab, ia melangkah pergi begitu saja tanpa menggandeng Sofia.
Sedangkan Nirmala dan Gaga, mereka yang sudah menemukan tempat makan langsung memesan makanan. Hanya butuh waktu beberapa menit, makanan yang mereka makan sudah terhidang di atas meja.
Dengan telaten Gaga menyuapi Shaka. Hati Nirmala mulai luluh melihat kebahagiaan di depannya.
"Kau harus berhati-hati dengan perempuan tadi. Dia dan sepupunya itu sama saja," ucap Gaga yang benar-benar kesal.
"Aku sudah biasa makan hinaan Sofia. Biarkan saja, aku yakin semesta akan membalasnya untuk ku."
Gaga kembali diam begitu juga dengan Nirmala. Mereka cepat-cepat menghabiskan makanan karena Shaka sudah tidak sabar mengajak bermain lagi.