
"Cepat makan makanan mu. Jangan melihat ku terus," ucap Nirmala yang grogi.
"Ada pemandangan bagus, mubazir kalau di anggurin."
"Gagak....!"
"Aku suami mu. Berhenti memanggil ku gagak!"
"Lalu, aku harus memanggil mu apa?"
"Panggil aku dengan panggilan sayang. Seperti suamiku, cintaku, sayangku atau tampanku!"
"Hueeek,.....!" Nirmala meniru gaya hendak muntah. "Aku geli mendengarnya!"
"Kau ini aneh!" Seru Gaga, "jadi perempuan di ajak romantis kok gak mau!"
"Apa itu romantis?, seperti apa rasanya romantis itu?" Tanya Nirmala yang memang belum pernah merasakannya.
"Apa kau tidak pernah mendapatkan sikap romantis dari laki-laki?" Gaga bertanya balik.
"Aku tidak pernah pacaran." Jawab Nirmala singkat.
"Kenapa?" Tanya Gaga yang begitu bodoh.
"Semua gara-gara kau. Kau menghancurkan masa muda ku!" Jawab Nirmala kesal.
Gaga mendadak diam sejenak.
"Maafkan aku!" Ucap Gaga lalu menunduk.
"Sebenarnya aku bosan mendengar ucapan maaf mu itu," ucap Nirmala membawa Gaga menarik nafas panjang.
"Jika ada kata-kata selain kata maaf. Mungkin sudah aku ucapkan!"
"Sudahlah. Jangan di bahas, aku mau tidur." Nirmala beranjak dari duduknya.
"Ini masih jam sepuluh pagi. Kenapa kau mau tidur sepagi ini?"
"Kau ini benar-benar menyebalkan," ucap Nirmala semakin kesal. "Apa kau lupa jika kau sudah merampas jam tidur ku tadi malam?"
Gaga tersenyum lebar.
"Malam ini lagi ya...!" Ujar Gaga sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Lama-lama mata mu itu ko congkel juga!"
"Demi ayang aku rela mata ku di congkel!"
"Gagak....!"
"Nah kan. Panggilnya gitu lagi. Nama ku Dewangga, bisa kau panggil Dewa, Angga atau Gaga. Terserah kau asal jangan Gagak saja!" Protes Gaga.
"Beliau ini memang kocak," ucap Gaga tertawa.
"Terserah kau!" Seru Nirmala kemudian naik ke atas tempat tidur. Belum lama mendaratkan kepalanya di atas bantal, Nirmala sudah terlelap tidur.
"Di tinggal tidur dan sekarang aku sendiri. Apa aku juga harus menyusul Nirmala ke alam mimpi?"
Gaga juga ikutan tidur, mereka kembali tidur bersama tanpa melakukan apa-apa.
Jarum jam terus berputar, tak terasa jam sudah menunjukan angka tiga. Nirmala yang terkejut langsung bangun.
"Astaga, berapa lama aku tidur?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Ada apa?" Tanya Gaga dengan suara serak khas bangun tidur.
"Sudah sore. Bangunlah!"
"Aku masih mengantuk," ucap Gaga.
"Aku lapar. Aku mau mandi lalu pergi mencari makanan. Terserah kau mau ikut atau tidak!"
"Mandilah dulu, setelah itu baru aku!"
Nirmala bergegas masuk ke kamar mandi. Tak berapa lama wanita ini keluar.
"Jangan lama-lama mandinya. Aku kelaparan, semua ini salah mu!"
"Lah, kok jadi aku yang salah?"
"Salah siapa yang membuat aku tidur siang sampai selama ini?"
"Ya,...ya.....aku yang salah. Perempuan tidak pernah salah!"
Gaga masuk ke kamar mandi.
"Baguslah kalau sadar diri....!" Ucap Nirmala tak di dengar oleh Gaga.
Sudah cantik dan tampan, Nirmala dan Gaga pergi tidak menggunakan kendaraan. Mereka hanya jalan kaki melewati trotoar yang cukup ramai.
"Kamu ingin makan apa?" Tanya Gaga.
"Apa aja yang penting makan!"
Gaga meraih tangan Nirmala, Nirmala terkejut lalu melihat ke bawah.
"Ayo menyebrang, kita akan makan di cafe depan sana!" Ujar Gaga sambil menunjuk ke depan.
Ada rasa debar di dada Nirmala saat telapak tangan besar milik Gaga menggenggamnya erat. Seumur hidup, baru sekarang ada laki-laki yang menggenggam tangannya.