Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 37



"Rand, tolong pesankan tiket bulan madu untuk dua orang ini. Saya tidak mau tahu, pulang-pulang mereka harus sudah membuat keputusan untuk menikah secara resmi." Titah Pak Tirta.


"Pak, saya gak mau. Jika saya pergi bagaimana Shaka?" Nirmala menolak.


"Ada aku!" Ujar Dania.


"Dan ada kakeknya!" Ujar pak Tirta.


"Juga omnya!" Ujar Randi.


"Gak,...gak....aku gak mau pergi tanpa Shaka. Aku gak mau bulan madu atau apalah!" Nirmala kekeh menolak sedangkan Gaga hanya diam saja tanpa berkata iya maupun menolak.


"Shaka gak apa-apa tinggal dama ante Dania dan kakek. Mamah dan papah pergi aja!" Celoteh bocah tampan itu.


"Tapi Shaka sayang. Mamah gak mau!"


"Kalau mamah gak mau. Itu artinya mamah gak sayang sama Shaka," ucap Shaka membuat Nirmala hanya bisa menghela nafas panjang.


"Iya sayang. Mamah mau!" Ujar Nirmala terpaksa.


"Yeeesssssss!" Seru Gaga dalam hatinya.


Tidak menunggu lama lagi, berkat uang yang di keluarkan pak Tirta begitu banyak, akhirnya Gaga dan Nirmala berangkat sore itu juga tanpa melakukan persiapan apa pun.


Hanya pergi liburan berdua di dalam negeri, di tempat yang di kenal indah dengan pantainya.


"Akhirnya. Nyampe juga di hotel," ucap Gaga yang langsung merebahkan diri di atas tempat tidur.


"Apa kau bisa memesankan kamar lain untuk ku?"


Seketika kening Gaga berkerut dan ia kembali duduk.


"Gak ada kamar lain. Jika kita tidur terpisah, itu artinya bukan bulan madu."


"Ya memang bukan. Kau saja yang kemauan!"


"Nir,....aduh....gimana lagi sih caranya aku buat ngomong sama kamu kalau aku tu suka sama kamu?"


"Halah gombal!" Seru Nirmala, "biasanya lelaki seperti mu suka berkata seperti pada banyak wanita."


"Terserah kau saja. Aku mau tidur, sana kau tidur disofa!" Nirmala mengusir.


Malam pertama di hotel mereka kembali tidur terpisah. Nirmala ditempat tidur sedangkan Gaga disofa.


Malam telah berganti pagi, di kediaman pak Tirta pagi ini sedang kedatangan tamu, siapa lagi kalau bukan Medina.


"Gayanya ada om?" tanya Medina, "ini aku bawa makanan khusus buat Gaga. Yang masak mamah!"


"Gaga gak ada!" Jawab pak Tirta singkat.


"Apa Gaga sudah berangkat kekantor om?" tanya Medina yang penasaran.


"Gaga sedang pergi bulan madu bersama istrinya," jawaban pak Tirta membuat Medina tertawa, "kenapa kamu tertawa?"


"Om itu loh lucu. Sejak kapan Gaga menikah kok sekarang malah pergi bulan madu."


"Kamu gak percaya?" tanya pak Tirta.


"Ya enggaklah om!"


Pak Tirta yang geram langsung mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video dengan Gaga.


"Ada apa sih pah?, pagi-pagi udah nelpon aja. Ganggu orang lagi tidur aja." Gaga yang di sebrang sana bertanya dengan suara mengantuk.


"Di mana istri mu Gaga?" tanya pak Tirta.


"Ada kok pah. Istri ku ada, gak bakalan hilang. Noh,....baru selesai menyisir rambutnya!" Gaga mengarahkan kameranya ke arah Nirmala.


Medina yang melihat hal tersebut masih merasa tidak percaya. Wanita ini mengepalkan kedua tangannya sakit hati.


"Aku pamit pulang om!" Ujar Medina bergegas pergi.


Hatinya panas, ia tidak terima jika Gaga bersama perempuan lain.


"Kau hanya milik ku Gaga. Perempuan itu tidak bisa merebut mu dari ku," ucap Medina sebelum menghidupkan mesin mobilnya.