Noda Nirmala

Noda Nirmala
Chapter 43



"Gaga aku,......!!" Nirmala panik, ia langsung membalut tubuh polosnya dengan selimut.


"Oh, aku mengerti." Ujar Gaga. "Maafkan aku," ucap Gaga pelan lalu pria ini mengenakan kembali celananya.


Ada rasa kecewa di hatinya, tapi Gaga tak bisa menyalahkan Nirmala. Mungkin saja wanita ini masih trauma.


Gaga tersenyum tipis lalu berkata, "sudah malam. Ayo tidur!"


Gaga langsung merebahkan diri tapi ia tak menghadap wajah Nirmala. Tentu saja kejadian ini membuat Nirmala merasa bingung.


"Apa kau marah?" Tanya Nirmala dengan suara pelan.


"Tidak," jawab Gaga singkat.


"Gaga aku,....!"


"Tidurlah Nir, sudah malam!" Gaga memotong ucapan Nirmala.


Nirmala berusaha memejamkan matanya, tapi ia tidak bisa. Ada rasa gelisah dalam dada saat ia mengingat wajah kecewa dari Gaga.


"Gaga,....!" Nirmala memberanikan diri menyentuh Gaga.


Gaga sebenarnya belum tidur, tapi pria ini memejamkan mata seolah tertidur.


"Gaga aku lapar," ucap Nirmala agar Gaga mau bersuara.


Benar saja, mendengar Nirmala lapar, Gaga langsung bangun.


"Kau lapar?" Tanya Gaga, "Ingin makan apa?"


"Apa aja lah!"


"Sebentar aku akan turun mencari makanan," ujar Gaga.


"Aku ikut!"


"Di kamar saja. Ini sudah malam, di luar dingin!"


"Aku mau ikut!"


Huft,.....


Gaga mengalah, pria ini mengiyakan. Suami istri ini pun akhirnya turun ke lantai bawah.


Sebenarnya Nirmala tidak lapar, ia hanya memancing Gaga saja. Melihat Gaga yang begitu peduli padanya, Nirmala mulai tersentuh hatinya.


"Restoran sudah tutup. Tidak apa-apakan kalau makan mi instan di toko dua puluh empat jam di depan sana?"


"Iya. Yang penting makan!" Jawab Nirmala.


"Jangan sering makan malam. Nanti gemuk!"


"Biarin aja. Yang penting hidup!" Sahut Nirmala.


"Jangan. Gini aja, cantik!" Puji Gaga.


"Pengen rasa apa?" Tanya Gaga sembari menunjukkan cup mi instan yang berjejer di rak.


"Yang ini aja!"


Gaga mengerutkan keningnya.


"Ini terlalu pedas. Jika kau sakit perut bagaimana?"


"Tapi aku suka pedas!"


"Yang ini saja!" Ujar Gaga menyodorkan mi instan rasa soto ayam.


"Kamu gak makan?" Tanya Nirmala.


"Gak. Aku masih kenyang!"


Gaga kemudian menyeduh mi tersebut dengan air panas yang sudah di sediakan. Setelah menunggu beberapa saat, mi siap di makan.


"Makanlah!" Ujar Gaga.


"Suapin...!" Ujar Nirmala.


Sejenak Gaga terdiam, pria ini menatap wajah Nirmala.


"Gak usah. Aku hanya bercanda!" Ujar Nirmala yang hendak memakan mi nya tapi langsung di ambil alih Gaga.


"Aaaaaa......!"


Nirmala membuka mulutnya, dengan wajah malu-malu ia menerima suapan dari suaminya.


Setelah selesai makan, Nirmala dan Gaga langsung kembali ke hotel.


"Jangannya pelan-pelan dong. Aku lelah!" Ujar Nirmala dengan wajah lelahnya.


Tidak banyak bicara, Gaga langsung menggendong istrinya.


"Gaga,.....!"


"Diam lah!"


Setibanya di dalam kamar, Nirmala pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka.


"Kenapa tidur di sofa lagi?" Tanya Nirmala saat ia keluar dari kamar mandi.


"Gak apa-apa. Aku tahu kamu masih trauma," ucap Gaga membuat Nirmala terdiam. "Jika kamu tidak menginginkan pernikahan ini. Tidak usah di lanjutkan juga gak apa-apa. Aku tidak memaksa!"


"Gaga,....!" Sentak Nirmala. "Kau mau membuat ku jadi janda kah?"


"Lalu aku harus apa Nir?" Tanya Gaga sambil memandang wajah Nirmala.


"Aku ikhlas jika kau melakukannya sekarang," ucap Nirmala membuat Gaga terkejut.


"Dia kesambet apa tadi di jalan?" Batin Gaga.