Nairadove

Nairadove
FORGIVE



"Naira, aku ingat kamu karena kalung ini dan buku ini." Dove mengeluarkan buku Travelnya yang dia temukan diluar kamarnya. Kemungkinan, buku itu terjatuh saat Naira buru-buru mengambil puisi-puisi milik Dove.


"Aku liat foto ini. Foto kita masih kecil dulu." Sebut Dove lagi.


"Dove, aku sayang kamu." Ucap Naira sambil menangis.


"Iya, aku tahu. Aku juga begitu. Sebenarnya, aku jatuh hati saat pertama melihat kamu. Tapi karena kamu aneh ngaku-ngaku aku jadi sebal." Jawab Dove sambil meledeknya.


"Aku juga salah, aku udah ingat semuanya. Dove maafin aku. Aku udah buat kamu menderita, kamu terluka." Naira memeluk Dove dengan erat.


"Karena kamu, Wow! Hebat ya tunangan aku, bisa membuat aku luka sampai begini." Dove melihat luka-lukanya dan meminta pertanggung jawaban Naira. "Berarti, kamu harus bertanggungjawab seumur hidup kamu."


"Naira, aku gak pernah nyalahin kamu. Itu semua karena aku juga, aku mengecewakanmu, mengkhianati kamu, membuat hati kamu sakit. Aku menyesal." Dove ingin membuat sebuah pengakuan. Meskipun dia tidak ingat tapi semua yang dia lakukan dia tulis di travel book nya.


"Aku punya hubungan dengan yang namanya..."


"Dita.." Balas Naira setelah mencium Dove.


"Naira, dulu kamu juga suka begini? Mencuri ciuman saat orang bicara?" Ucap Dove kaget dan malu, pipinya sudah merah seperti kepiting rebus.


"Aku mau belajar memaafkan dan melepaskan masa lalu. Karena kamu adalah orang yang gak boleh aku lewatkan. Kesalahan masa lalu gak boleh menghalangi kebahagiaanku." Jawab Naira bijak.


"Aku yang menyesal melepas mu tanpa berjuang!" Balas Naira.


"Iya! Aku akan buat kamu menyesal." Naira mendekatkan wajahnya dengan Dove, mereka berdua sama-sama menitihkan air mata bahagia.


"I love you, Adi." Mendengar itu Dove langsung memeluk Naira sambil menangis, "Naira, aku menunggu hari ini more than 365 days. I love you, really love you. Please, don't leave me." Kata-kata itu keluar begitu saja dari Dove.


Mereka berpelukkan dalam kebahagiaan. Diluar, kedua orang tua mereka melihat dengan haru. Tanpa sepengetahuan Naira, Dove juga berusaha mengingat Naira. Dia mamanya menceritakan semua tentangnya dan yang paling membuatnya yakin adalah Aldo.


Aldo menghubungi Dove dan menceritakan semua tentang hubungan mereka bertiga secara detail. "Thanks Aldo, take care yourself. I will take care of her." Dove mengakhiri panggilan itu bersamaan dengan Naira masuk dan Dion keluar dari kamar mandi. Saat itu, sebenarnya bukan maksud Dove untuk bersikap kasar, dia hanya bingung dengan apa yang terjadi dan bagaimana memperlakukan Naira.


Dihalaman selanjutnya, terdapat catatan pengakuannya tentang hubungannya dengan Dita. "Aku pernah selingkuh dengan Dita. Apakah Naira tahu? Besok aku harus cari tahu lebih dalam sama Aldo." Ujarnya.


Puncaknya, adalah kalung yang jatuh di kamar mandi. Meskipun tidak 100 persen tapi dia mencoba untuk mengingat dan tidak menolaknya. He trying the best for remember about Naira and their relationship.


"Naira, makasih karena kamu akhirnya mau berjuang untuk aku. Padahal, aku dulu menyerah tanpa perjuangan." Ucap Dove mencium tangan Naira.


"Because you're mine and I want to get revenge from you." Dove langsung tertawa mendengarnya.


"What!" Ucap Dove kaget. "Revenge! You're so cruel." Tambah Dove.


"Yes! Be with me forever." Naira mengunci Dove dengan pelukannya.


"Yes, I'm yours."


Perasaan bahagia yang tidak tertahankan, ia langsung lari dan kaget melihat kedua orangtuanya.


"Mama, papa."


"Mama, papa. Dove ingat aku." Ucapnya.


"Dove ingat aku!" Teriaknya di lorong rumah sakit.


"Mbak ini rumah sakit mbak!" Tegur Suster lagi.


Naira sangat bergembira, akhirnya mereka semua masuk dan berkumpul bersama Dove.


Inilah kisah ku, kisah cintaku yang begitu lucu. Tidak masalah jika pernah berbuat salah, terimalah itu dan perbaikilah. Setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk lebih baik. Sadarilah dirimu, berharga dan layak dicintai.