
"naira, bapak dapat laporan dari dove, kalau kamu yang merusak laporan bulanan osis" ucap pak Anton selaku pembimbing osis.
"Kamu tahu itu semua laporan itu isinya semua foto-foto tempat yang akan dijadikan tempat untuk live in untuk angkatanmu" pak anton lalu memperlihatkan semua fotonya yang sudah blurrrr
"tapi pak, saya gak maksud" balas naira
"bapak, gak mau tahu kamu harus bantu dove, meskipun dia gak mau harus kamu bantu, dia akan pergi ke desa sekar, untuk melakukan observasi ulang, atau proposal kamu bapak tolak" pinta pak anton lalu menyuruh naira keluar
"naira" panggil aldo, "aldo" naira membalas dengan manja pada aldo. Aldo menariknya, ke lorong sepi dan mencoba menciumnya. Belum juga bibir aldo mendarat, air sudah membasahi bajunya.
"sorry, saya gak tahu kalau ada orang" jawab dove santai
"eh, gw tuh orang, lo gak liat" bentak naira
"maaf mata saya gak bisa ngeliat orang yang gak bermoral" balas dove, aldo hendak meninjunya. Dove mencegahnya, "lo jadi cowok harus gentle, harus bermoral juga, ini sekolah bukan pasar atau ring tinju" ucap dove membuat aldo kesal.
Keesokkannya aldo datang dengan wajahnya yang memar, dan bengkak. "do, kamu kenapa" tanya naira penuh perhatian. Dove yang melihat mereka berdua merasa muak dengan itu semua. "gak nai, kemarin ada perampok tapi aku gak papa kok" balas aldo.
"oh gitu, hmmm do aku harus ke ruang osis bentar, nanti aku balik lagi" kata naira.
"ngapain?, mau ketemu dove lagi? aku gak suka kamu ketemu dia dan jangan dekat-dekat sama dia!" aldo melarang tapi naira ngeyel dan tetap pergi. Dia masuk keruang osis begitu saja saat dove lagi membalut tangannya yang sakit. "ngapain lo! dove kaget melihat naira masuk tanpa pemisi. Dia memarahi naira karena sikapnya yang lancang, "bisa ketuk pintu?". Dove melanjutkan
"lo nomor antrian pertama?" tanya dove tercegang.
"antrian, antrian apa?" dove menunjuk keluar dan antrian panjang menanti . "silahkan mengantri, kalau lo mau ketemu gw, keluar!" dove mengusirnya lagi, hati naira kembali sakit.
apa sih maunya cowok ini?, gak bisa apa meluangkan waktu sedikit kurang dari 1 jam paling. Gerutu dan menggerutu hanya itu yang bisa dia lakukan sekarang dan nanti. Cowok resek, sok sibuk, sok penting. Kata-kata itu yang muncul dan menancap dipikirannya. Dove mendorong naira keluar lalu menutup pintunya. Cowok itu terlalu dingin dan acuh padanya. Setiap hari selalu seperti itu, apa sih salah gw? sikap dia yang kayak gini emang pantes dikasi pelajaran!. Naira memutar otaknya bolak-balik seperti seterika didepan ruang osis
"kalau lo mau masuk, lo harus bawa hal yang bisa membuat dove tertarik" sebut chua lalu masuk dengan mudahnya ke ruang osis dan bicara dengan dove. Naira menunggu antrian, sampai nomor antriannya, dove menutup pintunya dan pergi meninggalkannya dan begitu esoknya. Dengan tekat dia menunggu dove dari pagi didepan ruang osis, dove yang melihatnya tak menggubrisnya dan masuk keruang osis begitu saja. Naira mengikutinya, "keluar, antrian lo mana ?" tanya dove.
Naira mengeluarkan benda-benda antik yang dipunyanya dari rumah, "ini semua benda antik dan pastinya bernilai"
Dove lalu mengambil, kardus dan memasukkan semua barangnya. Memberikan barangnya kepada naira dan menyuruhnya keluar. Emang dia pikir gw mengkoleksi barang antik.
Naira masih tidak kehabisan akal, dia menunggu dove keluar. Dia menyetop mobil dove tiba-tiba, dove marah. "lo gila ya, kalau gw gak liat gimana?" dove memeriksa tubuh milka untuk memastikan dia tidak terluka. Entah mengapa milka justru tersenyum, dia pun juga tidak tahu sebabnya. "Gw mau masuk tim lo, tim observasi lo" ceplos naira
"lo tahu, orang yang ngantri didepan adalah orang yang juga punya keinginan yang sama dengan lo, dan gw gak mau punya satu tim yang orang nekat macam lo" dove meninggalkan naira. Naira gak habis pikir dengan dove yang sepertinya keras kepala. Aldo memperhatikan mereka berdua dari jauh.
Naira, keluar dari toko buku dan berjalan menuju mobilnya, 3 orang berlari mengejar seseorang yang sepertinya tak asing baginya. Dia pun ikut mengejarnya, mereka berempat terlibat pertengkaran 3 melawan 1, semuanya mengkeroyok seorang cowok yang familiar bagi naira, Dove sedangkan lawannya adalah ricky dan teman- temannya. Dove menghajar mereka semua, meskipun muka dove juga terkena pukulan.
"ricky, lo selalu cari masalah!!" dove lalu memukul ricky lagi, sementara yang lainnya minta ampun saat ingin dipukul dove. Saat sedang lengah, ricky memukul dove dengan dari belakang dan mulai menghajarnya.
"woii, ada polisi" teriak naira. Dove melihat naira, dan naira tersenyum balik memperlihatkan giginya pada dove, sementara dove kesakitan. "sini, gw bantuin" naira membantu dove berdiri.
"eh, lo bohong ya, awas ya lo" ricky kembali dan hendak mengajar mereka, dengan cepat dove mengandeng tangan naira dan berlari bersama, "mau kemana ?" tanya naira
"udah lari aja, mau dihajar"
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"eh, lo ngapain sih berantem?"
"mereka duluan yang mulai, ini udah aman kok" jawab dove dingin lalu masuk kedalam mobil alphard hitam.
"lo mau kemana? " tanya naira lagi. "mau pulang, mau ikut ?" dove naik, duduk dibangku paling luar
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"naira, kamu lama banget pulangnya ?" tanya mamanya
"kamu gak salah beli buku kan ? mana bukunya mau mama kirim langsung ke tante kamu"
"bukunya" ekspresi naira berubah, dia ingat jika bukunya dia tinggal di didekat gang saat membantu dove tadi
"bukunya aku tinggal ma tadi" mamanya langsung memotong perkataan naira
"uang jajan kamu, mama potong sampai harga buku itu lunas, kamu harus naik sepeda terus sampai kamu bisa melunasi buku itu" mama naira pun kesal dan meninggalkannya
dovvveee awas ya, gara-gara dia gw harus sengsara hidup dengan uang bulanan yang dipotong
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dove pulang dengan wajah terluka pada bagian bibir dan pipinya, aldo yang melihatnya langsung mengambil P3K untuk mengobatinya.
"do, sakit pelan dikit dong" keluh dove lalu berniat mengambil kapas dari tangan aldo, namun aldo mencegahnya, dan justru menekan lukanya.
"iya, tahan dikit kenapa sih dove" aldo masih memegang tangan dove, sambil tersenyum, dove my brother, aku sangat sayang sama kamu dove. Aldo lalu memberikan, dove coklat kesukaannya setiap kali dia nangis, aldo akan selalu memberinya coklat.
"masih ingat waktu kecil, aku selalu memberikanmu coklat saat kamu menangis ?" ucap aldo mengenang masa kecil mereka.
dove kecil menangis, kakinya luka setelah terjatuh dari sepatu rodanya, aldo yang mengejarnya dengan sepeda menepi lalu mendekati dove, dia lalu mengusap air mata dove dan memapahnya.
"dov, tahan ya" aldo kecil memasangkan plester pada luka dove, dia lalu duduk dan memberikan coklat pada dove kecil
Dove tersenyum, "terima kasih, aldo" dove lalu memeluk aldo begitupun sebaliknya, mereka berdua berjalan sambil mengiring sepeda aldo, dan sepatu roda dove di keranjang sepedanya.
Dove kecil dengan perban ditangan kirinya berlari menuju pintu keluar dengan coklat ditangannya. Sementara aldo menangis setelah kehilangan kedua orang tuanya, dove mendekat dan memberikan coklat pada aldo yang terus menangis
"aldo jangan nangis, ada aku, ayo main" aldo tidak merespon lalu dove juga memeluk aldo dan mereka bermain bersama.
"kamu, masih cupu waktu itu do" canda dove, aldo lalu memainkan kertas origami, mainan jari yang selalu mereka mainkan saat kecil, aldo pun memainkannya dengan kedua tangannya.
"masih ingat permainan ini, kamu dan aku sama-sama menuliskan keinginan kita setelah itu kita suit dan pemenangnya berhak memainkannya dan harus melakukan apapun yang diminta didalamnya" ucap aldo, dia lalu mengajak dove bermain, dan aldo memenangkannya. Dove memainkannya, dan membuka lipatan sesuai permintaan aldo, isinya adalah kata lepaskan
"do, maksudnya ?" tanya dove
"brother never lies and always keep the promise, you remember, maybe some day we must do this again" ucap aldo lalu meninggalkan dove sendirian. Dove membuka semua lipatan dan terdapat sebuah kalimat penuh permintaan aldo,
lepaskan dia dan biarkan dia, jangan ganggu dia, jauhi dia
"den, kata ibu sama bapak, mereka akan pulang 2 hari lagi bareng sama non diva" ucap mbo sri
"iya" ucap dove.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"hey, sinta" balas dove sambil mengacak-ngacak rambut sinta
"eh, jangan dikasi PHP tuh sinta" ucap chua
"sinta, kamu mau gak jadi pacarnya chua ?" tanya dove, chua yang sedang minum keselek sedangkan yang lainnya hanya tertawa, "kamu, diam aja berarti mau ya, congrats you're couple" dove lalu pergi bersama wira ke perpus.
"aku mau cari buku buat bikin soal anak SO" Ucap dove
"okey, gw mau cari komik ketemu dimeja ya" jawab robert
mereka berpisah mencari tujuan mereka masing-masing, naira yang juga ada disana mendekati dove yang sedang serius membaca.
"kak dove, boleh gak aku ikut tim kakak" tanya naira imut pada dove yang sedang membaca buku. Dove melirik dan tidak tertarik, "kakak, aku udah bantuin kemarin sampai uang jajanku dipotong, boleh ya kak" naira semakin bersikap manja
sabar naira .... sabar naira
Tanpa basa-basi, dove lalu menjatuhkan beberapa buku, dan membuat keributan, naira kaget begitu juga penjaga perpustakaan yang ada melihat.
"siapa yang berani menjatuhkan buku-buku ini, pasti kamu ya, siapa nama kamu !" teriak penjaga perpus
"naira" jawab naira takut
"maaf bu dinda, ini salah saya, jangan salahkan dia" ucap dove membela naira
"oh iy, pasti gak mungkin saya menyalahkan kamu ataupun dia" ucap bu dinda, "saya sudah bantu kamu terbebas dari bu dinda jadi kita impas, paham" dia pergi meninggalkan perpustakaan. Naira ingin mengejarnya, namun bu dinda memanggilnya dan menyuruhnya membersihkannya, dan melaporkannya pada guru BP
"Yahhh, BP lagi dasar dove, selalu aja bikin masalah, bayar apanya nambah iya" naira mengeluh kesal
"aku bantu" ucap aldo lalu membantu naira, naira terpesona melihat aldo, sementara dove yang melihatnya dari lorong lain, justru kesal dan malah menjatuhkan semua buku yang ada didepannya.
Bu dinda menoleh kearah dove, "ini semua, naira bu yang ngelakuin" ucap dove. "naira" naira yang terpesona kaget mendengar panggilan bu dinda, dove keluar dari perpustakaan dengan kesal, dia kembali kekelasnya mengambil soal berisi jawaban milik naira dan mencoret namanya dan membuangnya ke tong sampah.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aldo membuka pintu kamar aldo, dan melemparkan sarung tinju kepada dove
"tumben, lo mau ngajakin latihan, kenapa gak di tempat latihan seperti biasa aja ?"
"gw, cuman mau belajar mempertahankan diri, dove" aldo mulai memukul samsak yang ada dikamar dove.
"mempertahankan diri, untuk apa ? ada yang iseng sama lo ? gw hajar mereka" balas dove
"kita udah bersama sejak kecil, jadi gw tahu lo gak mungkin mengecewakan gw, gw sayang sama lo, lo saudara yang gw punya satu-satu selain diva, gw denger diva akan balik ke indonesia"
"iya, besok"
"naira, dia pacar gw, lo gak perlu ngerjain dia lagi, gw tahu lo masih kecewa karena gw rebut pacar lo, tapi naira beda, lo gak perlu bikin dia sengsarakan ?"
"lebih baik kamu keluar, kalau kamu cuman mau ngomongin dia, keluar" dove melepas sarungnya dan berbaring dikasurnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Morning, kakakku tercinta" diva adik kesayangan dove memeluknya, rambutnya yang coklat dan gayanya yang modis membuat dove sangat merindukan adiknya.
"hey, diva" ucapnya lalu memeluk adiknya.
"hari ini aku akan langsung masuk ke sekolahan yang sama dengan kakak, jadi lebih baik kakak siap-siap, turun, sarapan dan kita pergi bareng" ucap diva menarik kakaknya bangun dan mendorongnya kekamar mandi
Makanan pagi sudah siap, semua lengkap termasuk susu dan jus yang selalu tersedia di meja makan.
"kak aldo, pergi bareng kita kan ?" tanya diva
"gak, aku naik vespa, vespa kesayangan aku" ucap aldo membuat semua tertawa termasuk dove.
"dove mama, dengar kamu berantem lagi, kapan sih, kamu mau berhenti berantem, liat muka kamu memar begitu semua" ucap mamanya yang sangat memperhatikan anak-anaknya.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diva berjalan beriringan dengan dove, semua mata tertuju padanya, princess dan prince sekolah berkat yang sangat memukau banyak orang, dove sangat perhatian pada adiknya.
"Ini kelas kamu, kakak masuk kelas kakak ya" ucap dove lalu mencium kedua pipi adiknya
"dita !!" teriak diva. Dita lalu memeluk diva, "kamu apa kabar, kapan balik ?" tanya dita
"tadi dan langsung sekolah" diva lalu melihat sinis pada naira dan tidak mau berkenalan dengan naira, dita hanya diam dan tidak berkutik. Diva duduk 2 baris didepan naira bersama dengan dita. Saat naira ingin maju, diva mengerjai naira dengan menyelengkat kakinya sehingga naira menjadi tertawaan orang, begitupun saat dia membuka hadiah, badut yang langsung menyiramkan air ke wajahnya, dan buku naira yang disembunyikan diva sehingga dia harus dihukum keluar kelas.
"diva, makan bareng yuk" ajak dove
Naira maju dan membanting soal matematika untuk olimpiade, "naira kamu itu apa-apaan sih, aku lagi ngajarin yang lain, udah sana" usir dove. Naira yang sudah kesal, merebut semua soal itu dan membuangnya ke lantai. "aku mau kakak ajarin aku, aku gak mau kak robert atau sinta, aku mau kakak" pinta naira
"tapi aku gak mau, dan aku gak mood untuk ngajar" ucap dove lebih sinis, dia lalu pergi meninggalkan kelas dan naira mengejarnya, dia mencoba meraih tangan dove namun tidak bisa, "kamu tuh sama nyebelinnya dengan diva, adik kamu yang nyebelin dan sok cantik" mendengarnya membuat dove kembali marah. Dia mendorong naira, kedalam gudang alat olah raga yang kecil lalu menciumnya, mata naira tak berkedip, bibir dove menempel dibibirnya.
"jangan sekali-kali lo sebut dia seperti itu, dia jauh lebih baik dari kamu, paham !!" bentak dove, dia langsung buru-buru keluar dan meninggalkan naira.
my first kiss, naira menyentuh bibirnya
my first kiss, mata dove berkaca-kaca, dia memegang dadanya yang terasa sakit.
"dov" panggil aldo
"aldo" balas dove, dari jauh aldo melihat naira dan melirik pada dove, naira menatap aldo.
" I know you will keep your promise" ucap aldo lalu menghampiri naira dan mengajaknya ke kantin. Diva melihatnya dari jauh dan terlihat tidak suka dengan apa yang dilihatnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"lupakan dia, aku akan membuatmu jauh lebih berbahagia dove"
"jangan sentuh aku sampai kapanpun, aku hanya menyukai satu orang dan itu bukan kamu " ucap dove pada seorang wanita
"dia tidak mengingatmu bahkan menginginkanmu, dia sudah menghianatimu dan menyakitimu, aku sangat mencintaimu, aku takkan membiarkan dia bersamamu" balas wanita itu, dove tak mempedulikannya dan keluar dari ruang latihan piano, sementara diva melihatnya dan membenci wanita yang disukai kakaknya itu