Nairadove

Nairadove
HOLD MY HAND



Hari semakin gelap, tak ada satupun dari mereka yang membawa senter atau alat lainnya yang dapat menghasilkan cahaya.


"kamu tunggu sini ya, aku cari kayu buat bikin api"


"gak, jangan tinggalin aku kak" pinta naira sambil memegang tangan dove, dove pun akhirnya duduk dan naira kembali merebahkan kepalanya.


"buat apa kamu mau bikin aku sakit hati ?" tanya dove. "karena kamu udah sakitin dita, dia sahabat aku jadi aku mau bantu dia, kasi pelajaran sama kamu biar kamu gak nyakitin orang lain lagi, jangan mainin hati cewek lain" balas naira.


"kamu tahu kenapa, aku tanya dari mana kamu bisa ngomong tentang orang yang suka warna biru laut ?" tanya naira bergantian, "kenapa?"


"karena teman masa kecilku, pernah mengatakan hal yang sama, dan itu kalimat pertama yang dia katakan saat kami berkenalan, dulu aku orangnya cengeng, suatu hari aku sedang mengambar, dan mewarnainya dengan biru tua, tapi karena aku nangis, warnanya jadi luntur, jadi kayak warna biru laut, lucu sih tapi akhirnya kami berkenalan, aku juga jadi suka warna itu sejak saat itu" mendengarnya membuat mata dove berkaca-kaca


"you still remember ?" tanya dove, "iya, dong itu moment pertama aku dan aldo berkenalan meskipun dia tidak pernah mengingatnya atau mengatakannya lagi padaku" naira tertawa, "gak ada bintang"


"gimana kamu berpacaran dengan aldo ?"tanya dove lagi. "panjang, kalau diceritain ampe bulan depan gak selese". "lebay, kamu, kalau gak mau cerita bilang aja, aku gak kepo" jawab dove seperti tidak suka.


"karena dia orang pertama yang aku liat saat aku bangun dari komaku, aku pernah koma selama hampir dua tahun, dan saat aku bangun dia orang pertama yang aku liat, dan aku yakin dia adalah pacarku, teman masa kecilku itu"


"dari mana kamu tahu, dia orangnya ?"


"itu urusanku dan bukan kamu, katanya gak kepo" ledek naira. "aku tidur duluan ya"


"iya, aku disini kok" ucap dove


karena kamu udah sakitin dita, dia sahabat aku jadi aku mau bantu dia, kasi pelajaran sama kamu biar kamu gak nyakitin orang lain lagi, jangan mainin hati cewek lain kata-kata itu terniang dalam pikiran dove, dan langit sepertinya tahu dengan suasana hatinya, langit tanpa bintang seperti hati tanpa rasa.


menyakiti, aku bahkan gak punya rasa lagi untuk bisa mengingikan yang lain, aku orang yang jahat, aku bahkan membiarkan seseorang membohongi orang yang aku cintai, justru mungkin aku yang tersakiti, karena pilihanku sendiri" dove menitikan air matanya, sementara naira mengenggam erat tangan dove, dovepun semakin mengeratkannya lagi  


Matanya mulai berkaca-kaca, dia ingat saat dia memberikan sesuatu yang berharga untuk aldo, sebelum dia pergi ke Amerika, terlihat seseorang berbaring dan tertidur pulas dengan tangan terlipat diatas perutnya


"kamu dimana ?" anak laki-laki kecil menangis sendirian sambil menyusuri gedung sekolah, puing-puing mulai berjatuhan, anak itu terus berteriak, dia lalu berlari mendekati seorang anak perempuan yang meringkuk di ujung loker, dia ketakutan dan juga menangis. Anak kecil itu lalu mengulurkan tangannya dan mereka bergandengan, namun tak lama kemudian gandengan itu terlepas 


Dove terbangun dari mimpinya dan melihat naira tidur dengan pulas, "kamu, sangat menyukai aldo ?" tanyanya, "kenapa kamu harus berteman dengan dita dan menjadi musuh adikku ?".


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"kenapa ? apa peduli kakak ?" diva lalu mengambilnya dan merobeknya dan membuangnya ke tong sampah


"aku membencinya, sangat membencinya, i hate naira" diva lalu mendorong dove keluar dari kamarnya 


"kamu gak perlu membencinya hanya untuk membela seseorang" ucap dove lalu kembali kekamarnya


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"rocky, where are you" ucap naira mengigau, dove lalu menutup mulutnya rapat-rapat.


Keesokannya mereka terbangun disaat mata hari sudah bersinar terang, tanpa melepaskan tangan mereka, naira dan dove kembali ke desa sekar.


"aku harap kamu bahagia bersama aldo" ucap dove


"me too" ucap naira, dove pun melepaskan genggamannya.


Entah mengapa aku merasakannya lagi, aku sedih, aku seperti ditinggal sendiri, dia hanya melepaskannya karena dia tahu aku memiliki aldo, tapi mengapa aku tidak rela dengan apa yang dia lakukan dan dia katakan


Sampai kapanpun waktu tidak akan pernah berputar, aku telah memilihnya karena kamu duluan yang memilihnya, aku terima resikonya, meskipun aku harus melepaskannya lebih dulu


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"eh, dove ayo ikut bapak mandiin sapi, kamu kan paling suka kalau main kesini, ikut bapak mandiin si ciki"


"hah, sering ?" lontar naira, "lo bilang kesini tahun lalu, ternyata lo sering main ke sini !" tambah naira


"gw emang sering kesini, tapi kalau bapaknya jemput gw pake jip, lewat jalan lumpur, kalau lewat hutan yang kemarin emang tahun lalu" balas dove lalu ikut bapak memandikan ciki disungai


"doveeeeeeeeee, sekali nyebelin tetap nyebelin, awas ya"