Nairadove

Nairadove
NO!



Seminggu setelah kejadian itu.


"Teman-teman, Dove tahun ini sekolah kita berhasil masuk sebagai salah perwakilan Indonesia di olimpiade fisika. Jadi tiga Minggu ke depan, aku dan Sinta yang akan mendampingi kalian." Ucap Robert diakhir pertemuan club OSN mingguan.


"Naira, Dove minta aku untuk kasih ini ke kamu. Kamu simpan baik-baik, jangan sampai Sinta tahu." Robert memberikan bag putih kepada Naira, di dalamnya terdapat sebuah buku catatan fisika milik Dove.


Naira, semoga buku ini bisa bantu kamu lolos seleksi bulan depan. Tulis Dove dalam note yang tertempel di buku halaman pertama buku itu.


Why! Kenapa dia memperlakukan aku seperti ini? Padahal aku udah jahat sama dia.


*****


Hari demi hari berlalu, akhirnya ia kembali dengan kemenangan.


Aku berlari mengikuti teman-temanku menuju ke lapangan.


"Selamat Dove!" Kalimat itu selalu terdengar di telingaku. Akhirnya, aku melihat dia kembali. Wajahnya tersenyum bahagia, "Terima kasih, saya berhasil juga karena doa dari kalian." Balasnya dengan santun.


"Dove!" Teriak Chua melemparkan bola basket ke arahnya. "Let's go!" Ajaknya disambut baik olehnya.


"Kak Dove!" Panggil Naira membuat Dove berhenti. "Iya!" Balasnya melihat Naira.


"Kak makasih bukunya. Ini sangat membantu buat aku." Ucap Naira memberikan buku itu.


"Kamu simpan aja, buku itu udah gak aku pakai." Balas Dove meninggalkan Naira menuju lapangan Basket.


"Kalau Dove gak butuh, aku masih butuh buku catatan dia." Ambil Sinta dengan kasar.


"Gak! Ini buku aku." Naira mencoba mempertahankan buku itu.


" Naira lepas!" Teriak Sinta menarik buku itu.


"Naira! Awas!" Teriak salah satu teman yang berada di lapangan itu.


"Dove!" Panggil Dion memberitahunya jika Naira pingsan. "Cepat bantu dia!"


"It's not my business. Dia udah punya pacar." Jawabnya dingin dan tidak peduli dengan apa yang menimpa Naira.


"Naira" panggil Aldo lalu membopong Naira ke UKS.


"Dove! Dove!" Ucap Naira dalam ketidaksadarannya. "Nai? Bangun Nai. Ini aku Dove." Ucap Dove yang menjaganya sejak tadi.


"Kak Dove. Aku senang kak Dove disini." Ia memeluk Dove dengan erat. "Naira, syukurlah kamu sudah sadar. Lepasin aku Nai."


"Tidak! Aku mau tetap kakak disini." Naira mengeratkan pelukannya.


"Nai, kamu yang bilang sama aku. Kamu sudah punya pacar. Kita gak ada hubungan apapun." Balasnya sangat menyakiti hati Naira.


"Kamu tunangan aku!" Teriak Naira. "Dulu" Jawab Dove tegas, meskipun ini sakit ia dengan tegar tetap melangkahkan kaki untuk meninggalkan Naira sendirian di UKS.


"Dove! Serius udah putus?" Tanya Aldo yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Do, aku gak mau liat kamu mencoba untuk lompat lagi. Aku sudah penuhi keinginanmu. Kamu jangan pernah sakiti hati Naira. Aku akan tutup semua masa lalu aku dan dia." Balasnya.


Hari ini, aku memilih untuk merelakan dia bersama dengan yang lain. Mungkin inilah jalan terbaik bagi kami. Betul kata Aldo, akankah aku sanggup jika pada akhirnya Naira tahu apa yang terjadi dimasa lalu.


Sebaiknya, ia harus melupakan hal yang tidak semestinya dia ingat. Lupakanlah hal yang buruk Naira. Aku akan belajar melupakanmu.


*****


"Aku tadi kena bola, tapi aku sudah baik-baik saja. Ma, malam ini ada acara penting ya? Sampai siapkan makanan enak semua."


"Naira, keluarga Dove akan datang malam ini."


"Serius ma! Kalau gitu aku siap-siap dulu ma."


"Dove mau datang, aku harus bersiap dengan baik! Malam ini aku akan jujur pada diriku."


Non Naira! Aden Dove sudah datang! Kata Bibi di depan pintu kamarku. OMG! Aku jadi salting, hatiku berdebar-debar. Aku mulai berlatih cara menyapanya dengan baik di depan kaca. Melihat diriku seperti ini aku merasa lucu, sejak kapan aku jadi seperti ini?


Aku benar-benar merasa jatuh hati pada kak Dove. Sejak kapan? ahh sudahlah aku tak tahu. Aku harus segera bersiap. Naira semangat.


Naira berjalan dengan anggun menuruni anak tangga. Dove dan keluarganya sedang duduk bersama kedua orang tuanya. Dove terlihat diam, wajahnya murung. Kak Dove! Teriak Naira mengalihkan pandangan Dove. Naira dengan menggunakan dress biru muda pulkadot telihat sangat cantik. "Cantik banget ma." Celetuknya membuat semua orang tertawa. "Jelas dia calon istrimu." Balas Bimo.


Dove hanya tersenyum sambil sesekali melihat Naira yang cantik sekali malam ini. Makan malam mereka terasa begitu nikmat sambil bernostalgia tentang pengalaman kedua orang tua ini. Ternyata, mama Dove adalah cinta pertama Bimo saat mereka SMP dulu. Namun karena keadaan dan tuntutan keluarga mereka memutuskan untuk berpisah dan bersahabat. Persahabatan ini terjalin hampir 25 tahun lebih. Tawa dan canda ikut menghiasi makan malam itu.


"Ma, pa dan semuanya. Ada hal yang ingin aku sampaikan." Dove memecah kegembiraan malam ini.


"Aku dan Naira, memutuskan untuk menolak pertunangan ini." Kalimat ini bagaikan pisau yang menghancurkan hati Naira. Di titik ini, ia sadar cintanya kepada Dove memang real. Ia merasa jika perasaan ini sudah sangat dalam.


"Tidak! Aku tidak mau pertunangan ini dibatalkan!" Bantah Naira, "Kak katakan kakak bercanda, aku gak mau!"


"Aku gak akan bertunangan dengan seseorang yang sudah memiliki pacar. Jadi sebaiknya kita jangan berhubungan lagi." Balas Dove lalu bergerak hendak meninggalkan ruang itu. Ia juga tak sanggup menahan air mata yang akan turun.


"Dove! Kamu anggap Naira ini apa? Kamu, jangan lupa apa yang terjadi dulu. Siapa yang.." Teriak Bimo.


"Bimo" Teriak sobatnya, ayah Dove. "Kita sudah sepakat, aku akan bicara dengan Dove." Tambahnya.


"Kamu liat dong, kelakuan Dove." Balasnya.


"Maaf semuanya." Dove lalu pergi sambil mengendarai mobilnya.


*****


Maaf Naira, maaf!


Dove menangis sambil memukul stir mobilnya. "Naira, maaf. Aku memanglah pengecut. Aku bahkan tidak memperjuangkan mu." Dove mengeluarkan fotonya dengan Naira remaja. Ia menggunakan jas dan Naira menggunakan dress putih.


"Naira, aku berharap kamu bahagia bersama dengan Aldo." Dove memeluk kenangan itu.


*****


Naira buat apa kamu mengharapkan Dove? Bukankah ini yang kamu mau?


Kamu sudah punya Aldo Nai. Bagus, kalau Dove memutuskan kamu. Kamu gak akan jadi cewek jahat yang mengkhianati Aldo.


Tapi kenapa? Aku sedih ......


"Naira, lo dipanggil tuh ke ruang BP" ucap salah seorang murid mengagetkannya.


Ruang BP lagi ? What's wrong?