Nairadove

Nairadove
REAL



"Aldo!" Panggil Naira ketika ia melihat Aldo dengan pakaiannya yang kotor sambil membawa kardus berisi peralatan lukis miliknya.


"Kamu kenapa Do? Muka kamu juga kenapa?" Tanya Naira


"Nai, aku baik-baik aja kok. Aku cuman gak mau kamu bermasalah lagi di sekolah. Anggap aja ini gak pernah terjadi." Balas Naira.


"Kak Dove ya!" Tebak Naira begitu saja dan langsung mengambil keputusan untuk membalas perbuatan itu. "Naira, aku gak mau kamu bermasalah lagi dengan Dove." Cegah Aldo.


"Aku gak takut, Aldo." Naira langsung mencari Dove dan menemukannya sedang ada di parkiran. Ia sedang membantu teman-temannya untuk mengambil makanan dari dalam mobilnya.


"Satrio, maaf ya. Kemarin makananmu jatuh karena Naira. Ini uang ganti ruginya. Kamu bisa pake sebagai modal. Sama ini semua nasi kotaknya kamu antar ke atas ya. Terima kasih Satrio." Ucap Dove sambil mengambil kotak makan itu.


Kak Dove!!! Dasar orang kaya, trouble maker! Aku benci kakak! Teriak Naira dari belakang dan langsung mendorong Dove hingga jatuh tersungkur. Semua kotak makan yang dipegangnya hancur.


"Kakak, ini semua untuk Aldo yang sudah kakak perlakukan semena-mena!" Dengan membabi buta dia melemparkan kotak makanan yang ada di mobil Dove.


"Naira, stop! Aku gak melakukan apapun kepada Aldo. Aku gak ada hubunganny sama sekali. Naira, kotak makan itu buat rapat sekolah. Jangan dibuang." Ucap Dove menghentikan tingkah laku Naira.


"Kakak memng gitu, memperlakukan orang dengan semena-mena, selalu dengan kekeraasan. Hari ini! Aku akan balas semuanya. Aku Naira Seno, gak akan bisa kakak bully." Ucap Naira sambil menghajar Dove dengan tangannya. Dove merasa kesakitan pada kakinya namun Naira tidak peduli.


"Stop Naira, please." Pinta Dove. "Kamu sangat menyukai Aldo? Sampai kamu buta seperti ini. Kamu liat semua orang melihat kita."


"Naira!" Teriak Robert. "Lo benar-benar keterlaluan. Lo itu perempuan apa preman sih. Pergi Lo!" Teriak Robert. Robert juga membantu Dove untuk berdiri dan tiba-tiba Naira langsung menyiram teh pada Dove.


"Jauhi Aldo!" Ucapnya.


"Naira, apa salah aku? Apa yang aku lakukan pada Aldo? Dia yang mulai, kamu bisa tanya semua orang disini. Pacar kamu itu yang mulai." Ucapnya terbata-bata. Dari matanya yang berkaca, ia mulai melangkahkan kakinya.


"Apakah kamu begitu membenciku?" Tanyanya sambil menahan sakit di kaki dan dan tulang rusuknya.


"Ia, aku sangat membenci kamu. Bahkan sejak pertama kali bertemu. Aku langsung membencimu." Balas Naira.


"Pertama kali? Kamu ingat pertama kali kita bertemu?" Tanya Dove sebelum pergi meninggalkan Naira.


"Jangan ganggu hidupku lagi kak. Biarkan aku belajar dengan tenang." Pinta Naira emosi. Dove meneteskan air matanya.


"Bert, kita ke UKS ya." Pinta Dove pada Robert.


*****


Selama Di UKS Dove terus memandangi bekas luka di tangannya. "Kamu jual, aku beli Naira." Ucapnya.


Dove berjalan menuju ruang olahraga dengan bajunya yang kotor. Dia lalu menarik Naira keluar. "Ikut aku!" Ucap Dove.


"Mau kemana?" Tanyanya panik.


"Keruang BP!" Jawabnya tegas. "Kenapa?" Tanyanya balik. Dove semakin kesal dengan sikapnya, dia mengarahkan muka Naira ke bajunya yang kotor penuh dengan noda pasta, air teh, bumbu masakan padang.


"Apaan sih!" Naira menolak, meskipun ia sudah melihat baju itu memang kotor akibat perbuatannya. Naira menepis tangan Dove pura-pura tidak tahu. Dove kesal dan marah, ditariknya kedua lengan Naira, memaksanya untuk berjalan. Di genggamnya tangan itu kuat, tiba-tiba Naira mengingat sesuatu, kejadian yang sama pernah dialami.


Dalam bayangannya, seseorang menggenggam tangannya lalu mengajaknya kesebuah ruangan. Disana mereka terlibat cekcok. "Naira, bisa gak kamu berhenti mengikuti aku! Aku tahu kita tunangan tapi gak harus kamu umumkan ke semua orang." Kata lelaki itu. Wajah tidak terlihat jelas. orang itu menggunakan Hoddie merah.


"Auuu!" Naira mengeluhkan sakit di kepalanya.


Dove menarik Naira ke ruang osis dan menguncinya dari dalam.


"Hey! kamu tuh kasar banget!" Tegur Naira


Dove melemparkan tissue basah kepada Naira."Bersihin tangan lo yang kotor itu." Naira menolak, Dove mendekat dan membersihkan tangan Naira.


Di saat itu, Naira bisa merasa Dove orang yang baik, tapi 1 detik kemudian Dove berubah menjadi ketus, kasar, dan nyebelin. Dia memberikan tissue basah yang baru diatas tangan Naira dan menyuruhnya membersihkan kemejanya yang kotor.


"Orang itu harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, saat tangan kanan kamu melakukan sesuatu biarkan tangan kanan kamu yang menyelesaikannya" Dove melihat mata Naira dengan tajam.


Naira mulai takut, ia melangkah mundur untuk menghindar sambil memikirkan cara untuk lepas dari cowok resek itu berbeda dengan Dove yang justru berjalan maju mendekat padanya.


"Jangan berpikir untuk kabur" Tegas Dove sambil menempelkan telunjuknya didahi Naira. "Kalau orang yang kabur itu namanya orang gak bertanggung jawab, LOOSER!" Langkah Naira terhenti saat bahunya menyentuh lemari. Naira bergerak ke arah kanan namun tangan Dove menghalanginya. Digenggamnya erat tangan Naira yang kini mengepal kuat, ia pun mencoba membuka kepalan itu dan diselipkan tissue basah diantara tangannya. Dove menarik tangan Naira ke dadanya, dia bisa merasa kini gadis itu mulai ketakutan serta nafasnya mulai beradu dan tangannya mulai gemetar.


"Bersihin!"


"AYO BERSIHIN!!" Dove membentak Naira.


"Ayo bersihin baju saya yang kotor karena ulah kamu!" Dove menarik tangan Naira kearah bajunya yang kotor hal ini membuatnya semakin takut. Ditatapnya mata Dove tajam, kedua mata hitamnya seperti akan memakannya meskipun begitu dia merasa ada yang aneh dengan sentuhan Dove.


"Ini! gak akan bisa bersih kalau pake ini" kata Naira sambil perlahan mengelap baju Dove yang kotor


"Gimana cara nyuci? Dasar trouble maker! I HATE YOU!" Teriak Naira lalu melempar bajunya membuat Dove berhenti dan terdiam, dia menghela napasnya seperti sesuatu membuatnya sesak.


Dove kembali mendekati Naira dengan mata yang berkaca, APA KAMU BILANG? YOU HATE ME?  Naira kamu akan menyesal mengatakan itu, dan  jangan kamu pikir, aku akan maafin kamu! Inget itu Naira! Remember Naira! Remember!


"Remember me, NAIRA !!!! "Dove mengambil bajunya kasar. Dove berjalan keluar ruang osis dengan amarah yang sudah memuncak, tiba-tiba seseorang berjalan dan menghalanginya


"Stop, Dove, dia pacar gw" Aldo menahannya.


"Jangan sentuh aku!" Jawab Dove sinis dan langsung ingin mengajarnya.


"Dove udah!" Ucap Dion melerai mereka. Ia lalu memberikan baju itu pada Aldo, "CUCI !!" tambahnya, Dove berjalan meninggalkan Aldo. 


 


Naira lalu mengambil baju itu dari Aldo dan melemparkannya ke Dove, dia mengambil uang dan melemparkannya juga ke dada Dove.


"Itu buat lo yang sok berkuasa dan nyebelin dan jangan ganggu cowok gw, ngerti lo? CUCI SENDIRI!" Naira menunjuk Dove. 


"Gw cewek yang gak takut dengan kekuasaan lo!" tambah Naira membuat Dove semakin kesal


"Ganggu cowok kamu? Dia yang mulai! dan Inget ya Naira, saya gak butuh uang kamu! Kalau kamu gak bisa bersihin baju saya. Itu berarti kamu adalah orang yang gak bertanggung jawab! Looser!" Dia mengambil bajunya yang kotor. 


"Kekuasaan? saya gak punya kuasa apapun disini. Saya hanya seorang pelajar seperti kamu, tapi saya punya kuasa untuk tidak memaafkan kamu atas apa sudah dirimu lakukan terhadap saya, paham! Jangan pernah muncul didepan saya lagi termasuk semua teman kamu!" Ucap Dove mengakhiri segalanya. 


"Jangan lo dekat-dekat sama temen gw! Ucap Dion sambil mengelap pala plontosnya.


"DION!" Panggil Dove. Ia menitihkan air matanya, amarah masih ada dalam dirinya, dia mengambil nafas lalu berusaha melupakannya.


"Everything gonna be alright, Dove." Ucap Dion merangkul Dove.


"Thanks bro" Dove membalas rangkulan itu.


Naira  membuka lokernya, dan melihat tanda hijau ada didalam lokernya, dia berlari mencari Dove. Semua bukunya basah, bahkan baju putihnya pun kotor, dia pergi keluar dan melihat sepedanya juga sudah berantakan, bahkan satu ban sepedanya hilang. Dikelas, bukunya pun sudah berjatuhan dan teman-temannya menertawainya. 


Wira, sebagai wakil ketua Voli memasang pengumuman pertandingan Voli antar sekolah dan dari list nama peserta, nama Naira sudah dicoret dari daftar tim. Dia membacanya dengan ekspresi sedih, "kak, kenapa nama aku dicoret ?" tanyanya sedih.


"Gw gak mau, Dove kena masalah lagi karena lo naira, gw rasa menerima lo adalah kesalahan buat gw." Wira pergi meninggalkan Naira.


Ya ampun! Apa yang terjadi, kenapa semua jadi begini, pertandingan Voli, sepeda aku, semuanya. Naira menatap sedih foto sepedanya yang telah di protoli. Entah dimana rodanya.


Naira mulai menangis dan tak berapa lama ada guyuran air dari atasnya, teman-teman cewek mengguyurnya dari atas.  


Naira hanya bisa menangis, sambil berjalan keluar kamar mandi dengan baju yang basah.


"Wira, list peserta tim sudah dipasang?" Ucap Wills di telepon. "Sorry!" Ucap Wills lalu ia menatap Naira yang lusuh dengan seragam yang basah namun ia tidak menggubrisnya


"Kak Dove." Panggilnya. Namun ia tak menghiraukannya.


"Remember me naira!" ucap Dove penuh penekanan itu selalu muncul di kepalanya berulang


"Maaf, sorry!! " Teriak Naira, namun Dove tak menghiraukannya dan meninggalkannya.


Naira menangis, air matanya keluar tak bisa tertahankan. Dia menangis sendirian di dalam kamar mandi dengan tissue yang berserakan dilantai.


 


REMEMBER ME NAIRA!! ucapan itu selalu berputar di otaknya.


 


Sementara seseorang memperhatikannya dari luar kamar mandi dan melarang orang-orang masuk kedalam.


"Eh lo kenapa sih? gw mau ke toilet."


"Udah ketempat yang lain, dilantai atas ada toilet" ucap cowok itu.


"Gak ahh, disitu penuh kamar mandi cowoknya, gw mau disini aja"


"Aku bilang keatas, yaudah ke sana. Mau aku kasi kartu" ancam cowok itu tajam. 


"Eh, ini kok sepi ya kamar mandinya" tanya Naira.


Sementara si cowok, merasa menyesal atas apa yang terjadi.