
=======Rail Yamamoto============
Shit, dia kesandung tepat dihadapanku.... ini refleks loh ya, aku mencoba menangkapnya, tapi takdir berkata lain... kami ambruk dan...
CHUUUUP...
Bibirnya menempel tepat diatas bibirku.... akhhhhhh, apaan nih??? aku spontan mendorongnya dari atasaku, dia masih melongok kayak ke sambet setan. "aku.. aku berhasil ciuman dengan kak Rail... yeaayyyyyyy..." serunya menarik perhatian semua orang.
Bibirku yang malang... ia telah ternodai oleh bibir si setan sialan itu... Aku berulang kali menyeka bibirku dan berdiri dari tempatku terjatuh... ah, shit... ada Yuka, bagaimana bisa dia ada disini... akh sial, aku harus menjelaskannya.... tapi belum aku melangkah... dia berjalan ke arahku..
PLAKKKKK....
satu tamparan mendarat di pipiku....sakit banget... aku yakin nih udah merah wajahku, kayak baru di tampol sama gorila. " sialan kamu Rail.... kukira kamu gak pernah suka sama dia, kukira kamu gak pernah nganggap dia... ternyata cuman drama... kamu bahkan ciuman didepan umum dengannya.... benar-benar gak tau malu kamu..... brengsek kamu Rail, aku gak mau punya hubungan denganmu..."serunya meneteskan air mata.
"yang... ini salah paham, kamu lihat sendirikan kita tadi jatuh...itu nggak di sengaja.." ucapku ragu.
"aku gak mau tau... aku mau kita putus, jelas-jelas kamu itu berbadan besar dan kekar, gimana bisa nahan gadis aja bisa sampai ambruk... jelas kamu pura-pura jatuh biar bisa pelukan sama ciuman dengannga di tempat umum... dasar gak tau malu.." bentaknya dengan nada bergetar lalu lmemandang kami bergantian, dan pergi dengan langkah kesal.
"puas kau... senang ya udah ngerusak hubungan ku sama Yuka... aku gak tau jalan pikiran kau... maumu apa sih.." bentakku emosi pada Akira.
"hah?? aku?..kenapa aku??." tanyanya sok bingung... akh, aku benar-benar muak dengannya
"gak usah sok polos... kau itu licik tau nggak???... ini kan yang kau mau, agar hubungan aku dan Yuka hancur, lalu kau bisa bersamaku.... mimpi kau, ngibul.. sampai matipun,aku gak bakal suka sama cewek kayak kau.... nyusahin dan menyebalkan, aku muak tau gak lihat kau... kalau bukan karna kau anak dari paman Akihiko, bahkan aku gak sudi mengenalmu... cewek murahan dan rendah.." makiku panjang lebar.
"apa??? kenapa aku?? dia aja yang banyak drama..."
"masih nyalahkan orang kamu,,, dasar gak tau malu... masih kecil udah ngerusak hubungan orang, mau jadi apa kamu setelah besar...hanya bisa mempermalukan nama baik keluarga..." bentakku memotong kata-katanya... aku melihat wajahnya yang kecewa dan air matanya yang mulai menetes... orang-orang mulai berbicara buruk di belakangnya, begitupun denga. teman-temannya yang datang beramanya... mereka mulai memandang dengan tatapan jijik dan muak.
Tapi aku gak peduli, dia udah merusak hubungan aku dan Yuka. dia pantas untuk itu.
" padahal...padahal jelas sekali dia bermain drama..." ucapnya tertunduk, membuatku semakin kesal... cewek sialan ini, ingin ku hantam rasanya.
"hiks...jelas dia lihat kalau tadi itu gak sengaja,,,hiks... jelas dia lihat kalau tadi aku terjatuh dan karna kakak refleks jadi gak bisa jaga keseimbangan dan ambruk...hiks..kenapa?? kenapa aku yang di salahkan??..." suarany terisak memilukan... tapi apa ya.. aku tak merasa iba ataupun kasihan, justru ingin rasanya aku mencakar wajah cantiknya itu.
"kenapa aku yang harus di salahkan...hiks... dia yang terlalu bermain drama... dia tau aku sudah biasa menempel pada kak Rail... dia tau aku selalu mengejar kak Rail... dia tau aku suka kak Rail...hiks.. dan dia tau kak Rail tidak pernah menyukaiku...hikss... biasanya juga dia biasa saja, kenapa hari ini bersikap aneh... lalu kenapa aku yang di salahkan... hiks...bukan kah dia sudah biasa melihatnya.." ucapnya terisak.
"cih... tangismu takkan meluluhkan hatiku... dia marah,karna melihatmu dan aku berciuman... aku gak nyangka kau serendah itu, kau sudah tau dia disana, tapi tetap kau sengaja berlari ke arahku... kau menyedihkan Akira, memuakkan dan rendah... wanita murahan..sampai kapanpun,aku gak akan pernah suka samamu." ketusku meninggalkannya begitu saja.
aku tak peduli lagi dengan pandangan orang terhadapnya... biar mereka menghinanya, dia sudah membuat hubunganku dan Yuka berakhir... Yuka dalah kebahagiaanku.. dan karna kesalahannya, Yuka meninggalkanku... shit, dasar gadis sialan...ntah apa yang membuat kakak menyukai wanita murahan itu.
segala cara aku lakukan untuk mendapat maaf dari Yuka... aku menghubunginya berulang kali, mengirimkan pesan dan bahkan mendatanginya ke tempat tinggalnya, tapi aku tak kunjung menemukannya.... Yuka, kau dimana sayang... aku salah, harusnya aku menolaknya seperti tadi dari dulu... maafkan aku, kembali lah... aku menginginkanmu seorang, tak ada yang lain.
Semalam suntuk aku tak kunjung habis pikir... aku pergi keluar untuk minum dan menenangkan pikiranku, aku harus mencari Yuka sampai dapat, aku tak ingin pisah darinya, dia segalanya untukku.
Besoknya aku mencari Yuka kesegala tempat... semua tempat yang sering di datanginya saat dia sendiri ataupun saat bersamaku. Hingga aku menemukannya sedang duduk di cafe seorang diri... ku percepat langkahku untuk menghampirinya. "Yuka... maafkan aku.. aku salah, itu kesalahanku.. tak seharusnya aku membantunya.." seruku seketika setelah aku tepat berada di hadapannya.
" drama banget..."
" ada pertunjukan ya"
"prank kah ini??"
"cih, cowok yang ketahuan selingkuh.."
Bermacam-macam kata mereka lontarkan, tapi aku tak peduli.. masa bodoh sama mereka, aku tuh butuhnya Yuka, bukan para dedemit penggosip itu.
Kulanjutkan permohonan maafku dan kujelaskan semua yang terjadi, hingga akhirnya Yuka kembali tersenyum padaku... "jangan gitu lagi yah yang..." ucapnya lembut menghangatkan hatiku. Aku mengangguk tersenyum bahagia, dia selalu menjadi yang terbaik untukku...
Malamnya aku tak datang ke pesta ulang tahun setan itu,,,, masa bodoh dengan undangannya, aku muak melihatnya, aku tak ingin menemuinya sama sekali... Aku dan Yuka justru kencan, menonton dan makan malam diluar, menghabiskan malam indah kami berduaan... serasa dunia milik berdua, yang lain ngontrak.
Pagi menyinsing dan matahari mulai bersemu... haaahh, mataku masih berat banget,tapi aku harus cepat bangun karna ada kelas pagi ini... Kulihat kak Ray yang duduk di meja makan... "semalam kakak nginap disini?? "tanya bingung. "hmm.." angguknya pelan, kelihatannya dia menginap disini setelah ulang tahun dari si setan itu.
"kenapa semalam gak datang.." tanya nya dengan nada dingin.
"aku ada kencan.. lagian udah kubilang aku gak mau datang.."
"semalaman dia menunggumu, katanya mau minta maaf.." sahut Kak Ray datar... minta maaf katanya, segampang itu?? setelah dia berhasil hampir menghancurkan hubunganku dan Yuka... syukur-syukur Yuka masih memaafkanku.
"Aku gak peduli.." jawabku singkat yang di balas hanya "oh.." oleh kakak.
Setelah makan.. aku bersiap-siap dan berangkat kekampus... tapi dosenya malah PHP in,gak ada kelas... kelasnya di ganti dua hari kedepan... karna cukup jengkel, aku mencoba menghubungi Yuka, tapi ponselnya di luar jangkauan... positif thingking, kali aja dia lagi ada kelas juga... jadi aku datang ke gedung kampusnya, kata temannya mereka memang ada kelas, tapi dia gak ada masuk.
Khawatir berkecamuk di hatiku... kubawa mobilku dengan cepat menuju apartementnya, aku punya kunci cadangannya, karna apartement itu di bayar setengah olehku, dan setengah dari uang orang tuanya... tak ada orang di dalam, tapi ada pakaian pria yang tergantung... mungkin punya kakak lelakinya yang berkunjung.
Ponselku berdering menampilkan nama kakak.. tumben dia nelfon, akukan gak bilang kelasnya dibatalin, biasanya kalau ada kelas, dia gak akan nelfon.
"halo.."sapaku memulai
"halo... hei Rail, kau apa kau masih ada di kelas.." tanyanya dengan nada dingin.
"tidak, kelasnya di batalkan.."
"oh... kalau begitu, kemarilah.. aku punya hadiah untukmu..hotel X01" ucapnya dengan nada yang sulit di pahami.
"hadiah?? hadiah apaan tumben..."
"apa kau percaya jika aku katakan, kekasihmu sedang bersama belahan jiwanya??." sahut kakak membuatku membuatku tersentak.
"apa dia lelaki bertubuh tinggi dengan badan atletis dan kulit gelap??" tanyaku kembali santai.
"ya.. kau kenal.."
"itu kakaknya..."sahutku dengan nada lega.
"heehhhh... kakaknya?? kau yakin... tapi yang kulihat sepertinya tidak, lebih baik kau kemari dan menilainya sendiri..."ucapnya dengan nada sinis, membuatku bingung.
Kulajukan mobilku secepat yang kubisa menuju hotel yang di tunjuk kakak... kulihat dia sedang menunggu ku di luar, setelah memarkirkan mobilku, segera aku menghampirinya.
"dimana dia?" tanyaku penasaran.
"Kemarilah... dan biarkan aku memberimu hadiah sempurna, pertunjukan hebat dari kekasihmu.." ucapnya tersenyum sinis, membuatku sedikit khawatir, dia menuntunku kesebuah pintu kamar hotel... namun sebelum itu, dia telah meminta sang manager untuk ikut agar membukakan pintu.
Pintu kamar terbuka, dan seketika aku tersentak, kulihat dirinya di sudut sana... sesak dan menyakitkan, aku tak percaya semua ini... kebohongan.. pasti bohong