
============Akira Itsu=================
Nafasku sesak dan jantungku berdebar tak beraturan.. sejenak aku duduk di balik bunga halaman rumah kami... berharap, tak ada yang menyadari keberadaanku....memang manusia sialan yang meneriakiku maling itu, pengen ku bacok rasanya. Gimana bisa coba?? gadis se imut dan secantik diriku di sebut maling... dasar sialan.
Sayang sekali aku gak mengenali suaranya, aku terlalu fokus dengan teriakannya yang menyebutku maling... kalau sampai aku tau siapa yang meneriakiku, akan ku patahkan tenggorokannya dan kubuang dia kesungai amazon...
Setelah aku mengatur nafasku, dan detak jantungku kembali normal... aku mulai meneliti sekitar, berharap tak ada yang menyadari keberadaanku... aku mengendap-enda layaknya maling yang hampir ketahuan.
" ehemm.." seseorang tiba-tiba berdeham dari belakangku... dengan cepat ku putar tubuhku, berharap itu adalah penjaga. "baru pulang sayannngg???... kemana aja??... kok gak ada laporan sih???" Sosok kak Ryu yang berada tepat di belakangku, menatapku tajam dengan senyum sinis di bibirnya.
Hadehhh.. baru tau deh, kalau mala petaka udah ramah sama kita...kesialannya bakalan bertubi-tubi... Shit deh duniaaa... tadi bu dokter di UKS, guru killer di lantai empat.. kak Yuka si mak lampir, dan sekarang... kak Ryu.
"a..anu.. itu, aku.. tadi,, itu..."aku terbata-bata.. nggak tau mau ngomong apa, tau gini harusnya aku biarin kak Shouta mengantarku sampai rumah... kalau begini, mereka pasti pikir aku keliaran kayak kucing gelandangan yang lupa jalan pulang.
"iya sayang?? adik kakak habis dari mana??..." tanya nya kembali dengan senyum yang membunuh.
Yops.. spontan aku bersujud di hadapannya..." ampun yang mulia, hamba salahhh... tolong marahi hamba, tapi tolong jangan potong uang jajan hamba.." seruku menyembah kak Ryu...
Mau gimana lagi... dia yang bertanggung jawab tentang kebutuhan uang untuk aku dan kak Haru... ayah hanya bertanggung jawab pada perusahaan dan juga ibu. ya, dia hanya cinta istrinya itu,,,, dia bahkan selalu membiarkan kak Ryu berkuasa atas kami.
Bukannya ibu adalah ibu angkat... ibu itu, ibu kandung kami... tapi dia selalu bersama ayah, katanya ayah gak mau pisah sama ibu.... dasar bucin aneh, mereka mengukir kisah cinta bahagianya, dan membiarkan kak Ryu bertanggung jawab atas kami, bahkan ayah dan ibu hanya akan diam saja melihatku di siksa oleh kak Ryu, seperti saat ini.
Kak Ryu menarik telingaku, sampai pengen putus rasanya... ia menariknya dan berjalan ke arah pintu utama, Ku lihat ayah dan ibu yang berdiri saling berdekatan... tapi tetap aja mereka gak berkomentar. Ibu hanya menunjukkan ekspresi penuh tanda tanya yang dengan mudah di tangkap paham oleh kak Ryu.
" Lihat bu... apa yang baru saja ku pungut... kucing liar pembuat masalah..." ucapnya tersenyum sinis ke arahku.Kucing liar katanyaa... dasar monster, beraninya dia menyebutku kucing liar pembuat masalah... dan juga, apa-apaan dengan kata pungut yang dia ucapkan... memangnya aku ini anak yang di buang.
" maksudmu... dia yang di maksud maling, oleh para penjaga tadi??.." tanya ayah menimpali.
"hahhh... mungkin, aku menemukan nya sedang mengendap-endap di dekat pagar rumah sebelah kiri, tepat seperti yang di beritahu penjaga.." sahut kak Ryu kembali menatapku.
"jadi kucing kecil... apa alasan mu pulang malam??? apa kau kembali mencoba mencuri perhatian si Rail sialan itu??? atau kau gentayangan di tempat meet and greet komikus ternama itu??..." Sorot mata kak Rail menajam ke arahku... membuat nyaliku semakin ciut... ishhhh, pengen kutabok rasanya mata tajamnya itu.
'tapi ya memang deketin kak Rail juga... tapikan itu gak sengaja ketemu...lalu setelah itu, aku pergi ke tempat meet and greet komikusnya..' sambungku dalam batin.
"hooo.. beli hadiah ya?? hadiah apa yang kalian beli, dan kemana kalian membelinya... sampai-sampai baru pulang saat hampir jam delapan malam..."
"i--itu... ka-mi beli... anu."
"adikku sayang... bicara yang jelas... kau itu memang tak pintar berbohong ya..." Tatapan tajamnya tergantikan senyum licik yang menakutkan. Ku telan ludahku dan kupandang dia sejenak.... bukan aku yang tak pintar bohong, dasar otak lamban ini yang tak berguna.
"karna kau tak punya jawaban... maka biar kakak yang memberimu jawaban.."
"hah??..." soak deh... semoga aja di gak ngelindur.
"mulai besok, dan sampai hari ulan tahunmu yang ke 17, kau akan pulang pergi diantar supir... dan ya, uang jajan mu sudah pasti di potong lima puluh persen.." Shit... pengen ku tampol rasanya.. tiap ketahuan pulang malam, pasti uang jajan di kurangi... dasar ibu tiri.
"ta-tapi kak... mulai besok, aku akan ikut acara Club siswa.. katanya itu harus, tahun lalu aku gak ikut, jadi tahun ini harus..." jawabku dengan nada tak pasti.
"kalau begitu, kakak yang antar jemput.." makin parah setan, kesal habis aku dah.
"ta-tapi.."
"gak ada tapi... atau kau mau gak dapat jatah jajan bulan ini.." ketusnya membungkamku. Aku melirik ayah dan ibu... mereka hanya saling memandang dan lalu tersenyum.
"apa sih kak... curang banget dah... dikit-dikit ngancam uang jajan.." ketusku tak mampu lagi menahan jengkel.. tapi sorot matanya kembali tajam.
"hoohhhh... kau kira siapa yang berkuasa disini..." ucapnya sinis... dia terlihat seperti serigala besar yang siap menerkam, dan aku... aku hanya kelinci kecil yang akan menjadi santapannya..."ma--maaffff.." seruku refleks dan membungkukkan badanku.
Aku kembali menatap ayah dan ibuku yang hanya terkekeh... jengkel banget rasanya...Dasar bucin... kalau gak mau repot ngurus anak, jangan punya anak... hidup berduaan aja nikmati cinta kalian... aku ini anaknya atau apa sih.
"sekarang kau boleh masuk dan membersihkan dirimu.." Aku melirik kearah pintu gerbang yang terbuka, kak Haru baru saja pulang. "Baru pulang Haru???..." tanya kak Ryu santai
"iya kak... banyak tugas di kampus tadi.. kita juga ada praktek di laboratorium.." sahut kak Haru santai.
"yasudah... berikan kunci mobilmu dan cepat bersih kan dirimu.."
Apaan nih.. aku pulang telat di marahi.. kak Haru malah di biarin aja, enak banget sih jadi anak kuliah... Aku mengerucutkan bibirku dan masuk ke rumah dengan kesal... shit.. shit.. shit. nasibbbbbb jadi anak terakhir... apa-apa gak boleh.