
======== Akira Itsu============
Aku menangkap sosok Kak Rail yang berdiri di depan pintu... matanya tertuju padaku dan tubuhnya diam layaknya membeku... mungkin dia mendengar pembicaraanku dengan keluargaku tadi, aku tak tau apa yang membawanya kemari sepagi ini... tapi aku tau pasti, dia akan mendapat pukulan disini... karna kak Haru dan kak Ryu sangat membencinya.
Kesal dan jengkel bercampur menjadi satu dalam kepalaku... pakaianku penuh dengan lumuran darah... aku bahkan mengabaikan teriakan kak Ryu yang memanggilku dan mencoba mengejarku tadi, aku hanya melajukan mobilku begitu cepat dan melesat menuju cafe.
Shit... aku muak dengan hidup ini.. aku sudah cukup tenang dan nyaman dengan kehidupan yang sekarang, aku bahkan tak menuntut apapun dari mereka, apa-apaan dunia ini.
Aku memandang ponselku,,, ada pesan kak Shouta yang memintaku bertemu dengannya di cafe, kelihatannya dia belum tau tentang cafe dan restoranku. aku hanya bergegas turun dari lantai tiga, berharap dia belum sampai.
"Sayang?? oh,, kamu udah sampai duluan toh..." ucapnya tersenyum, dia sampai sesaat setelah aku menduduki kursi cafe... Seluruh karyawan cafe tau bahwa dia kekasihku, namun tak satupun yang berani memberitahunya bahwa cafe ini milikku.
belum ia duduk, matanya tertegun menatapku.
"Sayang... muka kamu kenapa?? siapa yang pukul... kenapa sampai merah begini..." tangannya meraih pipiku dan mengusapnya lembut... sial, aku lupa menutupinya dengan make uppp.... bentar, bajuku...
Tatapan tajam di tujukannya padaku...
"Siapa yang pukul kamu?? kenapa wajahmu sampai merah?? dan bahkan sampai berdarah begini??... katakan manusia brengsek mana yang memukulmu?? akan ku patahkan tangannya, dan ku buat dia tak mampu memukul orang selamanya..." kekesalan tersirat betul di wajahnya... haha, dia tak tau aja bahwa dia sedang mengatai ayahku saat ini.
"tadi aku ke taman bermain didekat rumahku...beberapa anak-anak sedang bermain bola, bolanya mengenaiku dan membuat hidungku berdarah... karna mereka ketakutan dan beberapa anak mulai merasa bersalah dan akan menangis... terpaksa deh aku pergi dari sana, tanpa ganti pakaian kerumah..." ah, tak mungkin aku bilang aku di tampar ayah, dan hidungku berdarah karna kepalaku yang kambuh akibat emosiku yang tak stabil.
"bohong kan??" wajah sendunya membuatku terdiam.
"tak apa?? aku tak keberatan... kau pasti takut kalau aku sampai khawatir... aku tak memaksa..."sambunya menimpali, dia benar, aku tak ingin dia sampai khawatir dan merasa bersalah... aku ingin selalu bersamamu kak...
ia berjalan mendekatiku dan mendekapku lembut...
"sayang... jangan sedih, mungkin kamu belum jujur sekarang... tapi suatu saat, jika sampai aku mendapati orang lain menyakitimu, maka akan ku pastikan dia menyesal menyentuhmu hingga untuk melihatmu pun ia tak memiliki keberanian..."
"hei kak..."
"hmm??"
"apa yang akan kau lakukan jika suatu hari nanti aku mengalami sesuatu, dan tak bisa di selamatkan??" entah kenapa pertanyaan itu melesat begitu saja dari bibirku.membuat kak Shouta refleks mendorongku pelan dan memandangku tajam.
"Akira.. bicara apa kamu ini?? jangan bicara yang aneh-aneh, aku tak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu..." bentaknya emosi, aku hanya terkekeh melihatnya.
"kan hanya berandai kak... se umpama itu terjadi, apa yang kau lakukan??.." aku melihatnya terdiam dan berfikir.
"jika itu terjadi, aku tak tau apa yang akan aku lakukan... aku tak tau akan berapa lama aku akan berkubung dalam kesedihan, mungkin aku akan mencari penggantimu untuk mencoba melupakanmu, atau berhenti untuk mencintai orang lain... bahkan mungkin, aku akam ikut bersamamu... mengakhiri hidupku.." wajahnya tersenyum dengan jawabnnya itu, namun aku yang mendengar, justru tersentak dan kehabisan kata-kata... bodoh, tak seharusnya dia berkata begitu. Bagaimana bisa dia ingin mengakhiri hidupnya hanya demi seorang wanita.
"Bagaimana denganmu??.."tanya nya membuatku terkejut.
"ha??"
"apa yang kau lakukan, jika aku mengalami tragedi menyedihkan dan tewas di tempat..." aku terdiam, bagaimana aku harus menjawabnya... sementara jawabanku pun sama sepertinya... dia satu-satunya alasanku berjuang sekarang ini, karna aku ingin selalu bersamanya, disisinya untuk menemaninya.
"kalau kakak, ingin aku bagaimana.." ah, tiba-tiba jadi bertanya kembali.
"aku ingin kau melupakanku... melanjutkan hidupmu dan hidup bahagia... dengan begitu, impianku untuk hidup bahagia akan terwujud... karna kaulah kebahagiaanku.." jawabannya berhasil membuatku meneteskan air mata, curang... kenapa malah seperti itu.
"aku tak akan mati, dan aku pun tak akan membiarkan sesuatu padamu... aku akanberjuang untuk hidup bersamamu selamanya." aku spontan memeluknya, dan tanpa sadar... sudah begitu banyak yang memandang kami. masa bodoh lah, aku sedang sedih sekarang ini.
Aku hanya merasakan hembusan di kepalaku... tak lama, kak Shouta mencium puncak kepalaku dan memeluk erat diriku. "aku akan berjuang selamanya untukmu Akira..." bisiknya lembut.
🙀🙀🙀🙀🙀
Ck, gimana dong ini... setelah ini, Akira bakalan dapat kabar buruk... terus Shouta gimana guys😭😭😭