My student is my wife

My student is my wife
Episode 6



===== Rail Yamamoto=====


Aku berjalan sambil sesekali melirik kiri kananku... semoga setan kecil gentayangan itu gak muncul tiba-tiba... udah cukup aku malu tadi, gegara dia tiba-tiba jerit manggil namaku dan memelukku erat-erat... shit tuh anak, sampe-sampe aku dikira lelaki brengsek yang memberi harapan palsu sama anak sekolah..


"kenapa sayang?? kok celengak-celinguk gitu??? udah kayak maling kebelet pipis aja...kamu lagi cari tuh bocah ya..."


"ya... mau gimana lagi, itu bocah udah kayak hantu gentanyangan... dimana-mana ketemu, kamu lihat sendiri kan?? kita belum lama disini aja udah bolak balik ketemu dia... kayak ketemu sekurity mall aja."


"ah iya... gak tau tuh anak, kok bisa ya sampe gentayangan di mall..."sahut Yuka ikut melirik kiri kanan.


 


Aku membalikkan tubuhku dan duarrrr... bocah setan itu kembali muncul di hadapanku... entah darimana nongolnya.


"hayooo.... kak Rail cari aku ya??? " ucapnya tersenyum puas... gilak abis, ada ya manusia PD nya gak ke toleransi kayak bocah satu ini.


 


 


"oi bocah... kok dari tadi nongol terus sih... gak bisa ya, kau hilang sepuluh menit aja..." ketus Yuka yang terlihat mulai jengkel.


"Halah... berisik mak lampir, suka aku lah... kak Rail aja gak sewot kayak kau... dasar tante tua..." sahutnya membuat Yuka semakin emosi... Fiks,,, aku tau akhir dari perdebatan ini, pasti ujung-ujungnya berantam... memang setan kecil pembawa masalah bocah satu ini.


 


Belum aku angkat bicara, kulirik sejenak kearah tangannya, tangan kanannya menggenggam paper bag, dan tangan kirinya menggenggam tangan pria disisinya...


"Udah yuk Akira... kita pulang aja ya, nanti kamu di cari sama paman dan bibi..." ucap anak lelaki itu tersenyum lembut pada Akira... bisa di pastikan Akira akan langsung menolak,,,, ayah dan kakaknya saja tak pernah didengarkannya jika sudah berbicara tentangku, apa lagi dia.. hehhh...


 


 


"Yaudah, ayo... Kak Rail, kami duluan ya.." serunya melambaikan tangan dan berjalan menjauh.... ku usap mataku berulang kali, rasanya gak percaya, tuh bocah yang gak pernah dengar kata-kata ayah dan kakak nya, tiba-tiba nurut sama anak laki-laki yang belum pernah kulihat.


 


"Sayang.. kok kamu mandang dia terus sih???... kamu cemburu dia jalan sama lelaki lain.." tanya Yuka memecah kebingunganku.


"ya gak lah... mimpi apa aku bisa cemburu sama anak pembuat masalah begitu... mending kita sambung belanjanya... kamu pilih yang kamu suka ya sayang, ayo.." ajak ku mengalihkan pemikiran Yuka.


 


 


Ya kali aku cemburu sama bocah berisik seperti nya.... dia hanya jadi biang keladi dari semua masalah, walau mungkin aku sedikit tak percaya melihat sikap penurutnya yang tadi. Tapi yaudah lah, masa bodoh sama dia... selama Yuka ada disisiku, maka duniapun serasa surga.


 


 


Beberapa jam berlalu, Aku mengajak Yuka untuk pulang, dan dia menurut... ini yang kusuka darinya, selalu menurutiku dan mendengarkanku... dia menghargaiku dan memperlakukanku dengan baik... menerima setiap keputusanku dan kesalahanku...


 


 


Tak seperti bocah berisik yang selalu membangkang dan tak ada lembut-lembutnya... bahkan jika aku tak salah ingat, aku pernah dengar paman Akihiko di panggil kesekolah hanya karna dia mematahkan tangan seniornya,,,, apa apaan dah... bayangin kalau aku nikah sama dia, gak diturutin dikit aja, bisa langsung jadi pel  an rumah aku di tarok... amit-amit kuy. Cukup aku punya Yuka yang lembut padaku dan penurut, ya.. walau karakter nya selalu berubah saat berhadapan sama Akira... gimana nggak, tuh anak memang selalu berhasil bikin naik darah.


 


Setelah dari mall, aku mengantar Yuka kembali ke apartementnya... dia tinggal di apartement karna jauh dari rumahnya... orang tuanya tinggal di Kyoto, dan Yuka tinggal di Tokyo untuk kuliah.


 


Aku melajukan mobilku memasuki gerbang rumah kami, kulangkahkan kakiku keluar mobil dan ku lempar kunci pada salah satu penjaga untuk di parkirkan. Kumasuki kamarku yang berantakan kayak baru di acak-acak banteng.


 


 


 


seppp... waktunya bersih-bersih... kutarik semua pakaian kotor yang berserak dan memberikannya pada maid, lalu membereskan tempat tidurku... Aku menaikkan kembali foto yang terjatuh di lantai... kacanya gak pecah sih, kayaknya gak sengaja ke senggol tadi pagi.


 


kupandang sejenak.." bocah kecil ini... gimana bisa malaikat manis yang dulu tersenyum hangat, kini berubah jadi hantu gentayangan,, dengan senyum licik di bibirnya..."ucapku menekan kuat salah satu wajah di foto itu dan meletakkannya kembali ke nakas di sebelah tempat tidurku.


 


"hahaha..... nona muda keluarga Itsu itu memang lucu ya... aku dengar, katanya dia pulang membawa keluarga kucing...haha,,, kalau dia pungut hewan liar terus, bisa-bisa rumahnya jadi rumahnya jadi tempat penampungan hewan tuh.."


"haha... kau benar,,, tapi katanya, dia itu selalu memperlakukan baik setiap hewan yang di pungutnya..."


"yah.. mau bagaimana lagi, dia itu anak terakhir,dan sangat dimanja ayah dan kedua kakaknya.... kudengar, dia itu gadis yang baik dan lucu.."


Tanpa sengaja aku mendengar beberapa maid menggosip di depan kamarku...  dia bilang apa tadi?? baik dan lucu??.. halooo, manusia mana yang telah merekayasa cerita tentang setan kecil itu.


Jika saja kalian jadi aku... jangankan berkata dia baik dan lucu, mendengar namanya saja bisa membuat kalian merinding... dia itu bukan malaikat kecil imut yang dulu.. dia itu hantu gentayangan yang suka muncul tiba-tiba.


Selesai sudah aku membereskan kamarku... kubaringkan tubuhku sejenak dan memandang langit-langit kamarku... aku meraih ponselku dan mencoba menghubungi belahan jiwaku... tapi, ya kelihatannya di lagi sibuk... taka da jawaban dan tak ada balasan dari pesanku... yasudah lah.. nanti juga akan di telfon balik, kalau udah dilihat...


 


lebih daripada itu.. entah kapan terakhir kali aku keluar rumah menikmati alam... Aku mengangkat kembali tubuhku, dan mengganti pakaian kerjaku dengan kaus polos dan celana pendek...Aku keluar rumah dan menelusuri halaman rumah kami yang luas, hingga keluar dari pekarangan rumah kami... sebenarnya, dibandingkan rumah, biasanya orang lebih sering menyebutnya mansion.. ya mansion dari keluarga yamamoto....


 


Di depan mansion kami ini adalah rumah dari keluarga Itsu.. kalau di tanya tentang rumah utama keluarganya sih.. jelas jawabannya berada di jerman... tapi ukuran rumahnya ini tak jauh beda dengan mansion keluarga kami... sebenarnya aku tak lagi ingin tinggal disini... tapi ibu tetap memaksaku untuk tinggal disini... katanya sih, cukup kak Ray yang ingin tinggal sendiri, jangan sampai aku pergi juga.


 


Ku telusuri setiap sudut dari jalan ini... tak banyak perumahan di dekat tempat tinggal kami, namun ada danau dan taman yang terbilang dekat, walau butuh lima belas menit jalan kaki untuk sampai kesini... disinilah aku selalu memandang alam dan mencoba memahami setiap masalah yang kuhadapi... 'ternyata sudah banyak yang berubah... tak lagi sama seperti dulu' gumamku memandang sekitarku.


 


 


Senja mulai membentang... aku melihat pantulan sinar matahari di permukaan danau... cantik dan hangat... aku memandangnya beberapa waktu, hingga membuatku tak sadar waktu yang berlalu... Aku berjalan pulang sambil memutar musik favorite yang selalu ku dengar... kumpaln lagu dari Kenshi Yonezu...


 


Tepat di depan mansion, aku berhenti sejenak... entah sosok apa yang berada diatas sana... hantu atau setan.. kuperhatikan dengan teliti... hehhhh,,,, si setan gentayangan yang baru pulang di saat hari sudah gelap... pasti dia takut di marahi, karna itu dia memanjat dari sudur pagar, agar penjaga tak melihatnya.


 


untuknya.. memanjat pagar itu gak susah... secara, dia itu anak ahli beladiri, keseimbangan adalah hal biasa untuknya... walau kadang kebodohannya selalu membuatnya terlihat konyol dan seperti tak punya kemampuan...


Entah setan apa yang merasuki ku saat itu... tapi aku ingin membalas perbuatanng


ya tadi siang... kucari tempat yang aman untuk bersembunyi... "MALINGGGGG....MALINGGG... PENJAGAAAA... ADA MALINGGG DIPAGARRR DEPAN BAGIANN KIRI..." teriakku membuatnya heboh melompat pagar dan masuk kepkarangan rumahnya.... hahaha... puas rasanya melihat dia yang lari kayak lagi di kejar setan... rasainnn, nempel sekali lagi padaku, akan kubalas berkali-kali lipat.. haha