My student is my wife

My student is my wife
Kesepakatan pengantin baru



Guys... saya sayang kalian kok... saya juga gak marah sama yang komen bilang bingung, cuman.. saya malas jelasin lagi, kalau gak sempat baca semua, jangan di koment... ikuti aja dulu, nah nanti juga pasti bakal paham sendiri... kalau masih bingung baru tanya, jangan bilang bingung sama ceritanya, saya lebih bingung... itu bingungnya pembaca di bagian mana? biar bisa saya atasi... dan oh ya, kalau ada yang mau tanya... langsung tanya aja, jangan di bingungkan ya... saya gak pelit kok buat balas... beberapa koment juga saya balas baik, coba aja di baca..


 


 


dan buat para fans Akira... siap-siap buat nangis ya... ada kisah miris di balik kebagahiaanya ini... siap kan aja umpatannya buat Rail...


 


\==========Rail Yamamoto==========


 


Setelah dari kelab, aku mampir ke supermarket... kurasa perutku sedikit lapar, sejujurnya acara pernikahan itu sangat munafik... para tamu yang makan sampai puas, sementara pengantinnya berdiri menyalami sampai hampir tewas.


 


 


Aku mencoba memandangi tumpukan mie instant di depanku... cari yang paling gampang di masak... entah kenapa mie instant di negaraku ini sangat ribet dan lama... aku pernah menonton video masak simpel mie instant idonesia, hanya rendam dan masukkan bumbu...tak seperti disini, ribetnya setengah nyawa.


 


 


Setelah bingung dengan semua mie itu, aku memutuskan untuk membeli semuanya... ya,semua jenis mie itu, dengan tiga bungkus perjenis... masa bodoh, aku gak bisa masak,,, makan mie instant pun jadi, toh cara buatnya ada di belakang kemasan kok.


 


 


Sampai di rumah, aku masuk dan mendapati lampu yang masih menyala,,,, kulihat Akira yang duduk di sofa. kelihatannya dia ini.... kenapa ya???


"ada apa??..." tanyaku menghampirinya.


Sejenak dia melirik kedua tanganku yang menggenggam kantong putih yang cukup besar.


"aku ingin bicara..." sahutnya membuatku meletakkan beban di kedua tanganku.


 


 


"ya??.." aku duduk di sofa sebrang meja.


" aku ingin kita membuat kesepakatan..." sorot matanya menunjukkan keseriusan... dengan alat perekam di tangannya, hati-hati banget nih bocah.


"apa..?" sahutku datar.


"pernikahan ini... pernikahan ini perjodohan bukan?? tidak ada perasaan diantara kita, kau memiliki kak Yuka,,, dan aku memiliki kak Shouta.." dingin... tatapannya begitu dingin padaku.


"lalu??.."


 


 


 


"kurasa aku tak sanggup melepas kak Shouta, dan kau pun tak sanggup melepas kak Yuka bukan??... karna itulah, mari menjadi orang asing saat berada di luar dan di kampus... dan menjadi suami istri di depan keluarga... aku tak akan mengganggu kehidupan pribadimu, dan kau pun begitu... jangan pernah ikut campur hubunganku dengan kak Shouta..."  sial... kesal rasanya mendengarnya... aku gak tau kenapa, tapi kecewa rasanya... seperti aku ini adalah suami yang tak di harapkan.. meski kenyataannya memang begitu sih.


 


 


 


"Aku tak mau.." singkat... aku menjawabnya dengan singkat dan jelas... mana mau aku, dia yang diuntungkan disini... hubunganku dengan Yuka sudah berakhir, lalu... kehidupan apalagi yang bisa kusembunyikan dari keluargaku sebagai jaminan untuknya.


"jangan munafik tuan Rail Yamamoto... pernikahan ini atas keinginan anda dan keluarga anda, saya sama tak ambil andil didalam perencanaannya... saya tak pernah mengharapkan pernikahan ini, jika bukan karna ayah saya yang mengancam akan mengahancurkan keluarga kak Shouta, mungkin saya lebih bersedia meninggalkan dunia ini daripada menikah dengan anda... " mendadak cara bicaranya begitu formal dengan nada tegasnya.


 


 


Remuk...hatiku remuk mendengarnya, begitu tak inginnya lah dia menikah denganku, sampai-sampai lebih memilih mati di banding menikah denganku. Sudahlah... toh seharusnya aku bersyukur karna dia sudah membantu... jika tidak, mungkin kondisi nenek sudah memburuk saat ini.


 


 


"oke... selagi kau tak berkomentar dan tak ikut campur, aku siap menanggungnya sendiri.. dan oh ya, aku ingin dalam tiga tahun, kita akan berpisah." haahh?? dia ini bicara apa?? baru juga nikah tiga jam yang lalu, udah ngomongin pisah, dan lagi... apa-apaan itu, mendadak cara bicara nya yang formal itu hilang tanpa jejak... ck, sudahlah.. untuk saat ini, iyakan aja dulu.


 


 


"iya.. iya. suudah... pembicaraannya selesai, kau boleh pergi ke kamar lebih dulu dan membersihkan dirimu..." bukannya menurut, dia malah menatap intens padaku.


"apa lagi.. apa masih ada yang kurang??.." nih anak kenapa sih... aku dah nurutin kemauannya loh.


"gak ada baju ganti..." akh, sial... aku lupa minta seseorang menjemput barangnya... barangku sih memang sudah lama ku pindah kesini, karna aku hanya sekedar tidur di mansion... namun semua keperluanku ada disini.


 


 


"Mall nya tak jauh dari sini... kita belanja aja sebentar, ayo..." ajak ku yang justru di balas tatapan dingin darinya.


"kau ingin jalan-jalan dengan setelan baju pengantin?? dan, akan kau apakan gaunku yang panjang ini..." ucapnya membuatku tersadar.


 


 


oh sial... goblok, tolol,bodoh... bagaimana bisa aku jalan-jalan di kelab dan berputar-putar di supermarket dengan pakaian pengantin seperti ini... shittttt, tak heran mereka memandangku aneh tadi, dasar sialannn.


"yaudah... aku mau mandi.." sesaat dia berjalan... namun kakinya terhenti dan memutar badannya menghadapku.


"kamarnya???.." lah iya, aku lupa kasih tau... pantas dari tadi duduk di sofa aja.


 


 


"atas lantai dua. sebelah kanan..sini ku tunjuk..." aku mendekatinya yang sudah berjalan didepan.


"tak usah..."ucapnya kembali berbalik.


"aku juga akan mandi, tapi di kamar mandi bawah... jadi aku akan mengambil baju ganti dulu..." sahutku berjalan cepat mendahului.


 


 Aku berhenti di satu pintu dan membukanya lalu menyalakan lampu ... Kubuka lemari pakaianku yang ternyata di ikuti olehnya...


"apa?? .." tanya ku bingung.


"aku mau ini...ini dan ini.." tangannya sigap menarik salah satu kaus polosku dan juga celana training yang menggunakan karet, sehingga bisa diatur keketatan pinggangnya.. dia juga menatik jacket ku... dan...


Plukkk...


Sial.. dia melempar celana boxerku tepat di wajahku.


"yang ini aku tak butuh.." sialan, jelas tak butuh.. memangnya mau kau apakan celana dalam pria..


 


Bocah ini, sikapnya yang dingin itu ternyata membuatnya jauh lebih menyebalkan dibanding dia yang suka menempel dulu...


"hei Akira.. kalau di luar kita adalah orang asing, dan di depan keluarga adalah suami istri... lalu kalau dirumah, kita ini apa??.." entah kenapa itu terlintas begitu saja


"musuh..." sigap banget jawabnya cukkk.


"oh. ok, baiklah... ngomong-ngomong,,apa kau lapar?? mau makan mie instant... aku akan membuatnya setelah mandi" alihin bicara aja udah, aku juga udah dapat jawabannya... memang dia ini anak yang menyebalkan.


"ya.." sahutnya singkat.


 


 


🙀🙀🙀


Readers ... disini nih dimulainya kehidupan ala ngakak suami istri, si dosen  menyebalkan dan si mahasiswa yang tak kalas nyebelinnya... dan, kelasih kalian tetap disisinya loh, Shouta the most handsome prince😶😶😶


 


 


karna saya rada malas belakangan ini, saya akan membunuh satu tokohnya.... tebak siapa ya😈😈😈