
=======Rail Yamamoto======
"hei... Akira-chan bukan??.." tiba-tiba saja salah satu dari pelayan cafe itu datang, membuatku dan Akira sigap berpaling.
Akira terlihat hanya mengangguk, sungguh tak banyak bicara seperti dulu..
"wah... udah lama banget ya... udah tiga tahun kau tak kesini..." Kelihatannya di cukup dekat dengan Akira.... atau mungkin ini adalah cafe tempat tongkrongan Akira dengan teman-temannya.
"berhubung kau lagi disini, dan ini pertama kalinya setelah tiga tahun... apa mau mengulang yang dulu???.." Aku terdiam mendengar pertanyaan itu.
mengulang???... mengulang apa?? hala apa yang dulu di lakukan Akira??...
Tanpa bicara, Akira mengangguk dan berjalan ke depan cafe... dia duduk di salah satu sudut panggung cafe, dengan piano di hadapannya.
oh iya, aku lupa Akira itu pemenang kompetisi Piano tingkat dunia di francis, pada tahun pertama SMA nya. tangannya dengan gesit menekan tuts piano... jari-jarinya menari dengan teratur... akh.. lagu orange, sungguh pecinta animasi.
Alunan lembut musiknya yang menyentuh, berhasil menggugah hati pendengarnya, membuat yang mendengar kebobolan dan berhasil meneteskan air mata... menyayat sekali, sungguh sendu.... bahkan akupun hampir menangia di buatnya.
Tangannya terhenti seketika, membuat semuanya berdiri dan menatap penasaran ke arahnya... ada apa?? kenapa berhenti??... itu lah pertanyaan yang spontan di ajukan para pendengar yang kebingungan. Saat aku mencoba meliriknya, dia tersenyum pada pelanggan cafe yang berdiri.
"maaf..." ucapnya tersenyum dan membungkukkan badannya.
Aku melihat dia duduk masih di tempatnya, meski tak begitu dekat, namun dapat kulihat jelas... tangannya bergetar hebat, seolah tangan kirinya tak lagi bisa di gerakkan.... terlihat ia mengepal tangan kanannya yang ikut mengepal... air matanya hampir menetes saat melihat ke arahku.
Dia...Dia sudah cacat... ia bahkan tak lagi mampu memainkan alat musik kesayangannya... ia tak lagi dapat menikmati permainan Piano yang dulu selalu ia pamerkan padaku... Piano yang menjadi bagian dari hidupnya.
dan semua itu karna aku, karna menyelamatkanku.
"maaf... kita lanjut pakai gitar aja ya... dan oh ya, lagu ini... untuk seseorang yang spesial untukku loh. hei kau... dengar baik-baik ya, ini spesial untukmu " ucapnya mengangkat kursi ke tengah panggung, aku tersentak mendengarnya.. spesial?? untukku?? apa aku yang dia maksud??... shit, kenapa orang-orang ini menatapku.
ah..Tak kusangka ia mahir bermain gitar... tak heran dia di sebut manusia multi guna... tak ada yang tak bisa di mainkannya... tapi sekarang dia tak sesempurna dulu, dia cacat... Aku melihat tubuhnya yang bergetar dan tangannya pun ikut bergetar... dia mengerutkan dahinya dan memaksakan senyumnya, suaranya lembut mengimbangi alunan gitarnya.
Saat lagunya berakhir... aku ingin berdiri dan membantunya untuk membawanya kerumah sakit, sebelum seorang lelaki lewat dan menghentikanku.
"astaga... kau ini ceroboh sekali... kenapa memaksakan.." ucap lelaki itu khawatir.... yuhuiii, itu kekasih si bocah Shouta itu.
Malu banget aku pada diriku yang merasa dianggap spesial olehnya... ternyata itu bukan untukku toh, astaga,,, sejak kapan aku tak tahu malu seperti ini.
"tak apa... ini hanya getaran kecil, aku ingin memberi sesuatu yang spesial pada kakak..."
"tapi gak gini Akira... kan kamu jadi sakit, gimana kalau tanganmu makin parah" Sewot Shouta udah kayak ibu-ibu.
"tak apa... ini hal kecil kok... aku akan selalu memberikan apapun untuk orang penting di hidupku, bahkan jika harus mengorbankan tangan, kaki atau bahkan nyawaku."
"jangan Alay bin lebay... ini kamu kalau sakit ujung-ujungnya cuman gegara aku.. aku gak bakal muncul di depanmu lagi, dannhubungan kita berakhir oke..." kelihatannya dia benar-benar kesal... lagin sih tuh anak, ngomongnya rada alay gitu
"yaudah, pulang yuk...."
"tapi aku masih ada kelas" Akira tersenyum padanya... beda banget sama aku yang dari tadi di diamkan
"yaudah.... kita ke kampus sekarang"
Shouta membawa Akira pergi gitu aja.... jadi ceritanya aku dianggurin nih, haisss.. padahal biasanya dia bakal nempel terus sama aku, ternyata malah dianggurin sekarang.
Yaudah sih.... baguslah kalau dia gak nempel mulu sama aku,,,, paling nggak sekarang dia gak berisik lagi.... Aku memasuki mobilku dan kembali ke kantor untuk menganbil keperluan, sebelum akhirnya aku berangkat ke kampus.
halo readers... jangan lupa like and comment ya.... boleh benci tokoh, tapi ingat.... jangan benci authorrnya loh... kalau kalian comment banyak, besok saya update lima episode... wkwkwk😸😸😸
makanya di comment ya, biar triple up juga