
========Akira Itsu===========
Sudah tiga hari sejak aku dan kak Shouta sah menjadi sepasang kekasih... hubungan kami lancar-lancar aja... gak terlalu romantis- romantis gitu, apa lagi alay... no wayy. Sejak kami jadian, hidupku merasa tenang-tenang aja, walau kadang saat melihat kak Rail... serasa masih ada yang nyangkut dan bikin sesak gitu.
Hari ini, ada ketidak beruntungan yang menimpaku... Sejak kecelakaan tiga tahun lalu, kak Ryu dan kak Haru tak pernah mengijinkan kak Rail menginjakkan kaki di rumah kami... untuk urusan bisnis dan perusahaan, biasanya kak Ray yang datang bicara, atau kak Ryu yang keperusahaannya langsung.
Sialnya hari ini aku yang malah di suruh keperusahaan Yamamoto untuk mengantar file project baru, Kak Ryu belum kembali dari Jerman dan Kak Ray perjalanan bisnis dengan paman Tadashi, sedangkan kak Haru masih bekerja di rumah sakiy.... jadilah aku yang mengantar filenya ke kantor.
Berhubung pagi ini gak ada kelas, jadi aku tak menolaknya... tak apalah, udah lama juga aku gak kesana,mau lihat apa ada yang berubah dari kantornya itu. Aku memasuki kantor dengan tatapan aneh yang mengelilingiku, dah ketebak punya pun... pasti mereka masih ingat banget, wajah gadis bar-bar pembuat masalah yang selalu main serobot setiap kali ke kantor ini.
"Halo... selamat pagi.." Sapaku pada karyawan yang berdiri di depanku
"Selamat pagi juga nona,,, ada yang bisa di bantu??.." tanya nya sopan.
"Saya ingin bertemu dengan pak Rail... saya di minta untuk mengantar file, tapi saya belum membuat janji.." ucapku santai.
"ah... begitu ya, kalau begitu silahkan tunggu di sebelah sana... saya akan menginformasikan kedatangan anda pada pak Rail..."sahutnya menunjuk sebuah ruangan, diatasnya tertulis ruang tunggu.
Aku menunggu beberapa menit, karna cukup lama... aku akhirnya memutuskan bermain game firtual portal di hp ku, aku memasang earphone ku dan berpindah ke dunia firtual game kesayanganku
\=========Rail Yamamoto========
Aku masih duduk merutuki hidupku yang malang,,,, gimana nggak??? Kak Rail marah padaku karna tak mencegah Akira yang jadian dengan si bocah bernama Shouta itu.
Apa katanya kemaren??? perjalanan bisnis?? bisnis palanya... jelas jelas dia liburan ke Osaka... memang shit hidupnya, lagian sukanya sama bocah... orang se usia Akira, ya masih labil aja kalau punya pacar, dia yang aneh suka sama anak-anak.... tapi malah aku yang kena imbasnya.
Udah gitu, aku ada kelas lagi... haaahhh, dasar kakak gak jelas.
Drrtttt...
Drrtttt..
Aku mengangangkat telepon kantor yang berbunyi di depanku.
"Halo..."
"........."
Apa nih, aku tersentak mendengar penjelasan resepsionis... si setan gentayangan itu menungguku di lantai bawah??? masa?? gak percaya deh.... biasanya juga dia bakalan main nyosor masuk ke kantorku, bahkan walau sudah di tolak,dan dikatakan tidak di tempat.
Lantas, setan apa yang merasukinya, sampai dia mau menunggu dengan tenang di ruang tunggu tanpa membuat onar.... sungguh kah dia benar-benar sudah berubah, atau ini cara barunya untuk mencari perhatianku???... ah, tidak tau, tapi kurasa tak apa untuk menemuinya sekali... ini juga kesempatan yang baik untukku berterima kasih karna sudah menolongnya, sekaligus minta maaf karna sudah menghinanya saat itu.
Sampai di lantai 1, aku beregegas masuk ruang tunggu, yaps... dia gak berbuat ulah sama sekali, dia duduk tenang dengan earphone dan headphone yang bergantung di lehernya. Nih, bocah otaknya gak waras... udah punya headphone, masih pake earphone juga.... tapi cukup aneh, biasanya radar setan gentayangannya langsung bisa menangkap kehadiranku, walau radius satu kilo meter sekalipun.
Tapi kali ini, aku bahkan hanya satu langkah di belakangnya, tapi jangankan berbalik... dia bahkan gak sadar dengan kehadiranku... kelihatannya dia asik dengan gamel portal yang sedang dimainkannya....
"Maaf pak, boleh saya minta waktunya sedikit,??" tanyanya memandangku sekilas... aku hanya mengangguk, awalnya kukira maksudnya minta waktu sebentar itu, untuk menjelaskan... ternyata dia pasang earphonenya lagi, dan lanjut main game.
what??... nih anak cuman numpang main game kesini apa?? kirain mau jelasin, ternyata malah main game... tapi gak apalah, aku berhutang nyawa padanya, harus di baikin.
Setelah beberapa saat, kulihat dia mencabut earphonenya dan meletakkan ponselnya.
"Pak... saya kesini untuk mengantar file dari ayah saya... ini saya kasih sama bapak... saya permisi dulu...." jelasnya singkat padat dan jelas, membuatku mendongak.
"apa?? pak?? kau manggil aku pak barusan??" tanyaku memastikan pendengaranku... takutnya aku salah dengar, setahuku Akira Itsu yang ku kenal, tak pernah bisa bicara formal padaku.
"ya?? anda adalah dosen saya di kampus... bukan kah seharusnya saya panggil pak??.." hah?? ngelawak ceritanya nih anak.
"tapi ini kan gak di kampus..."
"lalu???..."tanya nya yang entah sok polos atau nih anak beneran Amnesia.
"panggil saja seperti dulu..." sahutku ingin memastikan ingatannya.
"saya takut anda tak nyaman dengan saya... "
"ah... tak apa, tak perlu bicara formal... bicara santai saja..." ucapku kurang yakin... nih anak lagi ngedrama apa ya?
"oh oke kak Rail... kalau gitu aku pamit.." dia langsung berdiri dan siap beranjak.
"Akira..." panggilku refleks... eh?? bentar... kenapa aku manggil dia??... biasanya aku paling senang kalau dia cepat pergi,,,, kenapa aku malah kurang senang lihat dia mendadak pergi??.
"ya???.." pandangan dinginnya menatapku bingung.
"apa kau ada waktu??.." gak taulah aku ini lagi ngapain... tapi yaudah sih, bagus juga buat kesempatan berterima kasih dan minta maaf sama dia.
"aku belum mau mati kok... jelas aku masih punya waktu, ada apa ya memangnya??" nih anak jawabannya malah ngelantur...
"maksudku... kau mau menemaniku minum di cafe dekat sini sebentar?? ada yang ingin kubicarakan..." masa bodohlah... nih mulut lagi, main nyerocos aja, kalau mau yaudah... kalau nggak,mungkin lain kali aja.
"oh.. oke, apa bayarannya.." ucapnya santai... kalau dulu lihat dia, bawaannya mau lari... kalau sekarang naik level, lihat dia, bawaanya mau nonjok..... masa mau diajak ngobrol aja harus bayar, memangnya anak orang kaya mau di bayar apa??
"maksudnya??..." tanyaku berdigik.
"karna kakak yang ajak, kakak yang bayar minuman dan makananku.." sahutnya masih dengan nada dingin.
"ya.. tentu.." sahut ku cepat... kirain dia bakal minta cium atau peluk...taunya cuman minta ini.
Selama beberapa puluh menit kami duduk di cafe, sikapnya dingin dan datar, seperti tak dirinya yang biasa... aku meminta maaf dan berterima kasih.... aku bilang panjang lebarlah biar dia maafin aku, dan jawabannya cuman "ya" dan "hmm"... apaan dah coba... pengen ku jitak sekali kepalanya itu.
entah kenapa, sikap dinginnya ini jauh lebih menyebalkan dari sikap hebohnya... si setan yang gentayangan berubah jadi setan malas kayaknya.
Setelah dia menerima permintaan maafku dan terima kasihku... yang justru terlihat seolah dia tak peduli sih... aku mulai membuka bicara tentang kuliahnya... paling gak, aku gak ingin dia berpikir kalau aku masih membencinya... tapi justru aku yang lebih banyak bicara, dan dia yang mendengar... seolah karakter kami tertukar.
sampai salah satu karyawan cafe itu datang dan menyapanya.
"hei... Akira-chan bukan??" ucapnya membuat kami langsung berpaling.
tebak.... Akira kenal atau nggak sama karyawan itu??
ada yang tau kenapa orang itu kenal Akira??