My student is my wife

My student is my wife
Kencan terakhir



========Akira Itsu=========


 


Setelah pertengkaran hebat itu, aku melajukan mobilku menuju cafe... sial, sungguh aku tak mengira kalau dunia bisa se menyedihkan ini... kenapa... kenapa harus hidup ku yang tak adil seperti ini. Aku benar-benar tak tau lagi harus berkata apa,,,bagaimana aku akan menjelaskan semuanya pada kak Shouta... siallll.. dia pasti akan membenciku.


 


 


Kenapa hidupku begini?? apa semua orang juga mengalami penderitaanku... siallllll.


Aku mengirim pesan kepada kak Shouta untuk menemuiku di cafe... aku ingin menghabiskan hari bersamanya, walau hanya untuk sehari ini saja... aku ingin bersamanya, sebelum aku menjelaskan semuanya besok.


 


 


Aku menunggu kak Shouta di meja biasanya... kulirik ke arah pintu cafe, dan kulihat dia yang berlari terengah-engah.


"a...ada.. apa??.." tanya nya membuatku tersenyum.


"astaga kak... kenapa sampai berkeringat begini?.. aku hanya memintamu datang menemuiku, dan kau langsung melesat secepat kilat..." ucapku mengusap keingatnya dengan tissu.


 


 


"kau itu nomor satu untuk ku... saat kau bilang ingin bertemu denganku, ku kira sesuatu terjadi padamu... makanya itu aku langsung kemari..." jelasnya setelah mengatur nafas.


"haha... tak terjadi sesuatu, aku hanya rindu kakak..."


"jangan menggodaku... baru semalam kita ketemu, dan baru tadi kita telfonan... katakan, pasti ada sesuatu kan??.." ah, dia memang mengenalku... tak ada yang terlolos darinya.


 


 


"tidak!!... tapi aku memang sedikit ada masalah..." ucapku tersenyum.


"apa??."


"aku bosan kak... temani aku melakukan banyak hal hari ini.."


"oh.. kau ini, membuatku khawatir saja... sayang unyel-unyelku ini mau melakukan apa memangnya.." ah, sungguh bahagia mengetahui dia selalu punya waktu untukku... meninggalkan segalanya hanya demi diriku.


 


 


"aku mau ke toko buku... taman hiburan... makan ramen paman Makoto dan menonton film terbaru... " ucapku semangat, membuatnya tersenyum lebar.


"apapun untuk sayangku ini..." ish.. di unyel-unyel lagi muka tembemku.


 


 


kami memulai senang-senang kami, mulai dari toko buku terbesar di tokyo.... ku lihat dia membaca beberapa buku kajian dan komik juga novel bergenre fantasi... bersamanya, aku ingin melupakan semua masalahku, untuk hari ini saja... aku ingin bahagia bersamanya.


 


 


 


 


Kami bertarung adu ketahanan... memakan ramen yang begitu pedas dan membakar mulut... Hingga terakhir, kami menonton film "LAST SCENE" yang diangkat dari film animasi... ah, sedih... perpisahan yang menyakitkan... air mataku hampir menetes, sebelum akhirnya kak Shouta memeluku lembut.


 


 


"Kak... kita kembali ke taman hiburan??.." tanyaku memandangnya.


"ya...kan kita belum naik bianglala... tapi nanti ya, setelah ini.. kita ke pantai dulu yuk, lihat matahari tenggelam... cantik loh.." ah, senyumnya hangat... bagaimana aku akan melepas senyum ini.


"oke." sahutku singkat.


 


 


 


Di pantai, kami bermain air sepuasnya... berlari saling mengejar dan bermain pasir... ya, kayak pacaran ala anak SMA gitu.. tapi itu membuatku begitu bahagia, padahal ini bukan yang bertama kalinya kami berkencan,,, tapi hari ini semua serasa begitu menyenangkan... mungkin karna aku akan melepasnya.


 


 


 


"Sayang... duduk dulu sini... kakak capek nih, kamu kayak kucing aja... gak ada capek-capeknya..." ucapnya mengajakku duduk di pasir yang cukup jauh dari jangkauan air laut.


"tapi imutnya juga kayak kucingkan..." jawabku sok imut, terserah aku dong.. no komen buat para jomblo ngenes.. aku memeluknya dan mengusap kepalaku di dada bidangnya.


"iya.. kamu juga imut kayak kucing..." sahutnya mengacak- acak rambutku.


 


 


"sudah senang..??" dia menatap hangat padaku.


"ya.." balasku lembut.


"bisa cerita sekarang sayang??" aku tersentak mendengar perkataannya.


"hah??.."


"sudah lah sayang.. jangan bohong, kakak tau kamu ada masalah.. cerita sama kakak, siapa tau kakak punya solusi.." ah, kadang terlalu peka itu juga buruk ya.


"tak ada kok kak..sungguh."


"kamu gak mau cerita sama kakak?? kakak tau kok dari tadi.. senyum mu itu palsu.. ada kesedihan disana.. ceritalah aku gak akan komentar apapun... hanya mendengarkan..." ya, mungkin lebih baik aku cerita sekarang.. lebih cepat lebih baik.


 


 


Sejenak aku diam, dan kemudian memandangnya sendu... membuat tatapannya berubah khawatir.


" Kak... apa kakak akan membenciku, jika aku meminta berpisah dan mengakhiri semua hubunganku dengan kakak , tanpa alasan yang pasti??.." tanyaku membuatnya membulatkan mata, tersentak... seolah tak percaya dengan apa yang kukatakan.. raut wajahnya berubah... sudah kuduga, dia pasti akan membenciku.