
=========Rail Yamamoto=========
Akira masih berjalan-jalan memutari rumah... membantuku membersihkan rumah yang penuh debu ini, bagus sih dia mau bantu... yang gak bagus tuh, kok bisa dia santai keliling rumah pakai Boxerku... muka tebal nih bocah ingusan... malu banget aku setan.
"Akira,,, apa kau ada janji hari ini??.." tanyaku memecah keheningan diantara kami,gak tau kenapa pertanyaan itu muncul gitu aja.. mungkin karna aku lihat pesan di HP nya tadi kali ya.
"Iya..." jawabnya singkat.
"bajumu??... jangan bilang kau mau pakai boxerku buat kencan...??" ini anak gak mungkin kan pakai boxerku terus... malu aku kuy, itu boxer ala lebay gitu.
"nggak... " lagi..lagi jawabnya singkat.
"oh.." ucapku menanggapi.
Setelah bersih-bersihnya selesai, aku berjalan ke arah dapur... buat masak mie instant, soalnya gak ada bahan masakan lain dirumah ini. Kulirik dia sejenak..." kencan ya.." gumamku dalam hati.
Ting..Tong..
Ting..Tong..
akh, kelihatannya ada yang datang.. niatnya sih mau buka, tapi pas aku liat Akira berjalan lebih dulu.... yaudah lah
Brugkhh...
eh?? ada sesuatu yang jatuh kah?? kulirik Akira yang menjatuhkan koper besar. gak tau dari mana munculnya.
"punya siapa?? "tanyaku menghampiri.
"punyaku..." sahutnya singkat..
"kok di jatuhin??.." kembali aku bertanya
"berat... bawain ke kamar.."ucapnya datar... woi dek, aku ini suami mu loh... bukan pembantu, kalau mau minta tolong bilang aja... jangan ngatur kayak boss dengan muka dingin ala ampas gitu.
ck.. yaudah lah, diturutin aja... aku juga gak mau kalau sampai dia marah samaku,terus dia gak ngomong samaku... kan bahaya, tinggal seatap tapi gak ada interaksi satu sama lain.
Setelah aku memasukkan kopernya ke kamar utama di lantai satu, aku kembali kedapur buat masak mie... paling nggak, kita sarapan sesuatu lah.
"Akiraaa... sarapan, " panggilku dari dapur, kami ini bukan kayak sepasang suami istri loh... tapi kayak kakak yang ngasuh adeknya. adek yang gak banyak bicara dan pendiam tapi menyebalkan.
Akh.. lama dia tak muncul, sampai aku berniat untuk menghampirinya... nih bocah ngapain sih.
Kulihat dia keluar dengan celana hot pants dan kaus polos yang di balut jaket... ganti baju ternyata.
Slurppp...
Slurppp...
" Ada sepeda??..." tanya nya membuatku bingung... jangan bilang dia mau naik sepeda sekarang, baru juga tiga detik selesai makan.
"hmm..."angguk ku yang membuatnya langsung berdiri dan mengulurkan tangannya.
"minta uang jajan, aku mau keluar..." ucapnya singkat membuatku mendongak... dia minta uang jajan?? samaku?? gak salah denger nih?? diakan punya uang dari hasil cafe nya... dia juga selalu dapat banyak uang jajan dari Ryu... bocah ini ingin mengurasku ya??...
"nih... " Aku memberikan sejumlah uang padanya, udah biar aja.... susah ntar kalau gak di kasih.
Setelah mengambil uang itu, dia berjalan keluar... ku lirik sejenak, siapa tau ada yang udah janjian sama dia... terus jumpet dia depan rumah.
Bukannya liat siapa-siapa.. aku justru mendapatinya yang menaiki sepeda dengan sangat cepat... ya ampun... nih anak gak ada tobat- tobatnya, masih aja bawa sepeda kayak lagi balapan... moga-moga aja dia gak gilas orang kayak dia yang hampir menggilasku dulu.
Setelah dia pergi, aku merapikan meja makan kami... udah kubilang, dia itu bukan kayak istri... lebih kayak anak atau adik gitu... mangkuk mienya aja aku yang beresin.
Waktu berlalu begitu cepat... gak terasa udah siang aja. lapar... perutku mulai lapar, tapi nggak mungkin kan aku makan mie instant lagi... bisa mati cepat aku, mendingan aku cari restaurant dekat sini... kayaknya ada deh.
Aku melajukan mobilku dengan cepat, hingga aku terhenti di salah satu taman... iya taman, rencananya aku memang mau ke restaurant,tapi malah refleks injak rem pas liat dia.
Entah kenapa... ini membuatku jauh lebih kecewa dibanding yang kulihat semalam... kesal, dan tak terima.
Kulihat Akira yang naik sepeda dibawa sama si Shouta... pada hal aku udah tau kalau dia mau menemui Shouta.. tapi siapa sangka rasa kecewanya akan lebih dalam.. aku ini, kenapa??
Tapi entah kenapa, kencannya itu kayak kencan parasit ya, dia pakai uang dan sepedaku buat kencan,,, tapi kencannya sama lelaki lain... aku ini suaminya atau pengasuhnya.
Sudah lah.. tak seharusnya aku mengomentarinya, toh kami udah sepakat.....
tapi tetap aja,ada yang bergejolak di dada ini... lebih tak nyaman dibandingkan saat aku melihat Yuka dengan lelaki itu... perasaan ini,di sebut apa ya???.
Plakkk...
satu tamparan mendarat di wajah Akira, membuatku tersentak... sial, kenapa wanita itu ada disini...
🙀🙀🙀
maaf... belakangan saya udah malas nulis nih, jadi ceritanya rada gak seru gitu.. mungkin karna saya mau belajar aja dulu buat ujian.
Tapi, makasih buat jawaban kalian ya,sebenarnya yang di bunuh itu masih rahasia.
dinikmati aja dulu kisah konyol dan gak jelas mereka.. ntar kalau sedih mulu,bisa pecah dunia... kan hidup bukan hanya tentang penderitaan.
ehemm... kayaknya ada yang bikin dada Rail ngeh nih... mau lanjut gak?