My student is my wife

My student is my wife
Episode 3



-------Rail Yamamoto-----------


Namaku Rail Yamamoto, berusia 23 tahun dan merupakan seorang mahasiswa S2 di universitas ternama tokyo... sekaligus general manager di perusahaan ayahku. Aku merupakan putra kedua dari Tadashi Yamamoto... pemilik dari perusahaan YT group. Aku memiliki kehidupan yang cukup simpel... belajar dan bekerja, anti dengan keramaian... terutama dengan hal-hal yang heboh.


Aku benci hal-hal yang berisik, namun ada satu gadis berisik yang selalu mengganggu ke tenanganku... gadis tak waras yang selalu datang mengejarku, lebih tepatnya bocah yang tidak waras yang selalu mengejar cintaku, meski ia tau betul aku memiliki seseorang di hatiku.


Menyebalkan dan juga berisik,,,, di bandingkan seorang gadis, dia lebih cocok di sebut kucing kecil pembuat masalah. Tak ada aksi gila yang belum di lakukannya... dia bahkan pernah melompat pagar rumahku, saat aku melarang penjaga gerbang mengijinkannya masuk.


yupss... dia benar-benar gila dan tak waras... dan hal gila yang di lakukannya minggu lalu, bahkan masih bergeming di kepalaku. " Paman Tadashi.. ijinkan aku menikah dengan kak Rail saat aku berusia 17 tahun nanti..." ucapnya lantang membuatku tersedak minuman yang sedang ku telan.


"gila apa nih anak.. pala lu peang... nikah??? yang bener aja,,  badan aja masih rata kayak bayi baru lahir... bocah yang baru lahir kemarin, berani-beraninya lamar Aku... cewek sexy bohai aja aku tolak, apa lagi bocah macam kau, gak ada yang bisa di lihat." sewotku dalam batin


Dan Apa yang paling gila adalah ke jadian kemarin siang... dia hampir saja menggilasku dengan sepeda sialannya itu... Apes dah hidupku, tuh anak kayaknya beneran minta di tabok.... cewek sih, tapi resenya kelewat batas... Ampun deh kalau aku punya istri kayak dia,bisa mati sehari karna stress.


Hari ini aku akan ke rumah keluarga Itsu untuk berbicara tentang bisnis... yaps,tepat banget.. itu rumah si setan kecil pembuat masalah... di itu mirip setan.. bisa muncul tiba-tiba entah darimana, kayak roh gentayangan di film horor gitu.


Sebelum aku masuk, aku mencoba meneliti setiap sudut dari rumah Itsu... ku pandang satu-satu sudut tumah itu.... hiyapsss... si setan kecil itu belum pulang dari sekolah... bisa mampus duluan aku, kalau dia sampai muncul tiba-tiba. Saat paman Akihiko muncul, aku langsung to the point bahas tujuanku datang kesana. iyalah,,, amit-amit kalau sampai ketemu tuh si setan kecil disini, bisa kacau masa depanku,,, maksudnya masa depan bisnis yang lagi aku bahas sama paman Akihiko.


Tapi ya... kayaknya takdir heboh banget mau nyusahin hidupku... ntah darimana munculnya setan kecil ini, dia tiba-tiba teriak namaku. Belum juga ku lirik melihat arah suaranya, dah sampai aja dia di pelukanku. Damn.... bocah sialan, dikira aku buntalan apa, main peluk sampai orang sesak.


"Akira... lepas kak Rail... dia datang kesini untuk urusan bisnis, jaga tatakrama mu.." Tatapan tajam dari paman Akihiko tertuju pada gadis di depanku ini.... sialnya, entah apa yang merasukinya, sampai-sampai ayahnya bicara pun tak di gubrisnya lagi.


"ah Ayah... Akira itu capek baru pulang sekolah.. tenaga Akira habis... Kak Rail itu kayak pengisi ulang tenaga Akira..." tolaknya membuat tersentak. Hei bung... kau kira aku ini cargher batrei hp apa...


Itu kepala kayaknya dah pernah ke bentir deh... sampai nih anak gak ke toleransi lagi gilaknya.


" Akira-chan... tolong paham sedikit... saya datang kesini untuk berbicara tentang pekerjaan... Akira juga baru pulang dari sekolahkan??? sebaiknya Akira ganti baju dulu.. nanti setelah bicara dengan paman Akihiko, kita bisa ngobrol sepuas Akira-chan..." Ya aku bicara formal lah, jaga image gitu di depan paman Akihiko, Aku melepas kedua tangannya yang melingkar di bahuku dengan pelan.


'sialan nih bocah... aku aja gak pernah peluk anak orang... ini datang main peluk-peluk aja, di kira aku apaan coba' umpat ku dalam batin. ya, dia hanya mengerucutkan bibirnya,tanda tidak terima dengan perkataanku... ya, paling tidak akhirnya dia naik juga ke kamarnya.


Sebelum dia turun... Aku cepat-cepat mengakhiri pembicaraan kami, dan menghilang dari tempat itu secepat yang ku bisa, dengan dalih.. banyak kerjaan di kantor.


Aku sampai di kantor dengan wajah kacau balau.... iyalah, aku lari ngos-ngosan dari pintu utam sampai gerbang, mana tuh halaman luas banget lagi.aku memang sengaja minta supir mengantarku sampai gerbang, dan gak sampai depan pintu... soalnya, kalau sampai depan pintu, pasti akan ada aja yang gak terduga terjadi sama mobil aku... dan itu alasan dia buat nahan aku.


Pekarangan rumah kita memang tetanggaan... tapi, ukuran rumah dan halaman yang laus, rasanya bikin kayak bukan tetanggan lagi, jauh amat jarak dari pintu utama ruamah aku, sampai pintu utama rumah mereka. Tapi yang aku heranin... kokbisa sih tuh setan kecil kuat bolak-balik rumah aku secepat kilat.


sumpah.. gak habis pikir, itu anak manusia apa anak jin... bisa nongol bisa ilang, udah kayak film naruto aja. oke... kembali ke laptop... Aku udah sampai kantor nih... kata orang setiap kita merasa lelah akan sesuatu, pasti ada aja yang jadi penyemangat.


Aku lihat ada Yuka kekasih ku, dia lagi duduk di ruang tunggu. Pujaan hatiku yang membahana, selalu aja punya cara buat aku bahagia... senyumnya itu lo, kayak bidadari yang jatuh dari langit... gak kek si setan kecil, senyumnya kelihatan kayak setan ke jepit... geli aku lihatnya, plus jijik amat.


"halo Rail.... habis darimana sayang...??? aku tungguin loh dari tadi.." ucapnya lembut dengan suara merdunya... gak tau ya yang lain sepemikiran dengan aku atau gak, tapi buatku suaranya itu, lembut dan merdu, menggugah hati gitu lah. "habis ketemu paman Akihiko sayang... mau ngomongin projek baru gitu."


"oh... rumah si cewek centil itu..." nada bicaranya ke dengeran cemburu.. tapi entah kenapa aku justru senang liatnya, habis kalau dia cemburu, kelihatan lebih cantik dan imut.


"iya... tapi aku langsung pulang pas dia datang... kamu tau kan, aku gak suka banget liat dia.. bahkan jijik banget lagi..." Aku memeluknya dari belakang dengan lembut dan menyandar kan kepalaku di bahunya.


"kamu kenapa?? cemburu??" tanyaku lembut.


" tau ah... dah tau tuh anak suka kamu.. masih aja kesana.." ketusnya tak terima.


"kan aku dah bilang, itu cuman urusan kerja, dan aku juga langsung pulang kok pas dia datang"


" beneran...???" tanya nya sedikit ragu.


"benar kok..." sahutku mengecup pipinya.