My student is my wife

My student is my wife
Rektor kampus kadaluarsa.



=======Rail Yamamoto============


 


Setelah dari rumah sakit aku langsung kembali ke kampus... aku mengundur kelas nya di gantikan besok... aku hanya ke kampus untuk mengoreksi tugas mahasiswa yang di kumpul kemarin.


 


 


Aku duduknya di mejaku dan tugas yang mau di koreksipun ada di meja, tapi pandanganku ntah kemana,,, terbayang kata-kata dokter yang mengatakan bahwa Akira harus melakukan therapy kerumah sakit sekali seminggu... dan yang paling bergeming di kepalaku adalah komplikasi otak yang dimilikinya akibat kecelakaan tiga tahun lalu.


 


 


Tak heran jika Ryu dan Haru begitu membenciku... benturan di kepala Akira begitu buruk, bahkan jika saja bola yang mengenainya tadi sedikit lebih keras, mungkin itu akan dengan cepat merenggut nyawanya. Sial... sekarang rasa bersalah dan rasa kasihanku bercampur aduk... aku bahkan belum berterima kasih untuk nya yang sudah menyelamatkanku saat itu.


 


 


Aku menoleh ke arah ponselku, ada begitu banyak pesan... akh, dari Yuka... apa yang dia ucapkan.


Yuka: sayang... lagi dimana?


Yuka: lagi sibuk kah?


Yuka: hari ini rada sibuk... kita ketemuan besok ya.


Rail: iya..


 


 


Haaahhhh....selalu begini.. entah kenapa perasaanku berkata bahwa ia tak pernah jujur padaku... bahwa ia masih tetap mencintai cinta pertamanya itu, tapi kenapa aku masih saja mau bertahan dengannya.


 


Kadang aku merasa sedikit berbeda dengan Yuka, sulit di jelaskan namun mudah di rasakan... hubungan diantara terlihat seperti sebelumnya.. hangat dan lembut, tapi hatiku tak lagi sakit melihatnya dengan yang lain... aku senang dan tenang di sisinya.. tapi melihatnya bersam pria lain pun tak mengusikku lagi.


 


 


Dari pada bekerja,sekarang ini aku lebih cocok di katakan kerasukan setan loh... sudah seharian aku disini, tapi tak satupun tugas mahasiswa yang ku periksa... pikiranku melayang pada Akira yang berada dirumah sakit, apa dia sudah lebih baik?? apa dia sudah kembali kerumahnya??..


 


 


Pada akhirnya sampai jam lima sore aku di ruanganku,tapi tak satupun dari tumpukan kertas di atasku yang ku sentuh... haiss.. tau gini mending aku ke perusahaan,,,, tapi ngomong-ngomong soal perusahaan, apa kak Ray tau kalau setan kecilnya sudah kembali??


Buzzzz..


Buzzzz..


 


 


panjang umur, baru juga di bahas... orangnya udah kirim pesan.


kak Ray: hei Rail... aku dengar setan kecilku sudah kembali ke jepang... dan dia menjadi murid pindahan di kampusmu, aku mau kau menjaganya untukku... kalau sampai sesuatu terjadi padanya... lehermu yang akan jadi taruhannya.


Raol:iya


 


Ini orang ya... nongol-nongol, kirim pesannya malah ngancam, dasar kejam... dia ini kakak ku atau bukan sih.


ah udah lah... makin suntuk aku disini, mending pulang ajalah... dari pada ke sambet penghuni kampus ini lagi.


 


 


Besoknya aku ke kampus sedikit lebih cepat... kelasnya aku pindah pagi sih... kelas ekonomi manajemen bisnis,


Aku terhenti di depan pintu kelas saat melihat sosoknya yang duduk di sudut, tenang dan diam... seperti bukan dirinya saja.


 


 


 


"berisik kamu... ya terserah saya lah, lagian kamu itu udah kayak belajar pelajaran saya aja, kan masih banyak kelas yang lain??.." ketusku dan masuk ke kelas sambil memperhatikan Akira... kelihatannya tak ada yang terlalu buruk dari kejadian semalam.


 


 


 


 


"ya elah pak... malah plototin maba nya lagi... bapak suka ya??... gak boleh loh pak, dia itu punya kita, umur bapak gak sepantarant... udah lanjut aja belajarnya pak, nanti pulangnya bapak cari yang seumuran buat jadi pacar bapak.." seru mahasiswa yang satunya membuat sekelas terkekeh..


"diam semua!! atau kalian mau ulangan mendadak" bentak ku membungkam tawa mereka... gak tau aja mereka, kalau bermasalah sama dosen itu adalah kutukan terberat selama kuliah.


 


Hampir semua tertawa, kecuali dia yang sibuk memandang keluar jendela... seolah dia terdampar dalam dunianya sendiri.


"oke... kita mulai kelas Kita akan membahas materi ini.." ucapku menuliskan judul materinya di papan tulis.


Sekilas aku melihat dia melirik ke arah depan, sebelum akhirnya berdiri.


" ini kelas ekonomi??" tanyanya dingin, membuat sekelas mendongak heran.


"ya??.." sahutku tak kalah bingung.


 


 


 


"saya permisi..." dia melangkah dari kursinya untuk keluar dari kelas...


"tunggu... kamu mau kemana??, siapa yang memberimu ijin untuk keluar.." ucapku menghentikan langkahnya.


"maaf... kelihatannya Pak Rektor memberikan informasi yang salah pada saya... saya bukan mahasiswa ekonomi.."


"lalu?? maksudmu kamu salah masuk kelas?? apa kamu tidak bertanya pada mereka,kamu ada di kelas apa saat ini?? sebelum kamu masuk tadi??" tanyaku tak percaya... gimana nggak bingung, gak biasanya anak ini melakukan kesalahan seperti ini... biasanya sebelum kesuatu tempat, dia akan mengepoinya terlebih dulu... jadi kecil kemungkinan salah tempat seperti saat ini.


 


 


"saya tidak bertanya karna pak Rektor yang mengantar saya langsung kesini..saya permisi.." ucapnya keluar begitu saja.


entah apa yang merasuki anak satu itu, dia keluar begitu saja tanpa permisi, karna kesal dengan sikap dinginnya... ku jadikan deh para dedemit di depanku sebagai pelampiasan... ku paksa mereka untuk ulangan mendadak... bodoh amatlah.


 


 


 


Setelah jam pelajarannya berakhir, aku segera keluar dan meninggalkan ruangan yang di penuhi keputusasaan itu, siapa suruh belajarnya pas di umumin ujian aja... mahasiswa malas.


eh?? ngapain tuh setan keluar dari kantor Rektor. Sep... karna aku belum siap ngobrol sama dia empat mata... jadilah aku kayak orang yang di kejar utang... refleks aku bersandar di tembok, biar dia gak liat.


 


 


"dasar Rektor kadaluarsa... itu otak atau kotoran sih... Sejak kapan coba?? pindah universitas, terus jurusannya juga pindah... yang benar aja, itu otak udah kehabisan masa berlaku apa?? sampai-sampai gak bisa mikir... sial aja aku di suruh masuk kelas ekonomi... sekalian aja di pindah kejurusan musik, piano atau biola gitu... shit..shit..shit" umpatnya dengan nada yang cukup keras.


 


 


Aku hanya terkekeh mendengar umpatannya...hahaha, ternyata dia masih sama konyolnya seperti dulu


 


 


 


Dear readers.... dukung terus penulis ya.. like and comment... jangan lupa favoritenya juga... kalau kurang puas.. ya saya minta maaf aja