My student is my wife

My student is my wife
Kampus dan dosen



=========Akira Itsu==========


 


 


Setelah pertengkaran itu, aku menarik kak Shouta untuk menjauh dari kedua orang itu,,, aku gak tau sih entah sejak kapan kak Rail ada di taman ini... tapi yang jelas, dia udah liat sikap busuk dari kekasihnya itu. Sekarang waktunya privat time with my sweetheart... bye-bye bucin gilakkk.. bucin laknat mau kencan dulu.


 


 


 


Berhubung ini akhir pekan, seharian penuh kami bermain di luar... mulai dari menonton, jalan- jalan  tempat wisata terdekat dan sampai ke pemandian air hangat...


"Akira... cincin nikah kamu mana sayang??? kok kamu gak pake??..." tanya kak Shouta menatapku, kayaknya dia baru ke ingat sama pertanyaan itu.


"kenapa?? kakak lebih senang kalau aku pakai cincin itu kemana-mana??" aku berbalik bertanya dengan nada sedikit kesal.


 


 


"bukan begitu... walau kamu gak mengingin kannya, bukan berarti kamu bisa lepas semaumu sayang... itu adalah bukti pengikat janji suci,,,, hingga kalian berpisah nanti, kamu belum boleh lepas..." jelasnya yang membuatku diam aja.


"yaudah deh, maaf... aku ada pakai kok, tapi di buat jadi kalung... nih.." aku menarik kalung dari balik kerah bajuku dan memperlihatkan cincin yang tergantung di kalung itu.


 


 


Malamnya  aku pulang lebih cepat di banding saat dulu tinggal dirumah orang tuaku, sekitar tengah tujuh malam gitu lah... kulihat kak Rail yang membuka pintu dengan celemek memasak yang terpasang ditubuhnya??.


 


"Udah makan,Akira?? " tanya nya dengan tatapan yang sulit ku artikan.


"belum.." sahutku singkat dan langsung berjalan masuk kekamar.


" nanti selesai mandi keluar ya, makan malamnya udah kakak masak.." serunya sebelum aku benar-benar menutup pintu kamar.


 


 


 


Setelah mandi, aku bergegas keluar kamar... udah lapar betul perutku ini... memang karet lah usus ku ini ya, masa udah makan banyak di luar, masih aja lapar...


Ku sendok nasi  dan lauknya ke mangkok ku, hingga kak Rail geleng-geleng kepala liatnya, dengan cepat ku tarik sumpitku..." selamat makan..." ucapku langsung menyerbu makanan di depanku.


 


 


 


"dek... bisa gak makannya pelan-pelan aja... kamu makan kayak gak di kasih makan seribu tahun tau... kakak yang gak makan siang aja bisa santai.." ucapnya santai... entah kenapa, kurasa sejak kami menikah... dia bicara jauh lebih baik dan lembut... masakannya juga enak, kalau di pikir-pikir... dia ini memang idaman semua wanita, pintar, tampan, kaya, dan juga dosen... tapi sayang sekali, sikapnya sekarang udah.. no..no..no way sama ku.


 


 


"bodoh amat..." ucapku dingin melanjutkan makanku dan mengabaikan nya.


"cincin nikahnya mana??.." ck... banyak tanya nih, bikin kesel.


"udah kubuang.." ketusku membuatnya tersentak..


"hah?? kamu buang?? kenapa??.." entah kenapa dia kelihatan gak terima gitu.


 


 


"jelek,,, se jelek orang yang membeli dan memasangnya..." ucapku dingin.


"hah?? emang aku sejelek itu??.." tanya nya mengernyitkan dahi. aku menarik nafas sejenak, dan menatapnya dingin.


"wajah kakak boleh jadi idola dan idaman... tapi hati kakak itu jelek dan busuk, hal indah apapun yang kakak sentuh dan berikan padaku.. untukku, semua itu sama buruknya dengan hati kakak..." ketusku dingin.


 


 


Aku berdiri dari kursiku dan membawa mangkok makanku ke dapur, ku cuci mangkok itu dan ku letakkan di tempat penyimpanan piring dan mangkok..


aku berjalan melewati kak Rail yang masih duduk diam di kursinya...


"selamat malam dan selamat tidur.." aku langsung berjalan ke kamarku dan mengunci pintu dengan rapat.


 


 


Besok nya aku bergegas keluar kamar... siallllllll, hari ini kelasnya akan dimulai,,, setelah sebulan lebih libur musim panas, dan akhirnya kelas mata kuliah di mulai... kenapa aku malah telat bangunnnnnn... dunia, ada apa ini...


 


 


kulihat jadwal hari ini.. dannn...


 


"brengsek kau kak Railllllllllll..." teriakku menggema di setiap sudut rumah, hari ini kelas nya di mulai dengan mata kuliah kak Rail, memang bangke dia.


Bergegas aku lari kekamar mandi, mandi dah kayak burung... asal badan basah  terus pake sabun asal-asalan dan gosok gigi secepat kilat, kayak cuman numpang lewat gitu.


 


 


Aku memakai pakaian apapun yang pertama ku tarik... jadilah aku pakai celana panjang bermotif army dengan kaus polos biru tua dengan jacket putih berlengan merah... bodoh amat lah di pandang orang gimana, yang penting gak sampai kelewat kelasnya.


 


 


ku lesatkan sepedaku mencari jalan pintas, gak ketemu-ketemu jalannya... gak nyerah, ternyata aku malah masuk gang perumahan.... sialannnnn,


Guk..Gu..Guk..


 


 


Beberapa anjing mulai mengejarku.. di kira aku ini maling kali ya,,,, bisa juga sih dikira gitu sama anjingnya, orang aku lajuinnya kayak bawa motor ninja... main tikung aja kayak nikung teman..


 


 


Sampai di kampus, ku parkirkan sepeda yang ku pakai dan bergegas ke kelasku... ku lihat kak Rail yang sudah memulai kelasnya.


Tok..Tok..Tok..


 


aku mengetuk pintu berulang kali, yang justru kelihatannya diabaikan gitu... ku lirik Kensuke yang kayak ngasih kode ngusir gitu...gerakan tangannya itu kayak bilang... hush, hush,,, pergi jauh-jauh... kayak bilang gitu sih, bisa di bayangin kayak ngusir anjing.


 


 


"apa??.." tanyaku tak paham tanpa mengeluarkan suara dan menaikkan kedua lenganku.


"Kamu terlambat??..." tanya kak Rail tiba-tiba.


Ku lihat Kensuke hanya menepuk jidatnya... kenapa sih tuh anak.


"ma..maaf pak.." sahutku menunduk.


 


 


"kamu terlambat dua menit,delapan detik, lima belas sekon." buset nih manusia... sampe detik dan sekonnya pun di hitung cuy...


"kamu tau istilah time is money??.." aku hanya mengangguk dalam diam.


"maaf, saya tak pernah bertolerant pada orang yang tidak menghargai waktu,, silahkan anda keluar dari kelas ini... jika lain kali anda kembali melakukan kesalahan ini, silahkan untuk tidak masuk kelas saya.." ucapnya dingin membuatku jengkel.


 


 


cuma dua menit woi, dua menitttt... kejam banget nih manusia, dirumah sok baik...gitu di buat marah balasnya aja di kampus... gak profesional banget dalam permusuhan.


"silahkan keluar dan tinggalkan kelas saya... "


"ta.. tapi pak..." aku mencoba untuk berbicara, sebelum akhirnya dia menahan kata-kataku dengan tangannya.


 


 


"Shit... dasar dosen kampret... aku sumpahin kena azab kau..." umpatku pelan setelah dia berbalik,, sepelan mungkin lah.


"kamu bilang apa??.." bentaknya menatap tajam ke arahku.


"gak... gak ada kok pak... saya cuman nyesal karna udah datang terlambat, jadi saya nyumpahin diri saya sendiri... maaf pak, saya pergi dulu..." gilak memang nih manusia satu, tajam banget tu telinga.. itu telinga apa mesin pendeteksi suara sih..


 


 


 


🙀🙀🙀


maaf buat ceritanya yang gak jelas... saya lagi bingung buat lanjut cerita saya di novelme, jadi agak rada susah mikir gitu... doublenya besok aja... kita liat tingkah pasutri gak jelas itu lagi besok... sekali lagi maaf🙏🙏