
========Akira Itsu============
Aku menatap kak Shouta yang sedari tadi hanya terdiam,,, dia ini.. tau ah, gak mau aku menduga-duga... tapi kalau gak di tanya langsung, bakalan lama di sininya... kapan masuk ke rumah sakitnya kalau dia diam terus... jadwal therapy nya juga tinggal dua puluh menit.
"Kak..." Aku menatap kak Shouta dengan senyum.
"iya sayang?? kenapa?? ada yang sakit?? ada yang kurang??.. kamu mau sesuatu..???" hahaha... dia ini udah kayak ayah khawatir anak aja, aku bahkan belum mengatakan apapun,,, dia udah serudup aja nanya nya.
"Kak marah??.."
"untuk??" di bertanya kembali padaku.
"karna aku duduk berdua an dengan Kak Rail... kakak marah ya??"tanyaku menetapnya.
"Kenapa??.."
"apa??.." dia beneran gak mau tau aku ngomongin apa sama kak Rail.
" kenapa aku harus marah... aku percaya kok sama kamu... bukan kah hubungan di dasari oleh ke percayaan... lagi pula, aku tak punya hak untuk cemburu padamu..." aku terdiam mendengarnya..maksudnya?.
"tentu saja kakak punya... aku kan pacar kakak??.."
"begitu kah?? tapi, aku tak ingin posesif denganmu... hubungan itu harus punya ke longgaran juga, tidak masalah kok kalau kamu bertemu atau bicara dengannya, toh di tempat ramai juga.... dan lagi, di terima olehmu saja sudah membuatku bahagia... aku tak ingin membuatmu tak nyaman denganku karna kecemburuanku dan membuat kita salah paham hingga mengakhiri hubungan kita."
"jadi intinya kakak gak cemburu nih..." pandangannya langsung menatapku intens... gak jelas nih kak Shouta, plin-plan banget.
"Jelas saja aku cemburu..."
Cupppp...
Aku tersentak dengan bibirnya yang sudah bertengger di bibirku, dan dia bahkan menahannya cukup lama.
"aku cemburu... cemburu banget, lihat dia yang menatap sendu dirimu... pengen ku tebas dia... tapi, se panas apapun hati ini, aku tidak akan pernah marah atau kesal padamu, kamu kan juga punya punya hak untuk berteman dan bicara dengan orang lain..." ah, dia ini memang orangnya yang lembut, atau dia yang tukang gombal sih.
"yakin gak marah??.. kalau gak marah?? kenapa masih diam aja??... kakak mau aku therapy nya di batalin??.." ucap ku terkekeh.
"oh iya sayang... kamu gak ajak kakak sih, malah ikut diam di mobil... ayo buruan, sebelum jadwalnya terlewat dan dokternya ngurus pasien lain..." ucapnya mencium puncak kepalaku dan segera keluar dari mobil. nah tuh kan, aku yang salah lagi..., yaudah lah, dia mau nemenin aku aja udah syukur.
Sejujurnya, aku pun tak habis pikir... aku tak percaya dengan yang kualami tadi, kak Rail... dia dengan diam dan tenang mendengarkan ceritaku... dia bahkan tak peduli jika sampai si mak lampir itu melihat kami. Entah kenapa hati ini merasa senang bercampur kecewa,jika saja... jika saja dia melakukan hal itu tiga tahun lalu, jika saja dia sedikit memperhatikanku tiga tahun lalu... buka sekarang, di saat aku sudah memilik seseorang yang begitu berharga.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat...
"Sayang.. mau langsung pulang atau cari makan dulu..." ucap Kak Shouta mengusap lembut wajah ku.
"kamu mau makan dimana???..."
"HANABI FLOWERS CAFE..." jawabku sigap membuatnya tersenyum lebar.
Tapi tak lama, senyuman itu bertukar sendu..
"kenapa kak???..." entah kenapa, hatiku sakit melihat senyum sendu nya.
"Apa therapy nya sakit sayang?? lihat bekas jarum di tanganmu... itu pasti sakit kan??..." tanya nya membuatku senyum.
"sakit... tapi nanti sembuh kalau kakak kasih pelukan gratis..." ucapku tersnyum puas.
"ugkh... kau ini, kenapa selalu membuatku berdebar... jangan senyum-senyum gitu, nanti jantungku gak bersahabat,,, aku bisa kena panic attack lovers..." ucapnya mengunyel-ngunyel pipiku.
"jadi gak mau peluk nih???..."aku mengerucutkan bibirku, harap maklum... entah sejak kapan, aku mulai suka dengan pelukan kak Shouta, mungkin sejak di hari pertama kami pacaran... memang aneh, padahal baru seminggu kami pacaran... tapi mungkin itu karna kak Shouta yang tulus menyukai ku sejak kecil.
"ohhh... my bunny bum bum ku ini.... yang unyel-unyel bikin gemezzz... " hahaha... gak tau aku dia bilangin apa... yang aku tau, dia memelukku kayak meluk boneka... aku tenggelam dalam pelukannya.
Deg...
Deg...
Deg..
Jantungnya itu berdebar gak karuan loh... dia ini gak sadar ya kalau aku dengar detak jantungnya yang hampir meledak itu.
"kak... jantungnya di jaga dong... ntar meledak,,, udah cepat kali debarnya, lebih cepat dari jantung kucing yang baru lari-lari..." ucapku membuatnya terdiam sejenak.
mukanya merah sih... tapi ya, bukannya berhenti juga.
"masa bodoh... kamu harus tanggung jawab udah bikin aku berdebar... kamu harus peluk aku tiga puluh menit..." lah... lama banget tiga puluh menit... yang ada kebas semua nanti badanku.
"lama banget... biar apa coba kak??.."
" biar batreiku yang habis gegara cemburu itu, balik lagi penuh..." ucapnya mengecup kepalaku... nih orang, gak tau lagi udah berapa kali dia kecup kepalaku.
"jadi ceritanya, lagi ngisih ulang daya hidupnya nih??..."
"hmm..." sahutnya menyandarkan dagunya di ujung kepalaku. tapi ada satu yang pasti... ini ke cafenya gak bakal tepat waktu deh... mana meluknya erat banget lagi...
Sorry buat episode ini... kalau kurang seru, tuntut si Shouta sama Akira.. author lagi ngantuk soalnya... malah di ganggu, katanya.. "thor.. kita juga mau dong di buat bahagia..." kan jadi batal tidur siang author😭😭😭.
sampai jumpa episode berikutnya,, saya usahain biar kisahnya manis ntar, ok saudara... si Rail buang ke kolong jembatan... ini kisah cinta, Akira punya.