My student is my wife

My student is my wife
Pertengkaran di taman



Ceritanya saya ulang dari sudut pandang Shouta ya...  no protes


 


\======Asami Shouta========


 


Aku berbaring di tempat tidurku... sesak rasanya, dadaku sakit... hari ini  pernikahan kekasihku, pernikahan dari gadis yang ku cintai selama hampir lebih sepuluh tahun... namun bukan aku yang berdiri disisinya, melainkan pria lain yang di pilihkan orang tuanya untuknya.


 


 


Ku pandangi kumpulan foto di galeri ponselku... tak ingin betul aku berpisah dengannya, namun dia membuat keputusan demi diriku... seperti dirinya yang tak egois, aku pun tak ingin berbuat egois dengan menahannya bersamaku.


 


 


Malam menyambut,dengan rasa sesak dan sedih yang masih membendung didadaku... sungguh aku tak tahan lagi menunggu... selama ini,sejak dua tahun lalu..tak pernah saharipun aku tak mendengar kabar darinya... namun kali ini sangat menyakitkan... sejak semalam, aku tak mendapat panggilan atau pesan darinya, bahkan tak ada balasan pesan yang kukirim juga.


 


 


Me: Akira, kau dimana?? aku merindukanmu... tolong hubungi aku, aku ingin mendengar suaramu... jangan mencampakkan ku Akira,,,aku tak masalah kau menikah dengannya... tapi tolong jangan hindari aku... tolong balas pesanku ini.. kumohon,,,, aku merindukanmu, My little bunny.


 


Tak lama seperti sebelumnya... tanda sudah di baca pun muncul di ponselku.


Akira: maaf kak... semalam aku sibuk dengan persiapan nikah.


Akira: aku tak mencampakkan kakak ataupun menghindari kakak... aku tau kakak sangat mencintaiku, karna itu lah, aku akan mencoba bicara dengan kak Rail nanti... kurasa dia akan mengerti.


Me: berjanjilah, kau tak akan mengabaikan pesanku dan tak akan pernah jatuh hati padanya, meski kalian tinggal seatap.


Akira: Aku berjanji.


 


 


Puas rasanya hatiku mendapat pesan darinya... aku tak sabar ingin bertemu dengannya.


Me: aku mencintai kamu,,, ayo bertemu di taman besok...


 


kali ini dia membacanya sedikit agak lama, mungkin dia sedang ada urusan,,, aku bahkan tak yakin kalau pernikahannya sudah selesai... yasudah lah, nanti juga pasti di baca.


 


 


 


Mataku mulai berat dan aku mulai mengantuk... ku tutup mataku tanpa menunggu balasan darinya.


Paginya saat aku memeriksa HP ku, ku lihat balasan darinya.


Akira: aku tau... karna aku juga mencintaimu... aku sudah bicara dengan kak Rail, sampai jumpa di taman besok..


 


 


ah, ternyata itu yang membuatnya lama membalasnya... yeahhhh... hari ini kencan lagi dengan my little bunny... huyuiiii... aku melompat girang di atas tempat tidurku, sampai sebuah bantal terlembar ke wajahku.


"dek... berisik tau, aku masih mau tidur... jangan lompat sialan..." bentak kakak ku yang tak kusadari sedang tidur di sisi kananku...


 


 


shit.. marah deh dia, bayangin aja orang lagi bobo cantik, tau-tau ada orang lompat-lompat di sampingnya.


Brugkhhh..


yups, dia menendangku sampai jungkir balik.


"kalau kasmaran jangan lompat-lompat diatas tempat tidur... atau aku akan membuat mu melompat dari jendela sana..." ketusnya kesal dengan wajah acak-acak an, khas orang bangun.


 


 


"ya maaf kak... aku lupa kakak tidur disini semalam..." sahutku tersenyum lebar.


yapss... dia kakakku, lebih tepatnya kembaranku... wajah kami sama persis, yang bikin beda.. tubuhnya lebih berisi dan dia lebih pintar dariku.. dia juga tidak pakai kacamata sepertiku.. dan yang pasti, dia kuat menghadapi masalah... sungguh menjadi kakak yang ku kagumi.


 


 


 


seperti yang kami sepakati... aku melajukan mobilku menuju taman tempat kami berjanji... meski ayahku pengusaha kecil, paling tidak dia masih sanggup membeli mobil sederhana untuk aku dan kakakku.


"Akira..." seruku saat melihat dia duduk di sebuah sepeda.


 


 


"eh?? ini sepedamu?? kayaknya asing.. bukan punyamu inikan?.." tanyaku meneliti sepeda yang di duduk i nya...


" bukan... ini bukan punyaku...ini punya kak Rail??" aku terdiam mendengar jawabannya.. Rail ya??... ternyata dia sudah mau dekat dengan Rail.


"dia punya sepeda seperti ini??.." tanyaku lusuh... sesak dadaku ini rasanya.


"ini sepeda yang dia pakai saat kencan dengan si mak lampir... hari ini aku meminjamnya untuk kita,  ayo naik di depan.. kakak yang membawa sepedanya..." dia menarik tanganku mendekati sepeda.


 


 


Kami menglilingi taman yang luas itu... dia juga membeli begitu banyak makanan, seperti tak biasanya... kali ini, dia ngotot untuk membayari jajan kami... kami berhenti dan duduk sejenak di kursi panjang yang tersedia di taman itu.


 


 


Plakkk...


mendadak seseorang muncul dan menampar Akira, membuat kami berdua tersentak.


"apa-apaan ini..." bentak ku tak terima... ingin aku menghantamnya, namun Akira menarik pelan tanganku.


 


 


"dasar wanita jalang, wanita murahan tak tau diri... beraninya kau merebut Rail dariku... dan setelah menikahinya, kau masih berani kencan dengan pria lain.??  wanita rendahan... murahann, pelacur..." berbagai kata-kata kasar dia ucapkan dengan nada yang tinggi... membuat pengunjung taman berpaling dan menatap buruk pada kami.


"dan kau... kau lelaki murahan... berapa dia membayarmu hah?? sampai kau tetap kekeh bersama wanita yang sudah menikah.. segitu rendahnya kah dirimu, sampai mau bersama wanita jalang ini." lanjutnya membuat emosiku benar-benar memuncak... dia menyebut Akira apa?? wanita jalang?? membayar?? apa dia kira perasaan bisa di beli.


 


Sungguh ingin sekali kuhantam mulut sialannya itu.


Kulihat Akira yang berdiri dengan santai dan ternyum sumringah... syukurlah kondisi kepalanya sudah hampir pulih, jadi tamparan itu tak mengeluarkan darah dari hidungnya.


 


 


PLAKKKK...


satu tamparan yang begitu kuat, Akira layangkan tepat di pipi kirinya, hingga menyisakan cap merah lima jari di wajahnya, dan membuatnya tersungkur.


"wah... sakit juga, wajahmu sekeras batu ya... aku yang nampar. tapi malah tanganku yang merah.." ketus Akira memperlihatkan tangan merahnya padaku.


"kak... tiupppp.." rengek Akira membuatku kehabisan kata-kata, anak ini... lagi ngelawak apa?? dia habis nampar orang loh.


 


 


 


"sialan kau wanita jalang, beraninya menamparku..." serunya membuat Akira semakin tersenyum sinis...


"hei, wanita gila... dari mana asalmu?n, menikah katamu?? siapa yang kau sebut menikah... aku ini hanya gadis biasa yang sedang kencan dengan kekasihnya... dan kau berkata aku selingkuh?? ckckck...apa tadi?n bayaran  katamu?? jangan-jangan kau yang wanita bayaran,,, sampai-sampai kau terpikir hal seperti itu. Siapa yang ku rebut darimu hah?? lelaki yang di belakang mu itu kah... lihat, aku bahkan tak punya cin-cin nikah... jangan cari sensasi di tempat ramai..." ucap Aria memperlihatkan cari manis tangannya dan kemudian menunjuk seorang pria yang berdiri di belakang Yuka.


 


 


"hei tuan... lain kali, ajari kekasihmu ini tentang tata krama... jangan sampai dia gila seperti sekarang ini..." ketus Akira menarik tanganku untuk menjauh dari tempat itu.


Ku palingkan wajahku sejenak, untuk melihat mereka... kulihat pak Rail yang terlihat sedang marah, dan wanita itu sedang memohon-mohon... beberapa yang menyaksikannya hanya mencemooh dan menertawakan.


 


 


🙀🙀🙀🙀


maaf untuk bab yang gaje ini... udah ya untuk hari ini... udah triple up soalnya, saya pun udah gak nalar lagi mikirnya... jadi wajar aja kalau rada gak nyambung gitu😩😩