My student is my wife

My student is my wife
Si Gadis Es



=======Akira Itsu========


 


 


Aku duduk di salah satu kursi di taman kampus, dengan Headphone yang menempel di kedua telingaku dan buku di tanganku... eits, jangan salah, ini buku terbuka memang... tapi aku sibuk membalas pesan dari kak Shouta... aku memang tinggal di Berlin Jerman sejak tiga tahun yang lalu, Keadaan fisikku sudah pulih total, bahkan lengan kiriku pun sudah baik-baik saja.


 


Kata dokter sih, gak jadi masalah kalau aku ikut kegiatan olah raga seperti dulu lagi, asal kalau udah sakit nyeri dikit, gak boleh di paksain... tapi yah, kondisi kepalaku tak seberuntung itu, benturan di kepalaku masih saja menghantuiku... sedikit rasa lelah dan pikiran berat, akan langsung menyiksaku dengan nyeri yang luar biasa,seakan di tusuk jarum berulang kali, nyeri itulah efek dari kecalakaan yang kualami.


 


 


"yo... kok sibuk banget sih sama ponselmu... dari pacar ya???.." ucap seorang pria tiba-tiba saja menghampirkiku... senyumnya lembut dan hangat, orangnya ramah dan tampan, namanya Richard bernardo... teman seangkatan sekaligus sekelas ku satu jurusan gitu... berhubung aku bisa gambar dan disini ada Arsitektur bangunan, ya aku ambil itu aja... walau nyawaku hampir pupus gegara belajar setengah mati.


 


 


"gak kok... teman dari jepang nih... katanya dia kangen.. masa kangen gak di ladeni, iyakan?" ucapku menaik turunkan alisku.


"halahhh... bilang aja gebetan, itu aja susah.."


"nggak loh, seriusannn... masa gebetan LDR an sih... ngibul kau..."


"ya berarti pacar dong.."


"belum kok..."


"bangke... belum?? berarti bakal jadian juga dong.." ketusnya menjitak kepalaku.


 


 


"haha... iya kalau dia mau, kalau gak mau??"tanyaku terkekehh.


"baguslah... kan ada aku.."


" Eee... kau mah minta di tampol, si Charlos ntar liat kau godain aku, bisa putus hidupmu loh..." sahutku sumringah.


"masa bodoh sama dia.. lagian aku kan cuman godain... kaunya juga udah punya orang yang di suka kok..." ucapnya acuh.


 


 


 


"tapi ya.. si charlos tau gak kau punya orang yang disuka?? soalnya kan dia protektif in kau terus sampe kaya bodyguard  gitu juga.."


"tau kok... makanya dia slalu jagain jarak antara aku sama mu.."  wajah Richard mendongak tak percaya seketika, membuatku menahan tawa dalam batin... ya emang sih aku bilang aku suka sama seseorang sama si Charlos... tapikan itu dulu, pas waktu SMA tahun ketiga, waktu aku masih damba-dambain kak Rail.


 


 


Tapi pas aku tau kak Rail balikan lagi sama tuh mak lampir, nyerah deh aku... kayaknya dia udah beneran jadi budak cinta gitulah.. udah hampir mati jugak gegara tuh mak lampir, tetap aja dia mau balikan pas si mak lampir minta maaf... untung aja kak Ray update informasi terus samaku... jadi, berhubung aku disini, lebih gampang bunuh perasaanku sama dia, soalnya kan kita gak bakal ketemu, jadi gak ada yang bakal bikin makin tertarik sama dia, ya walau kangen sih.


 


 


"haahh... yaudah lah, kita kantin aja yuk, tuh charlos sama charlote nunggu di kantin, kesana yuk..???.."ucapnya meraih tanganku.


aku masuk ke kantinnya, santai dong.. sambil bercanda gitu lah sama si Richard..


"tuh.. mereka dah nungguin.." tangan Richard menunjuk pada lima orang yang sedang menikmati makan siangnya..Edwardo,Karen, Christopher dan yang terakhir si kembar Charlos dan Charlote.


 


 


Charos,Christoper dan Charlote itu temanku di SMA, sedangkan Edwardo, Karen dan Richard aku kenal di kampus.Aku dekatnya sama mereka enam doang.


eh.. satu lagi, ini yang bikin aku muak di tempat ramai sudut kampus... mereka tuh hobby banget nge gossip aja...


 


 


"eh..eh, itu si gadis multi guna dari jepang... enak banget sih jadi dia... udah multi kreative, anak orang kaya pulak... kawannya pun yang sepantaran konglomerat semua.." ucap salah seorang  dengan nada yang masih bisa kudengar.


"iya.. gak bakal bisa deh kalau mau dekat dia.."


"tapi aku dengar, tiga tahun belakangan ini dia gak ikut kompetisi apapun lagi"


"iya, aku dengar dia kecelakaan dan ...blablabla... "


"cih.. berarti cuman sombong aja, sok dingin... ternyata udah cacat, gak ada lagi yang bisa di banggain."


"bukan sombong... tapi diapun gak bisa ngomong apa-apa lagi, karna gak ada yang harus di banggain, jadi pendiam deh..hahaha." beberapa dari mereka mulai tertawa


 


 


Astaga... pengen ku hantam banget tuh mulut yang ngomong... aku pendiam bukan karna gak ada yang bisa dibanggain sialan... banyak hal yang masih bisa ku banggain, harta kakekku yang melimpah.. kemampuanku menggunakan tujuh bahasa dunia, dan banyak lagi.... sial aja aku gak bisa banyak ngomong dan berpikir, gara-gara komplikasi kepalaku yang belum pulih.


 


 


Gak taulah aku, gossip aja memang diotak anak zaman sekarang... pengen tampol aja mulutnya itu, Aku duduk ajalah gabung sama kawanku... sakit kepalaku dengar gosip mereka yang gak guna itu, memang dedemit itu cuman bisa nge gosip aja.


 


 


 


"we... lihat nih, si gadis es datang ke kantin, hahaha.. kesambet apa dia.." serunya membuat kami kesal, ya... dia itu Clark... si Senior reseh yang  jadi berandalan kampus.. semua takut samanya, gak terkecuali ke enam kawanku.


" kita pergi aja yok... tiba-tiba aku gak selera makan.." ajak Karen membuat kami spontan berdiri bersamaan.


 


 


"eits.. mau kemana?? sini dulu dong, main-main sama senior tampan.." ucapnya menghalangi jalanku... memang dia ini playboy tingkat akut... reseh dan sombong pulak,katanya dia memang hebat berantem.. jadi banyak yang takut sama dia... apalagi sikapnya yang gak segan-segan cium juniornya di tempat umum..ughhh kesal banget dah liat dia.


 


 


Karna kesal, ya aku lewati aja dia... gak ngomong dan gak sahut dia, malas berhadapan sama orang kayak dia ini, kayak ngomong sama batu pasti.


"eh.. kalau senior ngomong didengerin, gak usah sok jual mahal... kalau kau dingin sam yang lain, sama aku gak boleh.." ucapnya menarik kuat rambutku, hingga membuatku mundur dengan paksa... beberapa kawanku mau nolongin, tapi kutahan..


 


 


"kenapa??" tanyaku dingin, dengan tangannya yang menarik rambutku.


"apa???" iya menaikkan sebelah alisnya.


"kenapa aku harus dengar kata-katamu?? memang apa yang membuatmu spesial.." ketusku tersenyum miring.


" Sialann kau cewek jalang... beraninya menantangku, kau gak tau siapa aku hah???... kau tuh harus tau,kau itu gak sehebat dulu lagi, aku tau kau udah cacat, jadi gak usah sombong dan sok.." bentaknya memperkuat tarikan tangannya, hingga mengangkat wajahku menghadap atas.


 


 


 


Sakit, aku meringis pelan.


"sakit kan..ini hukumannya karna udah nantang aku.." shit, hukuman katanya?? kak Ryu aja gak pernah lagi menghukumku, dan ayahku bahkan gak pernah menekan suaranya padaku... berani nya manusia sialan ini..Haizzz, kak Ryu bakal kek kampus kayaknya besok deh.


 


 


 


Aku mendengar beberapa tawa puas dari belakamgku, dan ada juga yang meringis seakan merasakan apa yang kurasakan...


"kak... ada satu gangnya gak.." tanyaku dingin.


"hoohhh kau mau tidur sama satu geng ku hah?? murahan juga kau... tapi sayang, aku gak butuh geng buat ngajarin orang-orang kayak kau tentang tatakrama."


 


 


heehhh.. gak punya geng rupanya dia, kayaknya bakal beneran ke kampus besok kak Ryu... maaf ya kak Ryu kalau sampai aku buat onar lagi....


Shit.. emosiku benar-benar udah di ujung kepala. Dengan cepat ku tarik tangannya, menekannya begitu kuat lalu memutarnya.


 


"brengsek kau cewek murahan... beraninya melawanku", ucapnya mencoba memukulku dengan tangannya yang satunya... dengan cepat ku tangkap dan ku putar badannya... jangan salah, walau aku pernah kecelakaan, tapi tetap aja aku menang olimpiade beladiri tingkat dunia, dari kecil sampai SMA... aku kuasai empat aliran beladiri, dan kau cari masalah denganku.. yang benar aja sialan..


 


 


Kutendang kuat punghungnya, hingga ia terjungkal kesalah satu meja kantin... badannya memang kekar, jadi mungkin bakal susah di lawan... dan tanganku, tangan kiriku mungkin pernah cedera, tapi sudah sembun total, dan di tambah tangan kananku yang tak cedera sama sekali.


 


 


Kuhantam wajahnya dan lewernya, kumulai perlawananku dengan menyerang titik lemah manusia yanh diajarkan di tempat bela diri, baru aku memukuli wajah tampan nya itu, satu kantin itu memandangku... pandangan mereka beragam, mulai dari takut, senang, kagum, hingga wanita penggossip yang kesal dengan kemenanganku.


 


 


 


setelah dia terlentang, ku minta Richard untuk membantunya membawa kerumah sakit... dan kembali ku pincingkan mataku pada gadis-gadis penggosip tadi.


" heehh... ada yang mau nantang si Gadis es yang cacat ini tidak.." tanyaku tersenyum sinis, Semua diam dan kembali ke tempat duduk mereka, lelaki perempuan.. tak satupun yang berkutip... beberapa menganggapku monster dan bukan wanit, namun ada juga yang senang karna aku menghajar si pembuli sialan itu.


 


 


 


Seperti yang kuduga.. besoknya kak Ryu datang ke kampus karna ulahku, dan tiga hari kemudian aku ke kampus membawa surat kepindahan universitas, sekaligus menyampaikan perpisahanku pada ke enam kawanku...


isshhhh.. jijik kali lah aku, memang biang onarlah aku ini bah.. pisah lagi deh sama kawan, terus cari kampus baru di negri lain... bangkeeeee!!!!😑