
=======Rail Yamamoto=========
Aku duduk di sofa menunggu ke datangan Akira... ada apa dengan anak ini, kenapa dia belum kembali juga.. sudah dua jam lebih aku menunggunya... dan ini sudah hampir jam sepuluh malam, tapi dia bahkan belum muncul dan juga tak memberi kabar.
Berulang kali aku mencoba menghubunginya, namun semuanya nihil, jangankan jawaban... bahkan ponselnya tak aktif. Baru kali ini dia tak pulang hingga jam segini... perasaan ku mulai tak nyaman dan ada yang mengganjil di dadaku... sesak, aku ingin menangis rasanya... padahal ini belum begitu larut, tapi aku justru merasa begitu takut.
Akira... kau dimana?? ada apa denganmu?? kenapa tidak pulang??... sial, aku mulai kehilangan akalku... tak pernah aku merasa se khawatir ini akan seseorang... ada apa sebenarnya denganku, belakangan ini aku mulai terganggu dengan banyak hal.
Terkadang aku merindukan Akira jika aku tak melihatnya lebih dari sehari, aku bahkan sering menatapnya diam-diam dan mengikutinya dari jauh. Aku juga sering memandangi fotonya dan sudah begitu banyak album fotonya di ponselku.... saat dia pulang lebih lama dari biasanya, aku tak bisa tidur sebelum aku benar-benar melihatnya dan terkadang membuatku begitu khawatir hingga ingin menangis.
Dadaku juga sesak, setiap kali dia menyebut dan bertemu dengan Shouta, sakit, kesal dan marah... itu yang selalu tercantum di dadaku setiap melihat kebersamaan mereka. Aku bahkan sering kesal setiap kali melihat Akira dekat dengan lelaki lain di kampus... terutama si Kensuke dan Kousei itu.
Aku duduk diam di sofa melipat kakiku di depan dadaku dan sesekali membuka ponsel, berharap dia sudah membaca pesanku dan akan menelfon kembali. Dan ya, kali ini dia membacanya dan membalasnya.
Akira: maaf terlambat mengabari... hari ini aku tak pulang kerumah, aku menginap dirumah Megumi malam ini.
Me: oke.
lagi dan lagi... ia begitu sering tidur di rumah temannya itu, bahkan terkadang ia tak mengabariku kalau sedang menginap dirumah temannya... aku ini apa untuknya, hatiku sakit dan dadaku sesak... sekali saja, hanya untuk sekali saja, tak bisakah dia menganggap ku sebagai suaminya?? tak bisakah dia memandangku sekali saja?.
pada akhirnya aku tetap tak bisa tidur malam ini... hatiku tak tenang sebelum melihat dia... memang gila aku ini, tak waras dan tolol..... padahal dulu aku yang selalu memintanya menjauh dariku... aku yang bersumpah tak akan mencintainya bahkan sampai aku mati, tapi sekarang... tak melihatnya pulangpun sudah membuatku gila.
Waktu berlalu terasa begitu lama... aku melirik jarum jam di dinding dan kudapati bahwa sekarang sudah jam tiga pagi, dadaku yang sedari tadi sesak mulai di kalahkan beratnya mataku... aku tertidur diatas sofa setelah hampir semalaman terjaga. akh, semoga saat aku membuka mata besok pagi... Akira mungkin sudah pulang, meski aku tak yakin... namun ku tautkan itu dalam hati. " selamat tidur Akira.." gumamku sebelum akhirnya aku berpindah ke alam bawah sadar.
\====Akira Itsu====
Pagi menjelang,,, aku segera melajukan mobilku untuk pulang kerumah, aku tidur semalaman di rumah Megumi. sebenarnya kami sedang mengadakan reunian teman SMA, bukan hanya aku yang ada disana... ada kak Shouta dan juga Daisuke serta teman lainnya.
"dasar manusia tolol, udah tau dingin... masih aja tidur di sofa,," gumamku dan berlalu begitu saja.
Setelah mandi, aku merasa ada yang menjanggal di perutku.
Mungkin efek minuman semalam membuat perutku sedikit panas, kucari makanan di kulkas yang mungkin bisa mendinginka perut, tapi tak ada... akhhhh, terpaksa masak deh... yaudah lah, dari pada makin panas nih perut.
\======Rail Yamamoto======
Aku mencium aroma wangi masakan... ku coba membuka mataku yang berat. Aku tersentak saat kudapati diriku dengan bantal dan selimut di tubuhku... siapa yang masang??.
Aroma masakan itu melekat di hidungku... baunya menggoda, tanpa sadar membuatku berjalan ke arah dapur...
Ku lihat Akira yang memasak dengan cekatan dan paten... eh, bentar!! dia juga bisa masak?? kenapa aku tak pernah tau?? selama ini kukira Akira tak bisa masak.
"Kembalikan selimutku ke kamar jika kau sudah bangun..." ketusnya membuatku terkejut.
"ka-kau yang memasangnya??.." akh sial, entah kenapa aku jadi berdebar dan merasa senang tanpa alasan.
"apa menurutmu sebuah selimut bisa berjalan sendiri.." kembali ia berucap dengan nada ketusnya.
Aku bergegas melipat selimutnya dan meletakkan nya dikamar Akira... saat aku kembali ke dapur, Akira sudah duduk di meja makan dan mulai makan.
"boleh aku ikut makan??.." tanyaku ragu.
"Kau sembah makanannya juga boleh..." sahutnya dingin... memang sakit melihat sikap dinginnya, namun makan semeja dengannya saja sudah membuatku cukup puas dan senang.
"Akira... boleh kita bicara nanti malam??..." ucapku di sela makanku. ya, aku memang harus bicara denhannya...
"menurutmu kau sedang menyanyi saat ini?? kenapa harus nanti malam.." jawabnya dingin.
"maksudku, ada yang ingin kubicarakan denganmu... tak bisakah??.." kembali aku bertanya, yang di balas hanya dengan kata "hmm " dan anggukan
🙀🙀
halo guys... saya mau bilang nih, tadi saya ada baca cerita gitu... banyak kayak adegan dewasanya gitu bahkan hampir di setiap cerita yang saya baca lagi,, dan banyak yang nge like juga... jadi saya berpikir, apa readers itu lebih suka hal-hal adegan dewasa?? maaf ya kalau novel saya mungkin membosankan untuk dibaca, karna tak punya adegan dewasa, akh mungkin akan ada hal romantis juga sih... tapi jauh lagi, dan tak akan se dramatis kisah lain.
tapi sejujurnya, cerita ini saya buat bukan untuk muasin hasrat pembaca loh... melainkan memberitahu pembaca... cinta itu tak selamanya indah dan sempurna, dan tak selamanya harus di buktikan dengan penyatuhan tubuh... tapi cinta itu sebuah ketulusan dari hati, bukan hasrat memiliki... disini saya ingin mengatakan pada kalian, cinta bukan hanya tentang kehidupan manis dan keromantisan, namun dari sisi sedih dan duka dalam berjuang mendapatkan cinta... melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru... kisah ini panjang, di sabarkan membaca ya sobat.