My student is my wife

My student is my wife
Pengkhianatan dan Rasa bersalah



===== Rail Yamamoto====


Aku tersentak... dadaku sesak dan nyeri,,, serasa disayat-sayat oleh pisau yang tajam... Aku melihatnya dengan lelaki yang selalu ia sebut kakak... bercumbu dengan tubuh yang hanya tersisa pakaian dalam... Terlihat jelas bahwa tak ada paksaan dalam hal ini... ini ke inginan mereka berdua, semua itu terlihat dari posisi Yuka yang berada diatas.


 


 


Seperti halnya diriku yang tersentak, ia pun tak kalah terkejut.. matanya membelak sempurna kearah kami bertiga.


"yang... aku bisa jelaskan semua ini, ini nggak seperti yang kamu pikirkan..." ucapnya membela diri... hatiku terlanjur sakit, sesak.. sangat sesak.


"jelaskan... akan aku dengarkan" ucapku dingin memandang mereka berdua.


 


 


Tiba-tiba tangan kak Ray menepuk pundakku dan tersenyun sinis padaku.


"hei... mau menjelaskannya tanpa pakaian seperti itu???  lagi pula apa yang ingin kau jelaskan dengan keadaan yang sudah jelas seperti ini??... oh, pertunjukan yang hebat adik iparku... atau, harus kah aku memanggilmu mantan adik ipar..." senyum Kak Ray puas.


 


 


 


"nggak... ini gak seperti yang kalian bayanginn..." seru Yuka kembali.


"yanggg... udah lah, mereka udah tau, percuma di perjuangkan... biarkan saja, " ucap lelaki disisinya itu sambil memeluk Yuka, membuat dadaku serasa ingin meledak.


 


 


"betul tuh... menyerah saja,  dan oh ya Rail... ini hadiah plus dariku...." Kak Ray menyodorkan pulpennya padaku.. akh, bukan pulpen biasa, ada alat perekamnya... pulpen yang selalu ia gunakan untuk merekam pembicaraan saat mengadakan meeting dengan klien.


 


 


"aku tak sengaja mendengar namamu di sebut seorang wanita tadi... karna penasaran, aku meliriknya... lalu kulihat dia bersama seorang pria,   kelihatannya sih menarik, ya jadi ku rekam... nih. Aku mau pulang duluan, aku ingin menemui setan kecilku yang kau hancurkan hatinya demi calon istrimu yang sangat baik dan lembut itu... bye-bye adikku tersayang.." seru kak Ray seraya melambaikan tangannya dan berjalan menjauh.


 


 


Ku dengarkan semua obrolan mereka hingga habis... dengan Volume penuh agar mereka ikut mendengarnya. Setelah semua selesai, aku diam memandang mereka berdua.. meminta penjelasan sesuai yang Yuka katakan tadi... tapi ia hanya diam dan memandangku seolah merasa bersalah...


 


 


"Akh.. aku benar-benar merasa menyedihkan sekali saat ini... aku menghina gadis kecil yang dengan polosnya mengejar orang yang dicintainya dan melindungi wanita murahan yang mempermainkanku... haha,pasti menyenangkan melihat diriku yang selalu menurut saat di perbudak olehmu bukan..." ucapku dengan kekesalan dan emosi yang meluap, aku mengepal tanganku begitu kuat hingga membekas di telapak tanganku.


 


 


"maaf... maaf aku sudah mempermainkanmu... aku menyayangimu, tapi akau juga mencintainya..aku sudah lama mencintainya.. aku benar-benar min--" ucapnya menatapku, membuatku semakin muak melihatnya dan juga diriku sendiri.


"aku... aku tak tau harus berkata apa... semoga kalian bahagia..." kupotong kata-katanya dan ku langkahkan kakiku meninggalkan hotel itu dengan hati yang hancur... sakit dan sesak, seraya menghempasku ke neraka.Aku menghina orang di depan umum di saat diriku dihina orang di tempat lain.


 


 


Aku keluar dan meminta salah satu pelayan kami untuk menjemput mobilku... ku telusuri jalan itu... campur aduk semua suasana hatiku... sedih, kecewa, rasa bersalah, marah dan kesal, bercampur aduk membuatku benar-benar merasa sakit.


 


 


enatah sudah berapa Jauh aku berjalan... tak kusadari dan tak ku perhatikan... hingga sebuah suara yang familiar bergema di telingaku..." KAK RAILLLLLL..." seru suara itu dengan sangat kuat, tiba-tiba tubuhku terhempas begitu kuat kearah trotoar jalan... sakit, tubuhku sakit dan kepalaku pusing... mataku berat, aku ingin istirahat sejenak.


 


\========Akira Itsu=========


 


Aku berjalan di tepian jalan besar... harusnya ini bukan jalur pulang sih... tapi kata Kak Shouta, aku harus menemaninya membeli buku dan sekalian bersenang-senang bersama di tempat karokean.... beberapa temanku yang dua hari lalu menyaksikan insident aku dan kak Rail, masih enggan untuk bicara denganku.


 


 


Mereka ikut karna kak Shouta yang ajak, ya wajarlah... kak Shouta kan populer di kalangan siswa perempuan.. mulai dari adik kelas,sampai yang seangkatannya, semua mengenal dirinya.  Aku berjalan mengiring sepedaku, dengan permen loli yang menancap di mulutku.


 


 


"Megumi...ini hanya permen.. semua orang yang memiliki suasana hati yang buruk, pasti akan mencari permen.." sahutku santai.


"tapi kau memakannya, seperti kau masih SD..."sewotnya menatapku tajam.


 


 


"sayanngggg, biarkan saja dia... dia itu bukan anak kita ataupun peliharaanmu tau.." ucap Daisuke kekasihnya.


PLETAKKK


satu pukulan kudaratkan di kepalanya. "auw..auw.... Sakit kucing liar.. main pukul aja... ini kepala, bukan gentong." protesnya kesal.


"siapa yang bilang gentong... lagian kau ngomong seenak jidat... siapa juga yang mau jadi anakmu..."


"ya ilah... aku juga gak mau kali jadi orang tuamu... bebal gini juga... bisa bunuh diri ngajarinya..."ketusnya yang berujung mendapat satu pukulan lagi di kepalanya.


 


Hahahaha.... kami tertawa puas melihat tingkah Daisuke yang berujung mendapat cibiran dari sang kekasih. tawa itu berlangsung, sebelum akhirnya terhenti oleh langkah kaki kak Shouta yang mendadak diam.


Aku melirik kearah dia memamdang, akh..  ada kak Rail yang sedang berjalan... aku ingin menghampirinya dan meminta maaf, kelihatannya dia sedih... mungkin  kak Yuka masih belum memaafkannya, dan itu karnaku.


 


 


Seketika temanku memandangku dengan tatapan yang sulit di pahami,,, sudah lah, aku tak ingin menemuinya sekarang, aku takut suasana hatinya kembali memburuk saat aku mendekatinya. lain kali saja, saat dia merasa lebih baik. "ayo...." ajakku memecah keheningan, tapi tak satupun bergeming. semua diam membatu.


 


 


Kesambet apanih mereka... masa iya sih kesurupan berjamaah..."haloooo..." seruku kepada mereka, tapi tetap tak ada yang berpaling... aku kembali memandang kak Rail, ya niru mereka gitulah. Shit... kak Rail gak berhenti, dan lampunya sudah hijau... beberapa orang mulai berteriak, mungkin karna belum ada kendaraan yang lewat, jadi mereka hanya mencoba berteriak...


 


 


Sebelum akhirnya aku memandang kesalah satu jalur jalan... ada mobil yang melaju dengan cepat... tak sempat.. tak sempat... aku tak mungkin sempat... aku berlari secepat yang kubisa, bersyukur hari ini menggunakan baju olah raga, celana olaraga yang ku pakai dan keahlian olahragaku yang mahir, membantuku berlari cepat kearahnya.


 


 


Sialannnnnn.... tak sempat.. ku percapat lariku hingga membuat ku serasa tak lagi menyentuh pijakan.... "KAK RAILLLLLL" seruku mencoba memanggil namanya, berharap dia akan mendengarkannya.. ia berpaling sejenak, kelihatannya mobilnya sulit untuk di hentikan mendadak oleh pengemudinya... sampai!!!...  kudorong tubuhnya sekuat yang kubisa hingga menggantikan posisinya....


 


BRUKKK..


 


sesuatu menghantamku begitu keras...lengan kiriku serasa patah dan kepalaku menghantam jalan dengan kerasnya.. kelihatannya mobilnya tak sampai menggilasku... kulihat kak Rail yang terbaring di trotoar..aku mencoba berdiri, tapi semuat terlihat semakin remang-remang tak pasti. kepalaku berat sekali... sekujur tubuhku sakit, orang-orang mulai ribut di sekitarku... beberapa menyebut namaku, suara yang familiar.. aku berusaha mengangkat tangan kananku, dan berusaha menyentuh benda cair yang mengalir di dekat mataku... merah.. merah dan kental.


 


 


akh... kelihatannya aku akan menutup kisahku, di jalan ini, aku merasa tubuhku terangkat, sebelum akhirnya kesadaranku hilang, dan semua yang kulihat adalah gelap... tak terbayang olehku... mencintai seseorang itu, ternyata begitu berat.


 


 


Baru semalam aku membuka lembaran hidup sebagai Akira yang dewasa, dan disini... hari ini ternyata aku akan menutupnya. haaahhhhh... hidupku ....cukup.. singkat


 


 


 


 


 


🙀🙀🙀


dear readers... adakah yang merindukan miew yang imut disini... saya akan memberikan kesempatan kepada readers untuk bertanya 5 hal seputar novel ini.... kalau suka, silahkan di subscribe.. like dan comment... asal komentnya jangan memilukan... bisa bunuh diri prustasi saya... sampai jumpa di bab selanjutnya