
========Akira Itsu==========
Setelah dari cafe, kak Shouta mengajakku ke rumah sakit, sebenarnya belakangan ini aku cukup malas therapy... aku selalu berfikir bahwa penyakitku akan sembuh dengan sendirinya, yups,,, pemikiran orang bodoh, mana ada penyakit sembuh tanpa usaha.
"Akira..." aku melirik kak Shouta yang memandangku dengan senyumnya.
"ya??..." tanyaku yang sedikit bingung.
" di festival musim panas nanti, ayo pergi bersama dan menyaksikan kembang api bersama.." ah iya, ini akan menjadi musim panas kami yang pertama ya... , Aku memandang wajah kak Shouta, iya... aku tak akan pernah melepasmu, selama kau benar-benar menginginkan diriku... aku tidak akan menyerah.
Setelah kembali dari rumah sakit, aku kembali ke cafe... ini libur musim panas, anak-anak mahasiswa hanya ke kampus untuk tugas, begitu pun kak Shouta yang sibuk mempersiapkan diri untuk persiapan magangnya... katanya dia ingin lulus lebih awal dan mencari pekerjaan.
Aku pulang sedikit lebih lama hari ini... ponselku berbunyi berulang kali, kak Ryu mengirimiku pesan.
haaah... aku benar-benar tak ingin pulang, tapi aku juga tak ingin bertengkar dengan kak Ryu, karna setidaknya dia yang lebih peduli denganku.
Kira-kira jam sepuluh malam, aku baru sampai di rumah... kulihat mereka belum tidur, kak Haru masih duduk dan sibuk dengan ponselnya, sedangkan ayah dan ibu menonton... mungkin kak Ryu sedang berkutak dengan laptopnya.
"Dek? udah pulang?? dari mana saja?? kenapa baru pulang sekarang?!.." pertanyaan itu berhasil membuat ke tiga orang di ruang tamu itu berpaling menatapku.
akh, suasana hatiku tiba-tiba jadi buruk... aku mengabaikan kak Ryu dan masuk ke kamarku... ku bersihkan diriku dan ku baringkan diatas tempat tidur.... sesak, aku ingin menangis rasanya... berpisah?? bagaimana bisa aku berpisah dari kak Shouta... hanya dia yang peduli dan menerimaku apa adanya.
Kesal dan marah... sungguh suasana hatiku buruk... ah, aku mengantuk.. aku ingin tidur, semoga besok akan datang hari yang cerah. Besok hari yang sibuk.
Paginya, aku tak mendengar ibu memanggilku... mungkin karna ucapanku kemarin,baguslah... setidaknya mereka tak akan mencampuri hidupku.
Aku berjalan ke meja makan dan mengambil sandwich yang diatas meja. kelihatannya tak ada orang... mungkin mereka sudah keluar semua... ya, itu sih awalnya yang ku pikirkan, sampai ku dengar suara dari ruang tengah... ramai, apa ada tamu??.
Bodoh amat lah, aku berjalan dengan cepat... hari ini aku ada urusan di cafe.
"Mau kemana??.." tiba-tiba ayah muncul membuatku tersentak..
"bukan urusan Ayah..." ketusku berjalan mendekati pintu utama, sebelum akhirnya kak Ryu yang berucap.
"Akiraaa..." aku menoleh padanya.
"bermain sama teman.."sahutku dingin.
"Bermain dengan kekasih mu itu?? mau kencan hah??..." ck, aku muak dengan sikap ayah ini.
Aku melirik kak Rail yang ternyata berdiri di sebelah ayah.... apa-apaan manusia satu ini, kenapa dia sudah disini sepagi ini... dan kenapa juga kak Rail sama kak Haru gak protes.
"kemari... kita harus membicarakan sesuatu, kau tak boleh kemana-mana hari ini..." ucap ayah menatapku... shit, makin lama, aku makin kesal.
"sudah kukatakan pada ayah, jangan pernah ikut campur tentang hidupku... urus saja istri dan kedua putramu itu, jangan ganggu aku... dan jika kau tak senang melihatku berada dirumah besarmu ini, aku juga bisa pergi secepatnya..." nada ku yang datar, berhasil menyulut emosi ayah.
"Akira... tak bisakah kau... kemari dan bicara lah dengan kita, ini masalah penting... kau harus tau juga." ucap Kak Ryu membuatku terdiam dan hanya menurut.
Aku masuk dan diam, seperti yang kak Ryu katakan... aku juga ingin tau, masalah penting apa hingga harus melibatkanku... tak pernah aku terlibat dalam pembicaraan apapun dalam keluarga ini.
Suasana ruang tamu begitu canggung, kupandang kak Haru yang hanya diam saja... jelas dia tak suka dengan ke hadiran kak Rail, dan kak Ryu... tatapannya menunjukkan rasa bersalah, namun kak Rail justru hanya diam menunduk.
"tak ingin bicara?? kalian membuang-buang waktuku... " kesalku berdiri dan siap melangkah.
Semua yang di ruang tamu memandangku sejenak, membuatku semakin bingung... ini orang pada kenapa dah?? ke sambet setan bisu apa ya?
"Akira.." akhirnya ayah berucap... membuatku menatap dingin padanya.
"aku tolak.." ucapku sigap.
"kau bahkan belum tau akan di jodohkan dengan siapa.." sahut ayah kesal.
"aku tak peduli dan aku tak ingin peduli..."
"Akira... setidaknya dengarkan dulu..." Sial... aku tak pernah bisa menolak perkataan kak Ryu.Aku hanya diam dan menunggu kelanjutan perkataan ayah.
"hari ini Rail datang untuk melamarmu... dalam seminggu lagi, kalian akan menikah..." Aku tersentak mendengarnya... Shit, apa-apaan ini... omong kosong apa yang mereka ucapkan.
Aku menatap tajam kak Rail yang hanya diam saja... bangs*t, kau diam saja?? bukankah dia punya kekasih??... dia juga tau aku punya kak Shouta.
"jangan bercanda... aku sedang tak tertarik dengan bualan canda kalian..." ucapku melirik kak Rail yang hanya diam. hei... apa kau tak akan menolak perjodohan bodoh ini??.
"ini bukan bualan atau candaan Akira... ayah sungguh-sungguh... karna itu lah aku memintamu berpisah dari bocah Asami itu..." sahut ayah membuatku semakin kesal.
"kak Rail..." aku menaikkan nada suaraku dan mentap tajam kak Rail.
"maaf Akira..." hanya itu yang terucap dari mulutnya, membuatku semakin tak percaya... ada apa dengan dunia ini.
"kau..." ucapku dengan nada memekik.
"Akira... jaga sopan santunmu... " bentak ayah membuatku benar-benar emosi.
"menikah?? seminggu lagi?? apa kalian bercanda? apa kalian kehilangan akal?? tidak!!... aku tidak akan menerima perjodohan ini.. dan aku tak akan mau menikah dengannya..." Aku menekan suaraku penuh kekesalan.
"Akira... kau tak bisa menolak, ini sudah menjadi keinginan kakek juga..." suara kak Ryu begitu lembut... namun justru membuat ku emosi, hingga membuatku ingin menghantamnya.
"munafik... kau munafik kak... kukira kau berbeda dengan ayah, ternyata sama liciknya... berpura-pura mengatakan akan selalu mendukungku dan kau juga berkata bahwa kau membenci lelaki itu,,, tapi apa?! sekarang kau berada di pihak ayah untuk menjodohkanku dengannya... bahkan sampai membawa-bawa nama kakek... kau menyedihkan kak..." emosi ku naik, ku lihat dja hanya terdiam dengan wajah bersalahnya.
"dan kau... apa maksud semua ini... bukankah kau yang berkata bahwa kau tak akan pernah jatuh cinta denganku sampai kau mati... dan tak akan menikah denganku, bahkan jika dunia runtuh sekalipun??... bahkan jika ini perjodohan... setidaknya kau menolak sialan..." aku memandang kak Rail penuh kebencian, tapi dia hanya diam saja.
" Aku menolak... bahkan jika ini permintaan kakek..."
"Akira... kumohon, jangan menolak... ini permintaan nenekku... dia sedang sakit Akira, dia berkata ingin melihatku menikah denganmu di penghujung hidupnya ini... kumohon.." pandangan memelasnya membuatku mengernyitkan keningku.
"bukan kah kakak yang berkata bahwa sampai kapanpun , kakak tidak akan pernah menikah denganku?? bahkan jika dunia runtuh sekalipun bukan??.. hei, lihat.. dunia bahkan belum runtuh..." ucapku kesal.
"Akira... kumohon.." ucapnya lirih... membuatku seperti manusia tak bermoral.
" hentikan... tidak seorangpun yang bisa memaksaku... walau dengan alasan apapun... bahkan jika kau berkata, dunia akan hancur jika aku tak menikahimu, aku tetap tidak akan menerimanya... " Aku melangkah keluar ruang tamu dan menuju pintu utama.. tapi belum aku melangkah.
"Selangkah saja kau keluar dari rumah ini... akan ku pastikan kehidupan ke kasihmu itu hancur... akan kubuat dia menderita, hingga lebih memilih kematian..." seru ayah membuatku terhenti... menyedihkan, aku benci keluarga ini.
aku menatapnya dengan senyum sinis... sungguh munafik dirimu , kau bahkan tak pantas di sebut ayah.
"apa yang akan kau lakukan jika aku memilih mati disini..." ucapku sumringah, membuat seisi rumah tersentak dan terdiam.
"Aku.. aku akan tetap menghancurkan keluarganya... membuatnya menyesal telah mengenalmu..." sial... ayah macam apa dia ini... egois.
"apa mau??.." ucapku menatap dingin ayah.
"terima perjodohan ini... dan menikah dengan Rail..." sialan....
"apa yang bisa kau janjikan sebagai bayarannya..." kau yang memaksaku ayah, kita menjadi orang asing karna ke egoisanmu itu.
"apa??.." mereka mentap bingung ke arahku.
"aku ingin.. mulai sekarang, kak Shouta mendapat beasiswa hingga kuliah S2 nya, dan aku ingin kau membantu mengembangkan perusahaannya.." ucapku menantangnya.
"apa-apaan kau ini?? itu tak akan terjadi."
"tak terjadi?? aku akan mengakhiri hidupku dan berakhir disini... karna saat kau menghancurkan keluarganya... aku akan selalu mengusik keluarga munafik ini... dan memastikan hidupmu menderita, hingga kau tak berani memikirkan tentang menghancurkan keluarganya.." Aku tersenyum sinis membuat mereka benar-benar terdiam
"baiklah... akan kulakukan... namun kau harus menikah dengan Rail minggu depan..." ucapnya pergi dan bersama ibu masuk ke ruang kerjanya... kulihat kak Ryu dan kak Haru yang masuk ke kamar mereka masing-masing, sementara kak Rail hanya terdiam di tempatnya.
🙀🙀🙀
hai redaers... sekedar warning, tolong sikap Akira jangan ditiru ya... kisah mereka berbeda dari kalian... saya yakin, readers semua ini di sayangi orang tuanya, dan buat para orang tua... ingat ya, anak itu adalah pelengkap kebahagiaan, jangan pilih kasih dan jangan egois... lelaki perempuan itu sama😺😺😺