My student is my wife

My student is my wife
Maaf karna aku tak sempurna



========Akira Itsu==========


 


 


Aku terdiam, mencoba memaknai arti pandangan kak Shouta...  Wajahnya menunduk, dan kulihat tangannya mengepal kuat... sebegitu tak inginnya lah dirinya kehilangan diriku.. hatiku pun perih melihat wajahnya yang diam tertunduk.


 


"Akira..." ucapnya dengan wajah yang masih tertunduk.


"maaf..." sahutku lirih... sungguh suasana yang canggung dan menyayat.


 


Sesaat tangannya menyentuh pipiku, dan dia mengangkat wajahnya... mencoba tersenyum menghilangkan kesedihanku.


"apa orang tuamu sudah tau hubungan kita??..." tanya nya lembut.


"ya..."


"ah, sudah kuduga... pasti akhirnya begini.. " terdengar ke kecewaan dalam ucapannya.


"maaf... maaf kak... aku benar-benar tak menginginkan semua ini... aku sayang kakak, aku hanya butuh kakak..." Aku mencoba memeluknya dan membenamkan diri dalam pelukannya.


 


 


 


Tangan besarnya  melingkar di bahuku, mengeluarkan aroma Lemon dari tubuhnya... akh,aroma yang sangat ku sukai...


"jangan minta maaf sayang... kakak tau kamu sayang kakak... sini, lihat kakak, jangan menangis ya..." ucapnya mengangkat pipiku dan menyeka air mataku.


" apa yang mereka katakan??...." tanya nya lembut.


"Berpisah dengan kakak dan menikah dengan kak Rail..." sahutku membuatnya tertegun... namun lebih dari itu, dia tetap mencoba tersenyum... meski terlihat gumpalan bening di pelupuk matanya.


 


 


"lalu apa yang kau jawab??.." aku tau, senyum nya itu palsu... begitu menyayat ke dalam hati.


"aku tak punya pilihan kak... mereka mengancamku..." sahutku dengan nada bergetar,,, membuatnya kembali memeluk erat diriku.


"maaf... maaf kan aku Akira... aku tak terlahir dengan keluarga sehebat dia, hingga aku tak mampu berjuang demi dirimu... maaf kan aku yang tak sanggup menentang dunia " kurasakan tetesan air menyentuh kepalaku.... sakit,sesak... betapa menyedihkannya hidup ini... apa yang kak Shouta rasakan saat ini?? bukankah itu begitu tak adil bagi kami??... selama bertahun-tahun dia mencintaiku dalam diam, hingga akhirnya kami bersama... tapi kenapa kebersamaan itu hanya se singkat ini, pahit betul hidup kami ini.


 


 


 


Beberapa waktu, kami saling memeluk.. untuk menyembuhkan beban dan luka di hati kami.


"Akira, ayo pergi... kita tinggal kan kota dan negara ini... hiduplah sederhana denganku, tanpa uang dan harta..." kembali kak Shouta berucap, membuatku spontan melepas pelukannya.


"tidak!!!.." ucapku tegas.


"Tidak kak, aku tak bisa... aku tak ingin menghancurkan keluargamu demi diriku... mereka itu gila, mereka tak akan melepasmu jika aku tak menikah dengan kak Rail, bahkan jika aku mati sekalipun... mereka akan tetap mengejarmu..." sungguh sesak hatiku berucap.


 


 


 


"Akh.. sudah kuduga, ternyata memang kaulah orangnya... gadis yang akan menjadi pemilik dari hati ini selamanya, tak ada ke egoisan dan ke munafikan... tulus dan jujur... pergilah Akira, menikah lah dengannya.. " ucapnya dengan air mata yang berderai di pipinya.


"Apa kau akan membenciku??.." tanya ku sendu.


"tidak... aku akan selalu mencintaimu seperti saat ini... lebih baik untukku melihatmu bersama pria lain... dibandingkan membiarkanmu hilang dari pandanganku selamanya..." dia merebahkan dirinya di tumpukan pasir dan menarik diriku dalam pelukannya.


 


 


 


"dingin bukan??..." tanya nya menahan kepalanya diatas kepalaku...


"hmm.." aku hanya mengangguk.


"Akira... Kisah cinta kita sedingin hembusan angin di pantai saat senja.... tapi lihat, meski kisahnya pahit... namun cinta kita pada satu sama lain, seindah sinar matahari senja... nama kita terukir indah di sini..." ucapnya tersenyum menunjuk dadanya.


 


 


"biar pantai dan senja ini yang menjadi saksinya... meski kau akan bersamanya, aku akan tetap  disini..cinta kita akan tetap hangat..." akh, kata-katanya memang selalu manis... membuatku luluh selalu.


Entah berapa lama kami berbaring di pasir itu, hingga matahari tak lagi terlihat.


 


 


"Ayo sayang... kita kembali ke taman hiburan... aku harus mengukir kisah indah bersamamu, sebelum dia merebutmu seutuhnya dariku..." dia benar... aku akan mengukir kisah bahagiaku bersamanya, sebelum dia benar-benar berpisah dariku.


" Kak... apa kau sungguh sanggup melerakanku..." tanyaku melihatnya, yang sedari tadi menahan air matanya yang hampir jatuh... hah, sungguh tak sekuat lelaki lain.


"aku akan membiarkanmu menikah dengannya... menyaksikan kebahagiaanmu bersamanya... namun jika kau tak bahagia dengannya, aku siap menunggu mu disini... karna cinta tak harus memiliki..."


 


 


 


kami memasuki bianglala... tepat di puncaknya, perputarannya terhenti sejenak... tangannya mendekat menyentuh wajahku.


Cuppp...


satu kecupan ia luncurkan ke bibirku... bersamaan dengan kembang api yang melesat, mengukir keindahan di puncak bianglala... mungkin ini akan menjadi kencan terakhir kami... hei, kebahagiaan tak datang dari harta... namun kaulah yang membuat dirimu bahagia... perjuangkan itu, sebelum manusia munafik merebutnya... sungguh dunia ini egois.


🙀🙀🙀


mewekkk guys... jangan nangis yo... mirisbetul cinta mereka, jangan salahkan author, salah kan Rail..😭😭😭