
TOLONG DI PAHAMI YA KAK... NOVEL INI GAK TERIMA PROMO... KALAU MAU PROMO, TULIS JUDUL AJA.. SAYA GAK MAU KOLOM KOMENTAR KAKAK" READERS TERTUTUP GEGARA AUTHOR KURANG KERJAAN YANG CUMAN NUMPANG PROMO.
\=====Akira itsu=======
Kutekuk wajahku kesal... mahkluk itu maunya apa sih?? boleh di tampol gak ya??... sumpah, greget banget aku nih... pengen ku tebas rasanya.
Disuruh keluar dari kelasnya, terus dikirimi pesan suruh ke ruangannya... gak sekalian aja di suruh pulang, terus balik lagi ke kampus... kampret, memang setan kali lah dia.
Aku memasang headphoneku dan memutar lagu kesukaanku... kubaringkan tubuhku disofa yang ada di ruangannya... alunan musik yang lembut, menarik mataku hingga tertutup rapat...
"Akira... bangun... Akira bangunnnn..." Aku mendengar namaku di panggil dan merasa badanku kayak goyang gitu..
"Gempaaa...." teriak ku spontan berdiri.
Brughk...
kayaknya ada yang kebanting nih.
"Akiraaaa... bisa gak sih, kalau bangun itu santai sedikit... kenapa setiap kali bangunin kamu, ujung-ujung saya yang kebentur kelantai... kamu kira saya ini apaan? main doronga aja..." sewotnya membuatku bingung.
"gempanya udah berhenti pak??.." tanyaku bingung.
"gempa palamu... aku bangunin kamu buat makan... tadikan gak semapat sarapan pasti... orang kamu tidur kayak mati" aku melirik ke kotak makanan di tangannya?.
"untukku??.." tanya ku bingung.
"bukan... untuk tikus laknat yang kesasar.." ketusnya memberikannya ketanganku.
"wah... baru kali ini ada dosen, habis keluarin mahasiswanya dari kelas, terus di kasih kotak makan.." ledek ku yang membuatnya melingkan wajah dan pergi duduk ke kursinya.
Buzzzz..
Buzzzz...
Kulirik ponselku yang bergetar.
ada pesan dari kak Shouta.
Kak Shouta: Akira, kamu di kampus kan?? aku lagi di kampus nih... kalau kamu gak ada kelas, makan di kantin yuk.
Me: sep... bentar kak, aku datang.
"Saya mau kekantin dulu... makasih ya pak buat bekal makannya.." ucapku berjalan kearah pintu.
"Ya mau makanlah pak..." ketusku dingin.
"kan bisa makan disini... kenapa harus di kantin?.. apa bedanya?" ah rempong nih manusia satu. pengenku kubur sampe leher... terus ku biarin gitu aja... biar mampus dimakan cacing.
"beda lah pak,,, disini gak ada kak Shouta, disana kak Shouta udah nungguin... lagian, mana mau saya berduaan di satu ruangan sama bapak... entar kekasih bapak yang membahana itu datang tiba-tiba, kena gampar lagi saya sama tamparan hebatnya... mana mau... udah ah, saya duluan..." segera aku keluar ruangannya dan bergegas ke kantin... my sweetheart, i am coming....
\======= Rail Yamamoto===========
Aku hanya diam melihatnya keluar... kesal dan marah rasanya. Aku yang membuatkan bekal makan untuknya, dan aku juga yang membawakannya... tapi dia justru pergi keluar untuk makan bersama lelaki lain.
Memangnya kenapa sih kalau dia makan disini?? kenapa juga harus sama si bocah culun itu... benci betul dia melihatku... bahkan kata-katanya semalam masih bergema di telingaku... seburuk itulah aku dimatanya.
Sekeras apapun aku berusaha untuk menjadi lebih baik dimatanya,,, semua hanya drama dan kemunafikan baginya.
haahhh... aku ini, kenapa sih??... rasanya aku merasa kesal dan sesak, setiap kali mendengarnya menyebut nama itu... wajahnya selalu ceria dan tertawa setiap kali bersama lelaki itu.
Sial... kenapa dadaku sakit mengetahui dia bersama lelaki itu?? kenapa aku justru ingin melihat si setan gentayangan yang dulu yang selalu menempel padaku dan tertawa ceria setiap melihatku.. bukan si gadis dingin yang menyebalkan ini, yang bahkan selalu memandangku dengan tatapan jijik dan benci.
Kepo pun menjurus dari hati hingga ke kepalaku... aku ingin tau, apa yang dilakukannya di kantin dengan si bocah culun itu... segera aku berjalan keluar ruanganku.
Sesak... kecewa, dadaku terasa berdenyut sakit... dia makan dengan ceria bersama lelaki itu, tawanya bersinar. dia membawa kotak bekal yang kuberikan, tapi bukan dia yang memakan nya... dia justru memberikannya pada anak reseh yang duduk di depannya saat di kelas.
Kenapa?? kalau memang tak ingin makan diruanganku, aku tak keberatan... tapi, apa harus juga makanan yang ku buat dengan tulus di kasih sama orang lain? tak bisakah dia memakannya sendiri??. tak bisakah dia mencicipinya walau hanya sedikit.
padahal aku memasak itu dengan memohon bantuan dari Haru untuk memberitahu makanan kesukaan Akira, aku bahkan setengah mati membujuk Haru agar mau memberitahu, berharap dia akan menikmatinya dan mulai sedikit berbicara santai denganku dan bisa membuat kami lebih dekat.
Bodohnya aku berharap pada orang yang membenciku... aku meninggalkan kantin sebelum hatiku benar-benar semakin kecewa. mungkin tak seharusnya aku membuat bekal makan itu,dan tak seharuanya aku datang ke kantin ini... sekarang, aku ini apa?
Aku di hkianati oleh orang yang kucintai... gadis kecil yang dulu mengatakan selalu menyukaiku dan mencintaiku berpaling pada pria lain... dan bahkan setelah menjadi istriku, dia lebih memilih kekasihnya di banding aku suaminya... dan kakakku menjauhiku, karna merasa sudah menyakiti gadis kecil tercintanya.
Hei Akira... apa ini yang kau rasakan dulu?? aku merasakannya sekarang?? sakit.. sesak.. kecewa... marah dan sedih, bercampur aduk sudah dalam dada dan kepalaku... lalu, pada siapa aku harus berbagi luka ini.