My student is my wife

My student is my wife
Duo bucin laknat



======== Rail Yamamoto =========


 


Aku melajukan mobilku menuju kantor,,, sungguh sesak dada ini. Mungkin akan lebih baik jika aku melampiaskan pada pekerjaan... toh kelas mengajarku hari ini hanya pagi tadi.


 


 


Berjam-jam aku duduk di kursi kerjaku, bukannya teralih pikiran tolol ini.... malah semakin melesat pada Akira. Ada apa denganku ini?? apa aku ketularan gilak karna serumah dengannya... dia benar-benar memenuhi seisi kepalaku, sampai pengenku benturkan sekali ke tembok... Akira sialan, kenapa juga dia harus mutar-mutar di otakku.


 


 


"apa lihat-lihat?? kamu gak ada kerjaan sampai harus pelototin saya terus hah??..." kesal bener aku nih... apa lagi setelah melihat tatapan aneh dari sekretarisku... pengen ku cabik rasanya dia itu. udah tau orang kesal, masih aja pelototin pake tatapan yang susah di arti in.


 


"anu pak... a, ada laba-laba di lengan baju bapak..." ucapnya membuatku spontan berdiri dan melompat keatas meja.


"hah?? apa? laba-laba? mana?? jangan bercanda kamu... saya takut sama laba-laba tau..." bentak ku kesal.


"p..pakkk, komputernya jangan di injak... turun pak, jangan naik kemeja, laba-labanya di lengan bapak, bukan di lantai.." sahutnya dengan nada cemas gak jelas.


 


 


Sumpah... greget kuy, refleks aku mendongak ke arah lenganku, benar aja ada laba-laba hitam yang cukup besar, dan...


Brugkhhh...


Prangkkk..


Prengkkk


Pletakkk


 


Aku terjatuh dari atas meja, hingga membuat badanku terbentur keras ke lantai dan semua barang jatuh dari atas meja, syukur aja komputernya gak kena aku.


 


"ta... tadikan saya bilang jangan naik meja pak..." ucap sekretarisku tepat diatas wajahku. kesal dan dendam kusumat karna dia bukannya nolong malah diam aja, terpaksa ku tarik celana nya.


Brugkhh..


dia ikut terjatuh


"auww... sa,sakit pak..." ucapnya meringis.


" Siapa suruh kami berdiri diam aja, bukan nolongin saya..." bentakku kesal... berhubung dia lelaki, dia ini sering menjadi pelampiasan kekesalanku... aku memiliki sekretaris lelaki karna Yuka yang dulu tak suka melihatku bersama wanita lain.


 


 


"gi..gimana saya nolong pak, saya juga takut laba-laba.." shit... benar juga, terakhir dia lihat laba-laba, saat kami berada di salah satu tempat konstruksi pembangunan cabang kantor, dia bahkam sampai melompat ke gendonganku dan membuat kami tersungkur di tanah ber lumpur.


 


 


Bentar,, bentar...laba-labanya udah kemana?. Sigap aku melirik kedua lenganku, dan ku dapati laba-laba itu sudah tewas karna kena tekan oleh tanganku... fyuuuuhhh... lega jiwaku... entah darimana nongolnya tuh laba-laba, memang sial betul aku hari ini.


 


Akhhhh... muak aku di kantor ini, aku mau ke cafe Akira aja... mending disana minum minuman segar... dari pada disini bikin kepala mumpet dan hati mendidih, toh aku di kantor dari tadi gak bisa fokus kerja juga, mending di cafe aja... ramai dan gak sepi.


 


 


Segera aku melesat ke cafe favouritku itu, memang disana lah aku selalu menenangkan pikiran, bahkan sebelum Akira membeli cafe itu, aku sudah jadi pelanggan setianya.


Harap-harap di cafe kesayanganku ini, aku gak bakalan kena sial.


 


 


 


 


Siapa lagi kalau bukan pasangan bucin laknat itu, Kulihat Akira yang


duduk di depan drummer dan Shouta yang menggengam gitar.


"Halo semua... masih pada kenal saya kan?? yang sering main gitar disini..." serunya menyapa para pengunjung


cafe... lebar betul senyum itu, membuatku semakin kesal.


"Hari ini kita bakalan nyanyi in lagu pacaran "Tokyo Summer" udah pada taukan?? ikut nyanyi bareng kita yuk.." lanjutnya membuat orang-orang di cafe ikut bersemangat.


 


Dengan cekatan tangannya memainkan Drummer itu, memang manusia multi guna itu selalu jauh lebih berbeda ya... dia mampu memainkan hampir semua alat musik.. kelemahannya hanya belajar, dan itupun karna dia tak mau berusaha.


 


 


Pandangan dan senyumnya tertuju pada Shouta yang duduk tak jauh darinya... bukannya makin tenang, hatiku justru makin panas... kenapa sih senyumnya selalu sempurna setiap kali melihat si Shouta itu.... apa spesialnya anak itu???... tampan, masih menang aku... pintar??, masih menang aku juga... apa lagi kaya, masih menang aku lah. Tapi kenapa, di otak dia itu cuman ada si culun itu.


 


 


 


Lebar betul senyumnya... seolah dia bukan gadis yang sama yang selalu diam dan dingin... ck, dasar tsundere..


panas betul hatiku melihatnya... ingin rasanya aku berlari ke panggung itu, lalu menarik Shouta dari sisinya, dan membuangnya ke tumpukan tong sampah.


 


 


 


 


Kutahan emosiku, dan aku duduk diam memperhatikan duo bucin laknat itu... bahagia betul hidup mereka, tak seperti aku yang justru kesepian dan sendiri, padahal aku yang menikah, padahal aku yang menjadi suaminya... tapi disana lah dia berdiri dengan bahagia bersama pria lain.


 


 


Hari ini, lagi-lagi aku merasakan perasaan ini... entah sampai kapan ini akan berlangsung.


 


 


 


🙀🙀🙀


lagi malas nulis... gak tau lagi mau buat apa... ntar saya mikir dulu buat cerita lucunya...  kalian sabar dulu ya, edit nya juga nanti aja... saya mau mala-malasan dulu... kalau mau tau lebih tentang penulis... tentang update buku baru, atau jadwal up bab novel.


 


Boleh lah di follow ig penulis... nanti saya jawab disana😉. kalau disini, rada sussah jawabnya... malas.


ig: joe Rayzel.


 


tunggu novel saya selanjutnya, berjudul "Karma is real.." dengan genre romantis,komedi


masih tentang kisah guru dan murid, tentang seorang murid yang selalu menyumpahi guru killernya, namun selalu berimbas azab padanya.