My student is my wife

My student is my wife
Episode 1



" Awasssss...." teriak seorang gadis yang mencoba menghentikan sepedanya yang lepas kendali... kedua bola matanya membelak sempurna ketika mengetahui bahwa lelaki yang di depan sana adalah Pria yang selalu di dambakannya.


'sepeda bodoh...kenapa tidak mau berhenti...kalau begini, aku pasti akan menabrak kak Rail...' umpatnya menekan rem sepedanya yang tak kunjung berfungsi.


Rail menoleh ke belakang... spontan kakinya melangkah ke pinggir jalan menghindari gadis yang sedang kehilangan kendali atas sepedanya.  Sepeda gadis itu melesat begitu cepat hingga akhirnya membuat gadis itu terlempar ke semak-semak di depannya.


"waww... cara yang bagus untuk membuat lawak Akira...tapi sayang, aku sedang tidak tertarik untuk bermain-main" Rail tersenyum miring, seolah sedang mengejek Akira.


" Dasar monster...orang jatuh bukan di tolong, malah di ke tawain.... akhhhh, Kak Rail bodohhhh...mati aja sana..." umpatnya menarik sepedanya dan berjalan pincang.


"butuh bantuan,  setan kecil????..." ucapnya terkekeh....


"tidak perlu...aku bisa jalan sendiri.." sahut Akira membuang pandangannya dan berjalan mendorong sepedanya....


"hahhh...jalan-jalan ke taman untuk buang suntuk, malah ketemu bocah pembuat masalah... gila aja aku hampir di tabrak....kalau tadi beneran di tabrak sepedanya...bisa makin stress deh aku...mana kerjaan numpuk lagi" gumam Rail berjalan ke arah parkiran taman.


Rail Yamamoto... putra kedua dari pemilik perusahaan YT group... dan juga tetangga Akira sejak kecil...


sejak kecil Akira selalu menyebut dirinya sebagai kekasih Rail....menempel setiap saat dan memeluknya tiba-tiba.


ulah gila Akira selalu saja muncul hanya untuk mencuri perhatian dari lelaki itu. Tapi apapun yang di lakukan Akira...selalu berujung ejekan dari Rail.


"Hei Rail...ada apa dengan wajah kusut mu itu..." tanya Ray kakak Rail yang seketika muncul dari balik pintu.


"Ntah lah...bocah satu itu benar-benar menyebalkan... "


"kenapa??? dia melakukan hal gila lagi??? apa yang di lakukannya kali ini." Ray terkekeh memandang Rail.


"iya...dia melakukan hal gila hari ini...hampir saja dia menggilasku dengan sepedanya... bocah sialan satu itu.. lihat saja, akan aku balas dia nanti..." geram Rail mengepal tangannya.


"haha...jangan begitu, harusnya kau bersyukur di sukai anak perempuan sampai segitunya."


"bersyukur??? yang benar saja, dia bahkan tujuh tahun lebih muda dariku, dia benar-benar kehilangan akal... apa dia pikir aku lelaki tak waras yang akan menyukai anak kecil...dia hanya bocah kecil berusia 16 tahun...dan dia bahkan sudah berani melamarku....akhhhh...ini benar-benar gila..." geram Rail mengacak-acak rambutnya.


"ahahaha....kau benar...dia benar-benar gila...aku masih ingat betul saat minggu lalu dia mengatakan agar ayah dan ibu menikahkanmu dengannya saat dia berusia 17 tahun nanti,,, dan dia melakukan itu di depan ayah dan ibunya..haha,,,benar-benar gadis yang aneh.." seketika tawa Ray pecah membuat Rail semakin jengkel.


"kak...tawamu membuatku semakin kesal..." pandangan Rail memincing pada kakaknya yang benar-benar tak mampu menahan tawanya.


"oke oke...jadi, dia tidak benar-benar menggilasmu dengan sepeda kan?? kelihatannya kau baik-baik saja" Ray mencoba meneliti setiap sudut dari tubuh adiknya itu.


"tidak...karna aku berhasil mengelakkannya...tapi kelihatannya kakinya terkilir sebelah,setelah ia terlempar ke semak-semak tadi.."


"sungguh?!!!. dan kau tidak menolongnya.." Pandangan tak percaya Ray memincing pada Rail.


"wah..wah...benar-benar tak punya perasaan..." Ray menggelengkan kepalanya, tak percaya dengan sikap adiknya yang meninggalkan gadis kecil dengan kaki terkilir.


"masa bodoh dengan tak punya perasaan...dia hampir membuatku mati serangan jantung..." ketus Rail kesal.


 


Sementara Akira di rumahnya.


" bocah sialannn...apa lagi yang kau lakukan kali ini...apa hanya untuk mencuri perhatian Rail lagi???" Kesal Ryu kakak Akira menatap ke arah adiknya itu.


"lalu kenapa???" Ryu menatap dingin Akira


" Tuh rem sepedanya putus... terus hampir nambrak kak Rail...untung tadi kak Rail ngelak.." ketus Akira membela diri.


"halahhh...bilang aja mau cari perhatiannn...lagian mana mungkin sih jam segini Rail ada di taman... dia kan anak Rajin...harusnya di kampus atau perusahaan ayahnya, kau pasti ke kantor ayahnya dan jatuh sebelum sampai disana.. iyakan??."


"ya ampunnn...di kira aku gila, apa??? kalaupun aku mau ngejar kak Rail..gak bakal ngelakuin hal gila kayak gini...yang ada kalau aku cacat...harapanku buat dapatin kak Rail benar-benar pupus..." sewot Akira kesal.


"lagian kamu ada-ada aja, udah tau Rail punya pacar....di tambah di gak suka lihat kamu...masih aja ngejar-ngejar dia..."


" ya elah kak...cinta itu harus di perjuangkan."


"di perjuangkan ubun-ubun mu..." Kesal Ryu menutup kotak obat yang sedari tadi di pakai untuk mengobati luka di kaki Akira.


"aku tau kok itu bakalan susah...tapi lihat aja..cinta yang tulus itu tak pernah berhianat..."sahut Akira menyengir.


"terserah kamu aja deh...toh  kamu juga kok nanti yang nyesel... yang kamu lakuin sekarang itu cuman buang-buang waktu kamu....mending kamu belajar baik-baik, masih ada lelaki lain yang lebih baik darinya..."


"gak..aku tuh maunya cuman kak Rail..." timpal Akira membuat Ryu semakin kesal.


"dengar ya Akiraaa...dia itu udah punya kekasih yang benar-benar di cintai...dan kau itu hanya gadis menyebalkan yang selalu mengganggunya.... lagi pula memangnya sudah seberapa jauh kamu pahan dengan yang namanya cinta??? masih kecil juga..." jelas Ryu panjang lebar...


"tau ah...kakak itu menyebalkan...bukannya belain juga..." ketus Akira masuk ke kamarnya.


"maaf Akira...kakak hanya tak ingin kamu menyia-nyiakan perasaanmu untuk orang sepertinya.... banyak orang baik yang lebih pantas untukmu... bukan pria sombong kasar sepertinya" gumam Ryu menatap sendu pjnggung adiknya yang mulai menjauh.


"Ada apa Ryu??? kenapa kau membawa kotak obat keruang tengah???" tanya Akihiko itsu ayah Ryu tiba-tiba muncul entah darimana.


"bocah itu terluka lagi??? " tanya Akihiko menimpali.


"hmm..." Ryu hanya mengangguk pelan.


" Ayah...aku ingin membawanya ke Jerman...aku tak ingin dia menyia-nyiakan kemampuannya dengan mengejar-ngejar Rail yang bahkan tak pernah menganggapnya...bolehkan??? "tanya Ryu menatap Akihiko.


"apa dia setuju??? "


"aku belum bicara itu padanya...tapi aku ingin ayah membantuku.."


"begitu ya... tapi ayah cukup ragu dia akan menerimanya..." Akihiko menekuk dagunya seolah sedang berpikir.


"kalau begitu...apa rencanamu??." lanjut Akihiko menimpali.