my secret love

my secret love
Bab 8



Mereka berdua tertawa. Sungguh Renata adalah ratu di rumah nya. Mempunyai suami dan anak yang sangat menyayangi dirinya sepenuh hati dan mereka selalu kompak.


Darren dan sang mama tiba di sebuah mall. Langkah pertama yang Darren lakukan adalah menuju lantai dua mall tersebut untuk mencari salah satu brand sepatu yang tempat nya memang di lantai dua. Tentu saja ini hanya akal-akal an Darren hanya untuk bertemu Mauren dan Miska.


"Aku mau lihat-lihat sepatu dulu ya, ma!" Ujar Darren.


"Oke, mama juga mau lihat baju di sebelah sana, ya!"


Setelah sang mama hilang dari pandangan Darren ia beralih ke sebelah stand sepatu tersebut yang sudah tempat untuk bermain. Pandangan nya menyapu ke segala arah untuk mencari keberadaan Mauren.


"Dimana ya, kok ngga kelihatan sih," ucap Darren sambil berjalan dan terus mencari Mauren.


"Halo, tante. Apa kabar?" sapa Mauren saat bertemu dengan Renata.


"Hai, Ren. Kebetulan sekali kita ketemu di sini. Kabar tante baik. Kamu sendiri gimana?" Jawab Renata dan juga bertanya pada Mauren.


"Baik. Tante datang sendiri ke sini?" tanya Mauren.


"Sama Darren, dia sedang cari sepatu di sana," Tunjuk Renata ke sebuah toko sepatu.


"Oh gitu ya tante."


"Miska ngga ikut ya?" tanya Renata.


"Ikut kok tante. Lagi beli jajan itu di sana," pandangan Mauren mengarah ke sebuah stand yang menjual makanan.


Renata mengikuti arah telunjuk Mauren. Pandangan nya terhenti dengan sosok gadis cantik yang di kuncir kuda.


"Mommy... aku sudah beli ini. Emm, rasanya enek sekali," ucap Miska sambil berlari menuju Mauren.


"Iya, suka ya kamu sayang?"


"Suka dong."


"Wah, anak kamu udah gede aja ya, Mauren cantik lagi kayak mommy nya." Puji Renata.


"Sini gendong nenek mau?" Renata mengulurkan kedua tangan nya untuk menggendong Miska.


Miska menoleh ke arah sang mommy. Seolah meminta persetujuan sang Mauren.


"Ia, boleh kok. Kan ini nenek sayang." Ucap Mauren.


Renata menggendong Mauren. Wajah nya yang lucu dan cantik serta rambut ikal dan kulit putih sungguh perpaduan sempurna antara Mauren dan Thomas.


Darren berkali-kali menghubungi Mauren tapi tidak ada jawaban. Ia mulai gelisah karena usahanya sia-sia untuk datang ke mall menyusul Mauren.


"Kenapa ngga di angkat ya! Atau mereka sudah pulang ya?" ucap Darren pada dirinya sendiri.


Sementara itu Mauren, Renata dan Miska menuju ke sebuah restoran yang ada dalam mall. Karena waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Jadi waktunya mereka untuk makan siang.


" Kamu mau makan apa sayang? " tanya Renata pada Miska.


"Ikan aja nenek." Jawab Miska.


"Oh, kamu suka ikan ya? Sama kayak Om Darren dong. Oke nenek pesan ikan saja."


Miska mengangguk kan kepala. Dan Mauren hanya memandang dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Ah, tante lupa telepon Darren. Pasti dia nyariin tante," ucap Renata sambil menepuk jidat nya pelan.


"Nenek kan sudah tua, jadi ngga apa-apa kalau lupa. Mommy aja suka lupa kok nenek." Celetuk Miska.


Mauren dan Renata tertawa mendengar perkataan Miska.


"Eh, kata siapa mommy tua. Kan masih cantik lo." Ujar Mauren membela diri.


" Iya, mommy suka lupa kok sama kayak daddy yang lupa bilang good night sebelum Miska tidur."